Meulaboh – UTU | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teuku Umar (FEB UTU) merekonstruksi profil lulusan dan merancang kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) bagi Program Studi S1 Akuntansi. Langkah ini memadukan keahlian tata kelola keuangan dengan potensi unggulan Aceh di bidang pertanian, perkebunan, kelautan, dan perikanan.
Perubahan rancangan pendidikan tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penyelarasan VMTS Berbasis Agro-Maritim dan Science-Technopreneurship serta Rekonstruksi Profil Lulusan Menuju Kurikulum OBE S1 Akuntansi” di Portola Grand Arabia Hotel, Banda Aceh, Rabu (14/10/2026).
FGD ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas rekomendasi asesmen lapangan Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) pada Juni 2026. Rekomendasi tersebut memandatkan pembaruan capaian pembelajaran serta penataan ulang arah strategis program studi.

Dekan FEB UTU, Dr. Hamdi Harmen, S.E., M.M., memaparkan bahwa penerapan sistem OBE mengubah fokus pembelajaran dari pemahaman materi teoritis di kelas menuju pemenuhan kompetensi terukur yang siap pakai di lapangan.
“Kami ingin membangun karakter pendidikan akuntansi yang berakar pada potensi agro-maritim, namun tetap relevan secara nasional dan global. Melalui pendekatan OBE, profil lulusan, proses belajar, hingga evaluasi disusun secara lebih terarah,” ujar Hamdi di hadapan para peserta FGD.
Sesi diskusi membedah penerapan spesialisasi ilmu akuntansi untuk sektor kelautan dan pertanian yang dipandu oleh Rektor UTU periode 2014–2022, Prof. Dr. Jasman J, S.E., M.B.A., CIPA. Prof. Jasman menekankan pentingnya penerjemahan visi ke dalam kurikulum operasional agar ilmu akuntansi dapat diterapkan langsung pada manajemen industri lokal.
“Keunikan program studi harus tercermin dalam materi pembelajaran, agenda penelitian, dan kontribusi masyarakat. Prinsip akuntansi dikembangkan untuk mendukung transparansi, akuntabilitas, serta pengambilan keputusan ekonomi pada sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan,” jelas Prof. Jasman.

Dari sudut pandang kebutuhan industri dan profesi, Ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Aceh, Dr. Fazli Syam Bz, S.E., M.Si., Ak., CA., Cert.DA., menyoroti pentingnya penguasaan teknologi finansial dan analisis risiko. Menurutnya, lulusan akuntansi saat ini dituntut memiliki literasi digital yang kuat untuk mendampingi kompetensi teknis dan etika profesi.
Ketua Program Studi S1 Akuntansi sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Rimal Mahdani, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa pertemuan terpadu ini menghasilkan dua luaran utama: naskah akademik penyelarasan Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) yang disesuaikan dengan arah VMTS UTU 2026, serta dokumen Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) minimum berbasis OBE.
“Seluruh tim perumus dan dosen duduk bersama asosiasi profesi IAI dan praktisi untuk memastikan struktur mata kuliah baru ini aplikatif, memperkuat penguasaan teknologi informasi akuntansi, sekaligus menjaga ketepatan masa studi mahasiswa,” kata Rimal.

Suasana FGD berlangsung interaktif sepanjang hari. Tim perumus kurikulum, dosen, dan tenaga kependidikan—di antaranya Dr. Budianto, Ika Rahmadani, Abrar Amri, Sari Maulida Vonna, Dara Angreka Soufyan, Hafizhah Risnafitri, Linda Rahmazaniati, Dewi Sartika, Nani Verawati, Kashari, Said Mahdani, Cut Sri Firman Hastuti, Zulaikha Rahimah, Cut Widy Aulia Putri, Safrizal, dan Hanafi Asnan—terlibat aktif menyelaraskan draf mata kuliah dengan masukan narasumber.
Rangkaian acara ditutup dengan perumusan butir kesepakatan dan penandatanganan Berita Acara pelibatan pemangku kepentingan. Hasil dari perumusan ini menjadi acuan baku penyusunan modul, bahan ajar, dan metode evaluasi perkuliahan S1 Akuntansi FEB UTU pada semester mendatang. [Humas UTU]
Laporan: RMR | Editor: YFH | Foto: IST




