Meulaboh – UTU | Luapan air yang merendam persawahan di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, beberapa waktu lalu menyisakan endapan lumpur dan penurunan kualitas tanah. Kondisi ini membuat aktivitas bercocok tanam warga terhenti total.
Merespons persoalan tersebut, Universitas Teuku Umar (UTU) menurunkan tim pakar pertanian untuk mendampingi Kelompok Tani Maju Jaya dalam mengembalikan produktivitas lahan gambut dan persawahan setempat, Sabtu (17/10/2026).
Program yang dibiayai melalui dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) LPPM Universitas Teuku Umar Tahun 2026 ini berfokus pada perbaikan unsur hara tanah menggunakan sumber daya lokal. Di lokasi kegiatan, para anggota kelompok tani berkumpul menerima penyerahan paket bantuan berupa lima unit cangkul, dua unit sprayer elektrik, lima karung pupuk dolomit, serta modul petunjuk teknis penanganan tanah terdegradasi.
Ketua Tim Pengabdian UTU, Ir. Risnadi Irawan, S.TP., M.T., menjelaskan bahwa penanganan lahan pasca-banjir membutuhkan intervensi teknis yang tepat pada kadar keasaman tanah.
“Endapan banjir kerap membuat tanah menjadi terlalu asam dan miskin hara. Karena itu, pemberian dolomit dan pendampingan cara olah tanah menjadi langkah awal agar lahan bisa ditanami kembali,” kata Risnadi di sela-sela penyerahan bantuan bersama anggota tim, Mustafa Kamal, S.TP., M.T., dan Ir. Sofiyanurriyanti, S.T., M.T., serta sejumlah mahasiswa yang ikut mempraktikkan penggunaan alat.
Khairil Sali, perwakilan Kelompok Tani Maju Jaya, mengungkapkan bahwa bantuan sarana dan modul praktis ini langsung menjawab kebutuhan mendesak para petani yang sempat kehilangan modal kerja pascabencana.
“Peralatan, pupuk dolomit, dan modul petunjuk dari tim UTU ini langsung kami gunakan untuk membenahi lahan yang rusak. Kami bersyukur ada pendampingan langsung di lapangan, sehingga anggota tahu persis tahapan pemulihan tanah sebelum menanam kembali,” ujar Khairil.
Melalui pendampingan langsung ini, LPPM UTU memproyeksikan lahan milik Kelompok Tani Maju Jaya dapat kembali diolah secara mandiri dan memasuki masa tanam baru dalam kurun waktu dekat. [Humas UTU]
Laporan: RSD | Editor: YFH | Foto: Istimewa.




