Meulaboh-UTU | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar (FISIP UTU) resmi membuka konferensi akademis berskala global, International Conference on Social, Politics, Law, and Language (ICOSPALL) 2026. Forum ilmiah yang berpusat di Auditorium Teuku Umar ini diselenggarakan secara hibrida (luring dan daring) selama dua hari, mulai 27 hingga 28 Agustus 2026, sebagai wadah strategis bagi para akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk mendiseminasikan riset-riset mutakhir di bidang sosial, politik, hukum, dan kebahasaan.
Mengusung tema “Peace, Prosperity, and the Right to Sustainable Development in the Global South”, konferensi ini menyoroti isu perdamaian, kesejahteraan, serta hak atas pembangunan berkelanjutan di kawasan Global South, sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Konferensi dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd.
“Kami menyambut baik terselenggaranya ICOSPALL 2026 sebagai ruang pertemuan gagasan lintas negara. Melalui forum ini, kami berharap Universitas Teuku Umar dapat terus memperkuat jejaring akademik internasional dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan, khususnya di kawasan Global South,” ujar Prof. Dr. Nyak Amir dalam sambutannya.
ICOSPALL 2026 terselenggara atas kerja sama FISIP UTU dengan sejumlah perguruan tinggi mitra dari luar negeri, yakni Universiti Sains Malaysia (USM) dan Prince of Songkla University, Thailand, serta didukung oleh Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Barat.

Dekan FISIP UTU, Basri, S.H., M.H., menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan momentum penting bagi penguatan riset dan kolaborasi internasional di lingkungan fakultas.
“ICOSPALL menjadi bukti bahwa FISIP UTU siap bersaing dan bekerja sama di tingkat internasional. Kami ingin hasil riset yang dibahas di sini tidak berhenti sebagai kajian akademik, tetapi dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan,” kata Basri.
Konferensi menghadirkan enam pembicara kunci lintas negara, yaitu Prof. Dr. Vellayati Hajad (Universitas Teuku Umar, Indonesia), Prof. Dr. Azeem Fazwan (Universiti Sains Malaysia), Dr. Nyak Amir, M.Pd. (Rektor Universitas Teuku Umar), Basri, S.H., M.H. (Dekan FISIP Universitas Teuku Umar), Prof. Dr. Samart Thongfhua (Prince of Songkla University, Thailand) dan Dr. Md. Asif Kamal (American International University, Bangladesh).
Melalui forum ini, para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara berbagi gagasan dan hasil riset di bidang sosial, politik, hukum, dan bahasa untuk mendorong pembangunan berkelanjutan yang inklusif di kawasan Global South.
Laporan: Firman Parlindungan | Foto: Istimewa




