Meulaboh – UTU | Tim Task Force Internasionalisasi Universitas Teuku Umar (UTU) resmi mengumumkan daftar program studi yang berhasil menjadi pemenang dalam kompetisi Liga Prodi tahun 2026 pada Selasa (19/5). Kompetisi ini membagi para pemenang ke dalam tiga kategori, yakni Kluster 1, Kluster 2, dan Kluster Khusus.
Pada Kluster 1, posisi pemenang diraih oleh Program Studi (Prodi) S1 Perikanan, Prodi S1 Akuakultur, dan Prodi S1 Teknik Sipil. Sementara itu, Kluster 2 menempatkan Prodi S1 Ilmu Hukum, Prodi S1 Bahasa dan Kebudayaan Inggris, serta Prodi S1 Ilmu Komunikasi sebagai pemenang. Untuk kategori Kluster Khusus, pemenang diraih oleh Prodi S2 Perikanan.
Liga Prodi UTU merupakan instrumen strategis yang diselenggarakan untuk mendorong peningkatan mutu, kinerja, dan daya saing program studi secara berkelanjutan. Program ini dirancang guna mengoptimalkan kebijakan Kampus Berdampak melalui penguatan pembelajaran berbasis luaran (Outcome-Based Education/OBE), pelaksanaan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM), serta optimalisasi tridarma perguruan tinggi yang menyasar mahasiswa, masyarakat, dan pembangunan daerah.
Selain itu, ajang ini berfungsi sebagai mekanisme evaluasi dan pembinaan kinerja program studi yang objektif, transparan, dan terukur. Secara khusus, Liga Prodi diarahkan untuk mempercepat internasionalisasi melalui penguatan kurikulum berwawasan global, kerja sama internasional, serta peningkatan partisipasi dosen dan mahasiswa di tingkat global.
Setiap kluster dalam kompetisi ini memiliki kriteria dan alokasi anggaran yang berbeda. Kluster 1 diperuntukkan bagi program studi yang telah mengantongi Akreditasi Unggul dan Baik Sekali, memiliki tata kelola yang matang, capaian tridarma konsisten, implementasi OBE optimal, serta rencana internasionalisasi yang sudah berjalan. Prodi di kluster ini dapat mengusulkan pagu anggaran maksimal Rp200.000.000 untuk aktivitas peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) Berdampak dan program internasionalisasi selama satu tahun anggaran.
Kluster 2 ditujukan bagi program studi dengan Akreditasi Baik, B, Terakreditasi Sementara, atau Akreditasi Pertama yang sedang dalam tahap penguatan kinerja. Fokusnya berada pada peningkatan mutu tata kelola, pembelajaran, serta perluasan dampak tridarma dan internasionalisasi. Pagu anggaran yang disediakan untuk kluster ini maksimal Rp150.000.000 dengan durasi program satu tahun anggaran.
Adapun Kluster Khusus disediakan bagi program studi Pascasarjana dan program Profesi yang membutuhkan pendekatan pembinaan tersendiri, di mana penilaian dan pengembangannya disesuaikan dengan konteks serta tahapan masing-masing prodi. Pagu anggaran maksimal untuk Kluster Khusus ini adalah Rp50.000.000 untuk durasi satu tahun anggaran.
Proses penentuan pemenang dilakukan melalui penilaian yang ketat dan terukur. Bobot penilaian dibagi menjadi dua bagian seimbang, yaitu 50 persen berdasarkan rekam jejak prodi yang mencakup capaian IKU dan Capaian Kinerja Tambahan Wajib (CKTW), serta 50 persen sisanya dinilai dari kualitas proposal yang diajukan.
Seluruh tahapan kompetisi, mulai dari sosialisasi, pengajuan dan seleksi proposal, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi, pelaporan, hingga pemeringkatan, dilakukan untuk memetakan capaian dan inovasi prodi. Hasil dari Liga Prodi ini nantinya akan digunakan sebagai dasar pembinaan, pemberian apresiasi, dan perumusan kebijakan pengembangan program studi di lingkungan UTU.
Dana insentif yang diperoleh para pemenang tersebut nantinya dapat dialokasikan untuk empat fokus kegiatan utama. Kegiatan tersebut meliputi pengembangan kemitraan, peningkatan kualitas pembelajaran di dalam maupun di luar kampus, bantuan implementasi IKU berdampak bagi mahasiswa dan dosen, serta program peningkatan akreditasi prodi. [Humas UTU]
Laporan: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.




