Meulaboh – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) kembali mendapatkan kepercayaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) setelah dua program studinya resmi ditetapkan sebagai lembaga penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan tahun 2026. Keputusan ini tertuang dalam Pengumuman Nomor Peng-3/BPDP/2026 yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman.
Dua program studi yang terpilih untuk menjalankan mandat tersebut adalah Program Studi Agroteknologi dan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP), Fakultas Pertanian. Penetapan ini merupakan kelanjutan dari prestasi tahun sebelumnya, di mana pada 2025 UTU juga menjadi satu-satunya perguruan tinggi akademik di Provinsi Aceh yang dipercaya oleh BPDPKS untuk menyelenggarakan program serupa.
Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., menyambut baik penetapan ini dan menilai bahwa terpilihnya kembali UTU merupakan bukti kualitas akademik kampus di sektor industri perkebunan diakui secara luas. Menurutnya, program ini menjadi peluang besar bagi putra-putri daerah, terutama anak petani sawit, untuk menempuh pendidikan tinggi dengan dukungan biaya penuh dari negara.
“Penetapan ini adalah tanggung jawab besar bagi kami untuk mencetak tenaga ahli yang kompeten di sektor perkebunan. Kami berharap para mahasiswa yang nantinya bergabung melalui jalur ini dapat menjadi motor penggerak industri sawit di Aceh dan nasional dengan bekal ilmu pengetahuan serta teknologi yang kami berikan,” ujar Prof. Ishak Hasan.
Program Pendidikan Pengembangan SDM Perkebunan ini merupakan inisiatif yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di bawah naungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan berkelanjutan industri sawit nasional melalui pemberian beasiswa penuh kepada masyarakat yang berkecimpung di sektor perkebunan, mulai dari biaya pendidikan, uang saku, hingga biaya penelitian.
Kehadiran program ini di UTU diharapkan dapat memperkecil kesenjangan kompetensi tenaga kerja di lapangan dengan kebutuhan industri perkebunan modern. Dengan dua prodi yang telah teruji secara sistem dan fasilitas, UTU siap membekali para penerima beasiswa dengan keterampilan teknis dan manajerial yang relevan dengan perkembangan zaman. [Humas UTU]
Laporan: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.




