MEULABOHUTU | Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) Dr. Adi Suryanto, M.Si memberikan kuliah umum di Universitas Teuku Umar dalam program Teuku Umar Inspiring Talk yang berlangsung di aula lantai II GKT, Kampus UTU, pada Selasa (16/05).

Turut hadir bersama Kepala LAN RI, Kepala Pusat Riset Kebijakan Publik, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Yanuar Farida Wismayanti, S.ST., M.A., Ph.D dan Peneliti Ahli Utama – BRIN, Dr. Suprapedi, M.Eng.Sc.

Kuliah umum yang diprakasai oleh Prodi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini dibuka secara oleh Rektor UTU, Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si. Bertindak sebagai Moderator yang memandu jalannya kuliah umum dan diskusi yaitu Dr. Ikhsan, S.IP., M.I.P Dosen Prodi Ilmu Administrasi Negara.

Ketua Panitia pelaksana Teuku Umar Inspiring Talk, Ikhwan Rahmatika Latif M.I.P dalam laporannya menyebutkan Teuku Umar Inspiring Talk kali ini mengambil tema “Mewujudkan Akselerasi Tata Kelola Pemerintah Dinamis di Era VUCA”. Tema ini sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi  pemerintah saat ini, terlebih setelah dua tahun lalu kita menghadapi covid-19 yang tentunya telah memberikan dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat.

“Selain inspiring talk dari Kepala LAN RI, nantinya kita juga akan menggelar sesi diskusi bersama untuk penyamaan persepsi dalam menyusun perjanjian kerjasama bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Mengawali sambutannya pada kuliah umum ini Rektor UTU, menyampaikan saat ini kreativitas dan inovasi menjadi kunci penting untuk memastikan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan, Mahasiswa harus disiapkan menjadi pembelajar sejati yang terampil, lentur dan ulet (agile learner), untuk menyiapkan mahasiswa menjadi sarjana yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menjadi pemimpin dengan semangat kebangsaan yang tinggi, melalui Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka.

Rektor memberikan apresiasi yang tinggi kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik khususnya Prodi Ilmu Administrasi Negara atas terselenggaranya kegiatan yang sangat bermakna ini.


Berikutnya dalam sesi penyampaian materi kuliah umum, Kepala LAN RI menyampaikan materi tentang Transformasi Bangkom ASN untuk Mewujudkan AGILE Leadership, selain itu juga tentang pembangunan sumber daya manusia unggul di Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity).

Dr. Adi Suryanto menyampaikan bahwa pemerintah saat ini sedang fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Dia menjelaskan, SDM unggul adalah SDM yang profesional, produktif, inovatif, mampu bersaing, dan berkepribadian Indonesia.

Salah satu kunci dalam pembangunan SDM menurutnya adalah pendidikan. Dia mengatakan, dalam pendidikan ada tiga hal yang harus di dapat, yaitu: knowledge, skill, dan attitude.

“Dan pastikan bahwa kalian relatively adaptive di lingkungan yang Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA). Jangan hanya berada di zona nyaman,” ujarnya kepada ratusan peserta baik mengikuti secara langsung maupun secara daring via aplikasi zoom meeting.

Dan yang paling penting, kata Dr. Adi Suryanto adalah attitude atau karakter. Apalagi di era industri 4.0, menurutnya, attitude atau karakter menjadi hal yang sangat penting untuk dimiliki.

“Pada dasarnya, pendidikan itu tujuan utamanya adalah membentuk karakter dan membangun keadaban. Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk membuat orang cerdas pandai, tetapi di atas semua itu dia harus punya karakter dan tahu keadaban,” tuturnya.

“Karakter yang harus dimiliki SDM unggul adalah yaitu harus punya etos kerja, semangat gotong royong, dan yang paling penting adalah integritas,” imbuhnya.

Dr. Adi juga menyinggung tentang Visi Indonesia Emas 2045.
Dia melihat Indonesia emas 2045 sejatinya fase penting bagi mahasiswa saat ini karena pada saat itu mahasiswa yang akan menjadi pemimpin bangsa.

Selain itu tahun 2045-2050 juga momen penting karena studi menunjukan pada tahun tersebut Indonesia bisa menjadi negara maju ke 5. Tapi studi tersebut tidak akan terwujud tanpa usaha dari semua pihak dan pondasi yang kuat sejak sekarang. Pondasi yang kuat akan sulit terwujud jika SDM yang kita miliki kurang berkualitas, jika birokrasi pemerintah kurang mampu melayani masyarakat.

Untuk memperbaiki birokrasi pemerintah kedepannya kita perlu meningkatkan kualitas SDM dan pemimpin dimasa depan, dimana proses birokrasi yang sudah menelan banyak uang dan waktu hasilnya dinilai kurang efektif. Untuk meningkatkan kualitas perlu pemimpin yang mau memulai perubahan tersebut. Melihat hal-hal diatas LAN mencoba membuat perubahan dalam mencetak pemimpin Indonesia di masa yang akan datang

Langkah LAN untuk pengembangan kompetensi ASN di Era Revolusi Industri 4.0 yaitu dengan: Pertama  reorientasi kurikulum dimana literasi baru (berbasis data, teknologi, humanities) yang dikembangkan dan diajarkan. Melakukan pembaharuan kurikulum untuk pengembangan kepemimpinan dan kompetensi teknis, dengan mendorong Entrepreneurship dan internship. Kedua hybrid/Blended Learning, Online dengan Menerapkan sistem pelatihan berbasis Hybrid/ Blended Learning, yakni Learning yang dilakukan melalui SIWI, SIPKA, dst. Ketiga sharing knowledge management melalui ASN Corporate University (ASN Corpu). Keempat penguatan kapasitas tenaga pelatih / WIDYAISWARA.

Diharapkan dari langkah-langkah tersebut akan tercipta ASN yang Profesional, Strategis dan Inovatif. Kuliah umum ini diakhir dengan sesi tanya jawab yang direspon dengan antusias oleh mahasiswa. (Aduwina Pakeh / Humas UTU)