Meulaboh – UTU | Puluhan perajin tempe dan warga Desa Purwodadi, Kecamatan Kuala Pesisir, tampak berkumpul di Balai Desa Purwodadi pada Minggu (18/10/2026). Mereka menyimak petunjuk teknis perakitan alat penjernih air sederhana yang dipandu oleh tim mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Teuku Umar (BEM FIK UTU).
Kegiatan bertajuk “Inovasi Pengolahan Air Bersih dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan” ini digelar melalui Program Aksara Mahasiswa (Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa). Tim pengabdian terdiri atas 20 mahasiswa dan tiga dosen pendamping, yakni Dr. Kiswanto, M.Si. selaku ketua, serta Eka Lisdayanti, S.Kel., M.Si., dan Firman Firdauz Saputra, S.K.M., M.Epid. sebagai anggota.

Pelatihan ini difokuskan pada penerapan teknologi pengolahan air bersih metode Aerator Venturi. Metode tersebut ditujukan untuk mengatasi keluhan warga Purwodadi terkait kondisi air sumur bor maupun sumur gali yang berwarna coklat, berbau menyengat, ber-pH asam, serta mengandung kadar bahan organik tinggi.
Dampak buruk kualitas air baku yang tak memenuhi standar baku mutu kesehatan selama ini dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal. Marsyahed, salah satu perajin tempe di Desa Purwodadi, mengaku olahan tempenya kerap cepat busuk akibat terpapar air kotor saat proses produksi.
Guna menyelesaikan persoalan tersebut, mahasiswa pengabdi, Septi Anna Dalipa Siregar, memandu warga mempraktikkan langsung pembuatan instalasi Aerator Venturi. Alat ini bekerja menginjeksi udara ke dalam aliran air untuk mengoksidasi zat-zat berbahaya dan mengeliminasi bau, sehingga air kotor berubah menjadi jernih, netral, dan aman digunakan.
Seluruh peserta diajak merangkai komponen, menguji aliran, hingga memahami prinsip perawatan alat secara mandiri. Usai sesi pelatihan indoor di Balai Desa, tim mahasiswa bersama dosen pendamping melanjutkan agenda ke lapangan untuk menguji kualitas air hasil olahan di beberapa lokasi, meliputi rumah warga, masjid, dan fasilitas umum desa.
Kehadiran program pengabdian ini mendapat sambutan dari Pemerintah Desa Purwodadi. Keuchik Desa Purwodadi, Teuku Safrizal, menyampaikan bahwa pelatihan teknis ini selaras dengan agenda pembangunan serta pemenuhan kebutuhan dasar warga desa. [Humas UTU]
Laporan: KIS | Editor: YFH | Foto: Istimewa.




