Seminar  “Konsolidasi Inovasi dan Hilirisasi Riset” Bagi Dosen Secara Nasional
  • UTU News
  • 20. 09. 2022
  • 0
  • 371

MEULABOH, UTU - Seminar Nasional bertema, “Konsolidasi Inovasi Dan Hilirisasi Riset Untuk Mendukung Indonesia Maju” diikuti para dosen se-Indonsia. Seminar nasional itu diadakan dalam rangka Dies Natalis Ke-14 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), secara virtual, pada 15 September 2022.

Narasumber: Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M. Agr (Direktur Riset Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat), Dr. Ir. Boediastoeti Ontowirjo, M.B.A (Deputi Bidang Kebijakan Risnov BRIN). Sambutan disampaikan oleh Rektor Untirta, Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, ST.,MT dan Dr. Ir. Rusmana, MP (Ketua LPPM Untirta). Moderator adalah Dr. Erwin, ST.,MT.

Prof. Faiz Syuaib menyampaikan materi terkait transformasi proses dan tata kelola kinerja DRTPM. Pembangunan Indonesia 2045 menuju pembangunan manusia dan penguasaan iptek dan peningkatan kontribusi Iptek dalam pembangunan.

Penelitian dasar meliputi penelitian fundamental, penelitian kerja sama, penelitian pascasarjana dan penelitian dosen pemula. Penelitian terapan dan penelitian pengembangan adalah penelitian terapan kompetitif nasional dan penelitian terapan unggulan perguruan tinggi.

Sebaran pendanaan riset pada klaster PT Mandiri berdasarkan 8 bidang fokus. Dominasi pendanaan bidang fokus riset untuk klaster PT Mandiri, 1). Kesehatan (rata-rata Rp. 187 milyar/tahun, 2). Sosial Humaniora (rata-rata Rp. 141 milyar/tahun, 3). Pangan (rata-rata Rp. 91 milyar/tahun, 4). Energi (rata-rata Rp. 37 milyar/tahun, 5). Bidang lainnya seperti material maju (rata-rata Rp. 76 milyar/tahun, TIK/ICT (rata-rata Rp. 36 milyar/tahun, dan kebencanaan (rata-rata Rp. 32 milyar/tahun). Sedangkan dominasi klaster PT Mandiri berdasarkan tiap bidang fokus riset (rata-rata didanai lebih Rp. 10 milyar/tahun: Sosial-Humaniora 2 PT, Kesehatan 7 PT, pangan 2 PT dan TIK/ICT 4 PT.

Boediastoeti Ontowirjo antara lain menjelaskan, tugas Deputi Kebijakan Riset dan Inovasi menyelenggarakan perumusan dan penetapan kebijakan di bidang riset dan inovasi meliputi: rencana induk pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, peta jalan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan serta invensi dan inovasi, penyelenggaraan ketenaganukliran, dan penyelenggaraan keantariksaan dengan berpedoman pada nilai pancasila. Sedangkan fungsinya adalah 1). Perumusan dan penetapan kebijakan di bidang riset dan inovasi, 2). Pelaksanaan integrasi, koordinasi dan sinkronisasi program, anggaran dan rencana kerja pelaksana kebijakan di bidang riset dan inovasi, 3). Koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang riset dan inovasi, 4). Pengevaluasian pelaksanaan kebijakan di bidang riset dan inovasi, 5). Pelaksanaan pengukuran dan indicator riset dan inovasi, 6). Pemantauan dan evaluasi kebijakan di bidang riset dan inovasi, 7). Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh kepala.(***)

Lainnya :