Pusat Pengembangan SDM LPPM Gelar Sosialisasi Serdos Bagi Dosen UTU
  • UTU News
  • 21. 06. 2022
  • 0
  • 433

MEULABOH, UTU – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) LPPM-PM Universitas Teuku Umar (UTU),  menggelar sosialisasi Sertifikasi Dosen (Serdos) bagi para dosen kampus setempat.  Sosialisasi Serdos tahun 2022 dan pembagian sertifikat kepada dosen yang telah lulus Serdos tahun 2021, dibuka oleh Wakil Rektor III-UTU, Dr. Mursyidin, MA, dan berlangsung di Aula Utama Gedung Kuliah Terintegrasi UTU, Selasa, 21 Juni 2022.

Hadir dalam sosialisasi Serdos itu, Ketua LPPM UTU, Ir. H. Rusdi Faizin, M.Si, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UTU, Prof. Dr. M. Ali Sarong, M.Si, Sekretaris LPPM UTU, Herdi Susanto, ST.,MT. Sedangkan, Koordinator Pusat (Korpus) Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Dr. Uswatun Hasanah, M. Si, saat acara berlangsung masih mengikuti kegiatan dinas di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Dr. Mursyidin juga menyerahkan sertifikat pendidik secara simbolis kepada Putri Maulina, S.I.Kom., M.I.Kom (Kajur Prodi Ilmu Komunikasi FISIP-UTU), selaku peserta lulus Serdos Tahun 2021. “Jumlah dosen yang lulus Serdos Tahun 2021 sebanyak 17 orang”.

Pada kesempatan sosialisasi Serdos itu, diberi kesempatan kepada Putri Meulina, S.I.Kom, M.Ikom dan Kandidat Doktor Apri Rotin Djusfi, SH. MH (Dosen Prodi Ilmu Hukum FISIP-UTU) untuk memaparkan secara singkat berbagi pengalaman (sharing), kiat dan trik bagaimana bisa dengan mudah untuk lulus Serdos.

Dr. Mursyidin antara lain menyampaikan, pemberian Serdos ini pada prinsipnya, pemerintah menghargai kinerja/profesi dosen dengan memberikan tambahan gaji satu bulan. Namun, yang penting perlu diketahui bersama bahwa, lulus serdos itu bukan hanya untuk mendapatkan tambahan gaji satu bulan semata, tetapi ada hal-hal lain yang juga penting seperti untuk mengajukan kepangkatan dosen ke jenjang Lektor Kepala (LK).

Jika belum mendapatkan Serdos, akan terkendala untuk pengurusan LK. Untuk itu, “saya berharap ikutilah sosialisasi ini dengan serius untuk kepentingan diri masing-masing dosen, agar calon peserta Serdos bisa mendapatkan pengetahuan guna mengikuti seleksi Serdos ke depan. Usaha dan doa itu utama, semoga dosen UTU bisa memperoleh serdos semuanya”, harap Dr. Mursyidin.

Sementara itu, Herdi Susanto, yang juga selaku pemateri sosialisasi antara lain menjelaskan, dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani  rohani, dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Diuraikan, persyaratan sebagai peserta sertifikasi adalah: 1). Memiliki NIDN untuk dosen tetap atau memiliki NIDK untuk Dokter Pendidik Klinis, atau memiliki NIDK untuk dosen paruh waktu, 2). Memiliki jabatan fungsional sekurang-kurangnya Asisten Ahli (AA), 3). Memiliki pangkat/golongan ruang atau inpassing bagi dosen non-ASN, 4). Memiliki masa kerja sebagai dosen sekurang-kurangnya 2 tahun secara berturut-turut terhitung mulai tanggal (TMT) pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional dosen, 5). Memenuhi Beban Kerja Dosen (BKD) 2 tahun berturut-turut, 6). Memenuhi nilai ambang batas (passing grade) Tes Kemampuan Dasar Akademik (TKDA) dan Tes Kemampuan Berbahasa Inggris (TKBI) dari Lembaga yang diakui Kemendikbudristek, 7). Memiliki sertifikat Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) yang diakui Kemendikbudristek.

“Peserta yang telah mengikuti Serdos sebanyak 3 kali dan hasil penilaian fortofolionya menyatakan tetap tidak lulus, maka peserta tersebut tidak diperkenankan mengikuti Serdos keempat kalinya, kecuali telah melalui proses pembinaan selama satu tahun oleh perguruan tinggi. Apabila pada kali keempat mengikuti Serdos, peserta tersebut tidak lulus maka yang bersangkutan tidak dapat mengikuti Serdos”, ujar Herdi mengutip berdasarkan ketentuan yang ada. (Pimred UTU News)

Lainnya :