Project Sosial Tim Dosen UTU Lolos 100 Besar PFMuda 2022, Berpeluang Raih Hadiah Rp. 50 Juta
  • UTU News
  • 12. 08. 2022
  • 0
  • 994

MEULABOH - UTU | Gagasan tim dosen Universitas Teuku Umar tentang restorasi habitat ikan karang Menggunakan Metode Eco Fish Shelter Berbasis Masyarakat Adat Laot lolos dan masuk 100 besar dari 7800-an proposal yang diajukan ke Pertamina Foundation tahun 2022.

Proposal tersebut diajukan dalam rangka mengikuti program Kompetisi Proyek Sosial Pertamina Foundation Muda yang dilaksanakan Pertamina Foundation sebagai ajang adu gagasan anak muda Indonesia dalam menuntaskan isu-isu sosial.

Kompetisi yang rutin dilaksanakan setiap tahun itu bertujuan untuk memberi kesempatan generasi muda usia 18-35 tahun untuk berkreasi menuangkan gagasannya menjadi proyek social yang bermanfaat bagi masyarakat.

Samsul Bahri, M.Si selaku ketua tim pengusul kepada media ini mengatakan tahap pertama kita lolos di 250 besar dari 7800-an proposal yang masuk. Kemudian setelah melewati tahapan presentasi proposal dan wawancara, Alhamdulillah gagasan kita kembali terpilih untuk masuk 100 besar.

"Kemudian tahap terakhir proses seleksi Demoday, yaitu seleksi presentasi dan FGD proyek sosial dengan para dewan juri dan peserta melalui Presentasi proyek dan sosial bisnis model canvas (SBMC)," jelasnya.

Lanjutnya, jika pada tahapan terakhir nanti kita berhasil lolos 50 besar, maka PF Muda akan menggelontorkan dana sebesar Rp. 50.000.000,00- untuk pembiayaan project sosial yang kita usul.

Lebih lanjut Samsul Bahri menerangkan, program tersebut dibuka sejak 1 - 20 Mei 2022 silam. Di rentang waktu itu, Ia bersama tim menyiapkan proposal semaksimal mungkin. Adapun tim yang terlibat dalam project ini yaitu kolaborasi 3 perguruan tinggi + komunitas.

"Terlibat sebagai tim yaitu Hafinuddin, M.Sc (Dosen Universitas Teuku Umar), Irfannur, M.Si (Universitas Al Muslim, Bireuen) serta Fajar Oza Paratama, S.Kel (Komunitas Gerakan Peduli Lingkungan, Meulaboh). Selain itu juga terlibat sebagai supervisor, Prof. M. Ali S, M.Si (Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh)," jelas Samsul Bahri

Menurutnya, gagasan itu didesain bersama sebagai solusi yang ditawarkan untuk menuntaskan persoalan tingginya eksploitasi dan aktifitas penangkapan membuat terumbu karang yang merupakan rumah ikan menjadi hancur dan bahkan rusak disebabkan aktifitas penangkapan yang tidak ramah lingkungan.

Tujuan dari project ini yaitu untuk membentuk habitat baru bagi ikan karang dan membentuk daerah penangkapan ikan bagi nelayan kecil di kabupaten Aceh Barat Daya.

"Mohon do'anya mudah-mudahan kami yang mewakili institusi UTU bisa lolos sampai tahap akhir dan bisa memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat," tuturnya. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :