Prodi SDA UTU Gelar Kuliah Umum, Mangrove Penjaga Biodiversitas Biota Akuatik
  • UTU News
  • 19. 05. 2022
  • 0
  • 728

MEULABOH - UTU | Program Studi Sumber Daya Akuatik (SDA) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Teuku Umar menyelenggarakan kegiatan kuliah umum dengan mengundang pakar mangrove Indonesia, pada Rabu (18/5/2022). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk lain dari kegiatan pembelajaran dengan tujuan akhir menambah pengetahuan dan keilmuan fokus bidang tertentu kepada mahasiswa. 

Adapun rangkaian kegiatan peningkatan kompetensi mahasiswa yang disinergikan dengan kegiatan lapangan SDA Journey 6. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keilmuan mahasiswa tentang peran mangrove sebagai penjaga biodiversitas biota perairan.

Wakil Dekan I FPIK UTU Dr. Muhammad Rizal S.Pi, M. Si, dalam sambutannya mewakili dekan menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat menjadi kegiatan yang positif dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa dan keilmuan pengelolaan mangrove berkelanjutan serta memperkuat jalinan kerjasama.

Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari berbagai Prodi di Universitas Teuku Umar yang telah melakukan pendaftaran secara online. Selain mahasiswa kegiatan ini juga dihadiri oleh dosen di lingkup FPIK, Lembaga Gerakan Peduli Lingkungan/GPL Aceh Barat dan perwakilan dari PT. MIFA Bersaudara. Narasumber kuliah umum SDA merupakan pakar tropical ecology and biodiversity conservation, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara yaitu bapak Onrizal., PhD. Kuliah umum berjalan lancar dengan dipandu oleh Dr. Edwarsyah, SP. MP.

Onrizal., PhD sebagai narasumber dalam paparannya menyatakan bahwa ekosistem mangrove sangat penting dalam menjaga keanekaragaman jenis dan populasi biota perairan. Hal ini karena mangrove merupakan dasar rantai makanan di perairan pesisir. Sekitar 2/3 biota akuatik hanya hadir pada mangrove yang masih baik dan tidak ditemukan pada mangrove yang rusak. Sebagai contoh, hampir seluruh udang hasil tangkap di Selat Malaka sangat tergantung pada mangrove.

Narasumber juga memaparkan 5 rekomendasi pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan yaitu 1) mempertahankan mangrove yang baik sebagai prioritas utama- zero degradasi dan deforestasi, 2) memulihkan mangrove yang rusak secara integratif, 3) Pengembangan teknik dan tata kelola tambak-mangrove yang produktif dan lestari pada kawasan mangrove yang sudah terlanjur ada tambaknya, 4) melakukan berbagai kajian mulai dari penelitian dasar, peneltian terapan sampai penelitian pengembangan, dan 5) meningkatkan promosi pemanfaatan mangrove yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua panitia Eka Lisdayanti, S.Kel, M.Si menyampaikan bahwa kuliah umum para pakar dapat menjadi motivasi mahasiswa untuk memperdalam  bidang pengelolaan mangrove.

Seluruh peserta kuliah umum sangat antusias ditunjukkan dengan peserta yang bertanya terkait pengelolaan ekosistem mangrove. Point statement narasumber sebelum materi berakhir adalah memotivasi agar semangat melakukan penelitian dan menjaga integritas akademisi (dosen dan mahasiswa) serta menutup dengan kalimat inspiratif bahwa melakukan penelitian adalah upaya mengungkap rahasia alam yang merupakan bentuk ibadah. (*)

Komentar :

Lainnya :