Pimpinan UTU Laksanakan Monev Program PPK Ormawa HIMADISTRA FISIP di Beutong
  • UTU News
  • 19. 09. 2022
  • 0
  • 346

MEEULABOH - UTU│Pimpinan Universitas Teuku Umar yang diwakili oleh Kepala Biro AKPK, Drs. H. T. Muslim Raden, M.Si melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) HIMADISTRA Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar, yang sedang berlangsung Meunasah Krueng, Beutong, Nagan Raya, Sabtu (17/9/2022).

Adapun monev tersebut terkait perkembangan dan kemajuan atas keberlangsungan program sekolah geutanyoe yang melibatkan forum perempuan dan forum anak di desa Meunasah Krueng. 

Rangkaian acara dibuka oleh sambutan Safrida, S.Sos., M.A.P selalu pembimbing PPK Ormawa lalu diikuti dengan sesi presentasi oleh Lilis Sartika sebagai Ketua TIM PPK ORMAWA HIMADISTRA. Presentasi tersebut memaparkan kegiatan yang telah dilakukan selama berlangsungnya program serta perubahan pada  sekolah perempuan dan pojok informasi yang  dikembangkan oleh tim sejak awal mengabdi di Desa Meunasah Krueng sampai setelah dua bulan program berjalan.

Perubahan juga terlihat pada tingkat pemahaman calon pengurus perempuan yang sebelumnya sangat tabu dengan isu kekerasan seksual dan kini menjadi lebih sadar dan paham terkait hal tersebut.

Cut Meurawan (17) sebagai salah satu perwakilan dari forum anak ditunjuk untuk menyampaikan sejauh mana pemahaman yang telah diterima-nya selama beberapa kali mengikuti  pelatihan bersama Dinas dan pembinaan bersama Tim.

Ia mengungkapkan bahwa “…Yang saya dapatkan selama berlangsungnya program terutama terkait beberapa fungsi keluarga hingga wawasan tentang (penyebab) terjadinya kekerasan seksual dan masalah perkawinan paksa oleh kedua orang tua sehingga (menyebabkan) pendidikan anak terputus”

Fitrianis (32) selaku perwakilan dari forum perempuan juga menguraikan bahwa “Banyak yang saya dapatkan terutama terkait fungsi keluarga, menurut saya (salah satu) fungsi yang paling penting adalah fungsi agama yang dapat mencegah terjadinya kekerasan seksual selain itu fungsi ekonomi, kasih sayang dan reproduksi juga sangat penting. Saya juga mengikuti senam sehat sekaligus problem sharing bersama mahasiswa karena sebelumnya belum ada kegiatan seperti itu di Desa Meunasah Krueng”.

Sementara itu, Drs. Muslim Raden, M.Si memberikan masukan atau feedback terhadap hasil evaluasi Tim dengan memberi penekanan pada beberapa indikator yang terdiri atas kualitas pekerjaan yang harus seimbang dengan waktu tempuh berjalannya program, nilai-nilai yang layak untuk ditinggalkan kepada masyarakat serta kemampuan tim dalam menjelaskan kepada ibu-ibu dan anak-anak terkait isu kekerasan seksual yang cukup sensitif sehingga dapat diterima dengan baik.

Ia juga memberi saran kepada Tim agar dapat memperluas kemitraan dengan DPRD (Dewan Perwwakilan Daerah) Komisi D Nagan Raya  terkait pemberdayaan perempuan, Dinas Pendidikan, Dinas Syariat Islam dan BAPPEDA (Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah).

Ia menyampaikan bahwa “Harapan saya jadilah gampong Pak Keuchik sebagai gampong percontohan, forum jangan sampai sekali dibuka dan sekali ditutup” katanya

Hal yang hampir serupa juga diungkapkan oleh ketua Tim bahwasanya meskipun Tim PPK ORMAWA HIMADISTRA telah meninggalkan tempat ini, harapannya sekolah perempuan tetap hidup dan bisa menjadi wadah pencegahan dan pengaduan kekerasan seksual bagi para perempuan.

Safrida, S.Sos., M.A.P selaku dosen pembimbing mengatakan “Sudah 2 bulan berada disini dan Alhamdulillah banyak dukungan dari desa dan keuchik yang kami dapatkan melalui penyediaan tempat sekolah perempuan, fasilitas, alat penunjang dan lain-lain”.

Selain itu, Keuchik Desa Meunasah Krueng, Jailani, turut menyampaikan dukungannya terhadap program sekolah perempuan sebagai upaya penguatan kapasitas perempuan dalam pencegahan kekerasan seksual sebagai pengaplikasian delapan fungsi keluarga. Ia menyampaikan kesiapannya untuk memberi bantuan baik secara pikiran ataupun peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang sekolah perempuan. (HUMAS UTU)

Komentar :

Lainnya :