178 Sarjana Lulusan FISIP UTU Diyudisium
  • UTU News
  • 18. 01. 2023
  • 0
  • 548

MEULABOH, UTU – Sebanyak 178 sarjana dari 4 (empat) program studi lingkup Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Teuku Umar (FISIP-UTU) diyudisium, Selasa, 18 Februari 2023. Yudisium yang digelar di Aula Gedung Baru UTU, dihadiri orangtua/wali sarjana.  Yudisium dilakukan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Teuku Umar (FISIP-UTU), Basri, SH.,MH.

Peserta yudisiawan itu terdiri dari Laki-laki 50 orang, perempuan 128 orang. Dari Prodi Administrasi Negara 80 orang, dari Prodi Sosiologi 23 orang, dari Prodi Ilmu Komunikasi 47 orang, dan dari Prodi Ilmu Hukum 21 orang.  Dari jumlah sebanyak itu, lulus terpuji (cumlaude) mencapai 79 orang. Lulus terpuji itu dari Prodi Ilmu Administrasi Negara 59 orang (67,8 persen), dari Prodi Sosiologi 2 orang (8,69 persen), dari Prodi Ilmu Komunikasi 18 orang (38,3 persen). Sedangkan lulus sangat memuaskan 92 orang, dan lulus memuaskan 7 orang. “Yudisium kali ini jauh lebih meningkat dari peserta yudisium sebelumnya”, ujar Dekan Basri.

Dekan Basri antara lain menyampaikan, para yudisiawan hari ini patut bersyukur karena sudah mampu menyelesaikan studi dan meraih gelar sarjana, setelah melewati proses pembelajaran dan berbagai tantangan. “Mendapatkan sarjana itu bukan hal yang mudah, tapi perlu perjuangan. Anda sudah melewati berbagai tahap proses pembelajaran, hingga sampai pada suatu tujuan yang dicita-citakan dengan memperoleh gelar sarjana”, ujar Basri.

Namun, yang perlu dicamkan dan diketahui, bahwa kehidupan ini tidak hanya sampai disitu. Anda harus yakin, untuk meraih masa depan itu harus optimis, jangan pesimis. Apa yang sudah didapatkan selama kuliah merupakan suatu momentum untuk menatap masa depan yang lebih cerah. “Anda jadikan hari ini sebagai awal menuju masa depan yang lebih baik”, ujar Basri mengharapkan.

Basri menekankan, lulus terpuji itu hanya formalitas. Tapi, substansinya belum tentu bisa diwujudkan ketika Anda berada di masyarakat. “Lembaga perguruan tinggi tidak pernah mendidik menjadi pencari kerja, tetapi Anda dididik untuk siap dalam menghadapi tantangan dalam masyarakat. Dengan ilmu yang sudah Anda dapatkan, bersiaplah menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan bermasyarakat”, tegas Basri. (***)

Lainnya :