Wartawan Senior Latih Mahasiswa UTU Menulis Berita “ In Depth News”
  • UPT_TIK
  • 23. 11. 2021
  • 0
  • 385

MEULABOH, UTU – Wartawan/Redaktur Senior Harian Serambi Indonesia yang juga praktisi jurnalistik Aceh, Yarmen Dinamika,  kembali membimbing mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) tentang literasi madia dan perkembangan jurnalistik dalam konsep penulisan 3W dan 4B, Minggu, 21 November 2021.

Pendalaman Materi Mata Kuliah Praktik Jurnalistik gelombang ke-3 Tahun 2021,  yang belangsung di Markas Besar Harian Serambi Indonesia dan Warkop Oen Kupi, Lampineng Banda Aceh, juga diundang Rena Juliana, S.Pd.,M.Pd (Dosen STAIN Meulaboh-Aceh Barat), menyampaikan materi  wawasan literasi media dan teknik penulisan ragam bahasa sastrawi ke dalam praktik jurnalisme. Pemberian materi jurnalistik yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab berlangsung sangat antusias.

Pendalaman materi kali ini fokus tentang cara-cara menulis laporan mendalam (in depth news), investigative news and secondary news, yang dikemas ke dalam konsep penulisan 3W dan 4B. “Konsep penulisan 3W dan 4B itu adalah what happen (dengan unsur 5W + 1H), what that mean to me, dan what should I do serta practical benefit, intellectual benefit, emotional benefit, spiritual benefit”, Yarmen memaparkan.

Yarmen menjelaskan, in depth news dan investigative news bentuk praktik jurnalitik tertinggi bagi jurnalis dalam konsep penulisan 3W dan 4B. Dalam mengikuti perkembangan jurnalistik saat ini dan ke depan, seorang penulis (jurnalis) dituntut mampu menjabarkan konsep penulisan 3W dan 4B dalam memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat melalui publikasi media, sehingga masyarakat tidak hanya menerima informasi semata tetapi publik mampu mengambil manfaat dan bersikap atas informasi yang diterima.

Tema pendalaman materi Mata Kuliah Praktik Jurnalistik bagi mahasiswa Semester III Tahun 2021 (gelombang ke-3 ) kali ini adalah, “Bimbingan Literasi Media Dalam Perspektif Jurnalistik Bagi Calon Insan Pers dari FISIP UTU di Harian Serambi Indonesia”. Dalam materinya, Yarmen antara lain menyampaikan, menulis bukanlah bakat, melainkan kemauan yang terus diasah dengan cara berlatih dan mendapat apresiasi. “Dalil-dalil literasi antara lain, tulislah apa yang kamu kerjakan dan kerjakanlah apa yang kamu tulis, bingkailah ilmu dengan cara menuliskannya, menulis adalah pekerjaan untuk keabadian, dengan membaca Anda mengenal dunia, dengan menulis dunia akan mengenal Anda”, ujar Yarmen.

Yarmen juga menyampaikan perkembangan media Harian Serambi Indonesia di era digital saat ini. “Anda berutung  berkunjung ke Harian Serambi Indonesia, karena di Serambi lengkap semua. Dulu kita mengenal kantor redaksi, tapi belakangan namanya menjadi newsroom. Kenapa, newsroom karena dia menjadi kantor berita”.

Ciri-ciri kantor berita itu, menurut Yarmen,  menghasilkan berita lalu dishare ke berbagai platform yang ada. PT. Aceh Media Grafika, mencetak dua koran yaitu Harian Serambi Indonesia dan Prohaba. Selain itu ada online. Ciri-ciri berita online juga sudah berubah. Berita online sekarang lebih lanjang dari pada berita cetak. Kenapa lebih panjang, supaya banyak iklannya, karena iklan disisipkan oleh google.

Kepada para mahasiswa diperkenalkan juga sistem pengelolaan media yang terintegrasi di Newsroom dan Unit Percetakan Harian Serambi Indonesia. Selama di newsroom, mahasiswa didampingi untuk mengetahui seluk-beluk penerbitan koran (Serambi Indonesia dan Prohaba), portal online Serambinews.com, Radio Serambi FM, Serambi on TV, Kompas TV Aceh, dan percetakan komersial maupun percetakan koran milik PT Aceh Media Grafika.

Dalam kesempatan itu, Yarmen menjelaskan secara detil, tulisan yang berkualitas itu ada 4 unsur atau pilar sebagai penopangnya yaitu melahirkan ide, bahan, bahasa, dan teknik penyajian.  Dengan penuh semangat dan serius menjelaskan perkembangan jurnalistik saat ini, termasuk kemajuan yang telah dicapai oleh Perusahaan Media Harian Serambi Indonesia.

Oleh karena itu, dalam tatanan dunia modern, menurut Yarmen, praktik jurnalisme itu semakin menantang. Makin hari makin tinggi kualifikasi yang dibutuhkan. "Untuk itu, adik-adik mahasiswa ilmu komunikasi perlu membekali diri untuk menambah pengetahuan ekstra dari sekadar  yang diajarkan di kampus," kata Yarmen, yang juga dosen luar biasa UIN Ar-Raniry-Banda Aceh.

Yarmen mengingatkan, bahwa dunia pers sekarang makin berkembang. Maka, teruslah belajar, perdalam ilmu jurnalistik di dalam maupun di luar kampus. "Karenanya, semua teori jurnalistik yang telah diajarkan di kampus oleh para dosen, hari ini kita duduk kembali mereview-nya apakah sudah sesuai atau tidak dengan kebutuhan dunia kerja. Jangan berkutat dengan teori saja. Tiap tahun melamar kerja tetapi tidak diterima, itu karena tidak ada relevansi antara dunia kampus dengan kebutuhan dunia kerja.”  Yarmen membeberkan kiat-kiat menulis, termasuk menulis buku, menulis artikel serta menjelaskan juga tentang dalil-dalil literasi, agar artikel yang ditulis berhasil dimuat di media nasional, bahkan internasional. (***)

Lainnya :