Pemateri Dr. Mursyidin,
  • UTU News
  • 04. 04. 2019
  • 0
  • 221

MEULABOH – Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni- Universitas Teuku Umar (UTU), Dr. Mursyidin, MA diundang menyampaikan materi diskusi panel pada kegiatan Roadshow Perpustakaan yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, di Aula Bappeda, Kabupaten Aceh Barat, 4 April 2019.

Kegiatan Roadshow Perpustakaan, yang dibuka Sekda Aceh Barat, Drs. Adonis, M.Si, diikuti sekitar 200 peserta, mahasiswa, Siswa SMA dan SMK, serta dihadiri para pejabat dari SKPK Aceh Barat. Materi yang disampaikan Dr. Mursyidin adalah Pengembangan Minat Baca Menuju Aceh Carong. Kegiatan  Roadshow Perpustakaan yang bertema “Meningkat Minat dan Budaya Baca Mencapai Generasi Yang  Berpengetahuan dan Beretika Menuju Aceh Carong”, juga sekaligus peluncuran E-Pustaka Aceh, bagi yang berminat baca, buku dapat diakses lewat internet.

Mursyidin dalam menyampaikan meterinya mengawali dengan memberikan pemahaman terhadap tafsir QS. Surat Al-`Alaq (Ayat 1 sampai 5). Tafsir ayat 1 sampai 5 Firman Allah SWT tersebut, Dr. Mursyidin  memberikan pemahaman antara lain  bagaimana membaca dengan baik dan benar( how to read), dengan membaca kita dapat mengetahui kondisi yang sebenarnya (how to learn). Setelah itu, kita disuruh menghayati apa yang telah dibaca (how to understand). Setelah dibaca, diketahui, dan dihayati kandungan dari Firman Allah SWT itu, kita dianjurkan untuk mengimplementasikan yang telah dibaca (how to actualize).

Mursyidin menerangkan, manfaat membaca dalam perkembangan masyarakat akan meningkatkan pengetahuan, meningkatkan kecerdasan, menumbuhkan sikap kritis, dengan menyalurkan/menstranfer ilmunya untuk kemajuan umat yang dapat diimbangi dengan melahirkan gagasan baru untuk menjadi bahan pencerahan bagi masyarakat.

Faktor yang mempengaruhi minat baca seseorang, menurut  Mursyidin  adalah adanya dorongan dari dalam diri masing-masing,  lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah dan sistim pendidikan nasional juga menjadi faktor penentu.

Namun, faktor yang menghambat peningkatan minat baca dalam masyarakat juga sangat dipengaruhi semakin langka terbitan buku-buku dalam negeri untuk anak-anak dalam masyarakat, kurangnya bimbingan dari orangtua, pengaruh televisi juga dapat menghambat minat baca bagi anak-anak, dan ditambah lagi dengan harga buku tidak menjangkau bagi seluruh elemen masyarakat. Dalam kegiatan itu, Mursyidin  juga menyampaikan bagaimana mencetuskan proses terciptannya budaya baca serta perlu tersedianya perpustakaan sebagai taman bacaan yang nyaman dan lengkap.

Dalam kesempatan itu, Mursyidin antara lain mengarahkan bagaimana mengelompokkan usia dalam proses pembelajaran. Dari  usia 1 sampai 3 tahun, bimbingan keluarga lebih utama dengan cara pengenalan alat bermain yang mengandung unsur bacaan. Anak pada usia 4 sampai 6 tahun, ini menuju  tahapan memasuki taman kanak-kanak, dengan tersedianya sarana bacaan ringan yang mudah dipahami serta perlu alat peraga belajar dan membaca.

Pada Usia 7 sampai 12, mulai mengenal lingkungan sekolah dasar, memperkenalkan bacaan ringan baik bergambar atau tidak, mengenalkan bacaan lain sebagai pendukung seperti majalah, atau media lainnya. Diusia 13 sampai 18, masuk dalam lingkungan pendidikan jenjang SLTP dan SLTA. Pada periode ini,  selain didorong untuk menggemari bacaan buku-buku sekolah juga perlu ada bacaan lain seperti cerita-cerita bermanfaat, termasuk novel, majalah, surat kabar dan olahraga.

Selain Dr. Mursyidin menyampaikan materi, pemateri lainnya pada kegiatan roadshow perpustakaan tersebut adalah adalah Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr. Wildan, M.Pd dan Didi Setiadi (Kabid Layanan Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan. (Zakir)

Lainnya :