UTU Raih Posisi 22 Nasional untuk Universitas Terhijau Versi UI Green Metric
  • UTU News
  • 04. 12. 2019
  • 0
  • 292

MEULABOH, UTU - Universitas Teuku Umar (UTU) memiliki komitmen yang tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup kampus untuk menjadi kampus ramah lingkungan. Terhadap komitmen tersebut, UTU berhasil meraih peringkat 22 Nasional UI GreenMetric dan peringkat 422 tingkat Internasional. Bangganya lagi, UTU merupakan kampus terhijau di Aceh versi Rangking UI-Greenmetric.

Acara penganugerahan UI GreenMetric ini dilaksanakan pada Selasa, (3/12) di Balai Sidang Universitas Indonesia yang dihadiri oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pemeringkatan ini terbagi menjadi dua, yakni peringkat di dunia dan peringkat di Indonesia. Hadir pada acara ini Rektor UI Muhammad Anis, Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Badan Riset Inovasi Nasional Muhammad Dimyati, Inspektur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Laksmi Wijayanti, serta Ketua UI GreenMetric Riri Fitri Sari. Sementara UTU diwakili oleh Wakil Rektor II Dr. Ishak Hasan, M.Si didampingi tim UTU GreenMetric, Meylis Safriani, ST., MT.

UI GreenMetric merupakan sebuah inovasi UI yang sudah dikenal luas di dunia internasional sebagai pemeringkat perguruan tinggi pertama di dunia dalam hal kampus hijau dan berkelanjutan (green & sustainable campus). Pengukuran ini berbasis komitmen tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup kampus. Pemeringkatan UI GreenMetric World University Rankings 2019 dilandasi oleh tiga filosofi dasar, yakni Environment, Economic, dan Equity (3’Es). Bobot indikator penilaian terdiri atas Keadaan dan Infrastruktur Kampus (15%), Energi dan Perubahan Iklim (21%), Pengelolaan Sampah (18%), Penggunaan Air (10%), Transportasi (18%), dan Pendidikan (18%).

Ketua UI GreenMetric, Prof. Riri Fitri Sari dalam sambutanya menyampaikan bahwa, jumlah peserta di ajang ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Di tahun 2017 ada 619 perguruan tinggi dari 76 negara yang ikut serta. Pada tahun 2018 meningkat ke angka 719 universitas dari 81 negara di dunia dan Tahun ini jumlah peserta mencapai 780 universitas dari 85 negara di dunia. Tujuan dari UI Greenmetric adalah untuk mengajak universitas-universitas di dunia dan di Indonesia dalam melakukan penghijauan kampus demi terwujudnya lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Wakil Rektor II UTU, Dr. Ishak Hasan kepada media UTU.News mengabarkan rasa senang dan bangga atas capaian ini. Beliau mengapresiasi tim UTU GreenMetric yang telah bekerja keras dan memperoleh hasil yang significan. "Berharap untuk kedepan semakin ditingkatkan, kelemahan dan kekurangan sama-sama kita perbaiki dan mendorong setiap komponen di kampus untuk turut menjaga lingkungan agar bersih dan bebas dari sampah".

Sementara Meylis Safriani, ST., MT. mewakili tim UTU GreenMetric mengucapkan rasa syukur dan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan kampus UTU menjadi kampus terhijau di Aceh, dan diperingkat Nasional kita menempati peringkat 22.

Lanjutnya, dari segi pencapaian bobot penilaian, UTU lebih meningkat dibandingkan tahun lalu. Tahun 2018 total nilai yang diraih yakni 3.750, sedangkan tahun ini nilai yang kita raih bertotal 4.800. Peningkatan nilai tersebut dikarenakan pada tahun 2019, UTU terus melakukan beberapa program greencampus diantaranya program yang mendukung pengurangan pemakaian kertas dan plastik yang telah dilaksanakan yaitu program Bring Your Own Bottle, Program Diet Plastik, pengurangan kertas dan plastik, dan Bycycle on campus.

Dukungan dan kebijakan Rektor UTU terkait pengurangan sampah plastik dan kampus
1). UTU sudah mengedarkan surat edaran dengan Nomor 19/UN59/SE/2019 mengenai penggunaan thumbler dan melarang Penggunaan Kemasan Air Minum Berbahan Plastik Sekali Pakai. Saat ini, di setiap kegiatan sudah dihimbau kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk menggunakan thumbler saat pengisian air minum. Di setiap kegiatan maupun rapat kampus dihimbau tidak lagi menyediakan air minum dalam kemasan atau botol plastik. Tempat untuk isi ulang / dispenser, galon air, dan gelas minum di setiap ruang kerja disediakan agar memudahkan dosen dan tenaga kependidikan untuk mengisi thumbler. Pada kegiatan SIMBA tahun 2019, seluruh mahasiswa baru dihimbau untuk menggunakan thumbler. Kegiatan SIMBA selama 3 hari dan sudah dapat mengurangi botol plastik 88% dibandingkan kegiatan SIMBA pada tahun 2018.

2). Program Paperless Box yaitu UTU menyediakan kotak untuk peletakan kertas yang sudah digunakan atau terdapat kesalahan ketikan oleh dosen, mahasiswa maupun tendik. Kemudian dalam hal konsultasi/bimbingan mahasiswa dapat mengambil kertas tersebut untuk dipakai sisi bagian belakang kertas yang masih kosong. UTU juga sudah menghimbau digitalisasi dokumen. Artinya dokumen dan proses bimbingan dapat dilakukan melalui online. (Surat Edaran Nomor 20/ UN59/SE/2019).

3). Universitas Teuku Umar terus berusaha untuk menjaga lingkungan udara yang bersih dan sehat di mana sebagian besar tanah dikelilingi oleh penghijauan dan tumbuh-tumbuhan alami. Oleh karena itu UTU menggunakan transportasi terintegrasi di mana UTU sudah memiliki 3 (tiga) unit bus untuk membawa mahasiswa dan penghuni kampus lainnya ke tujuan mereka di lingkungan kampus UTU dan memiliki 97 unit sepeda yang dapat digunakan sepenuhnya untuk kepentingan transportasi di dalam Universitas Teuku Umar . Kampus UTU memiliki program Bicycle on Campus yang merupakan salah satu program yang bertujuan mengurangi emisi gas. Pedoman Teknis untuk menggunakan sepeda dibuat agar penggunaan dan peminjaman sepeda kampus lebih sistematis. Sepeda kampus hanya boleh digunakan di area lingkungan kampus. Inisiatif UTU untuk terus meminimalkan polusi udara karena emisi asap kendaraan dan berkomitmen untuk menjaga kualitas udara lingkungan. Utu telah merencanakan untuk meningkatkan jumlah bus dan sepeda di masa depan serta merancang pembangunan tempat parkir sepeda.

Rektor UTU, Prof. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA menyatakan sangat senang atas pencapaian ini, beliau mengharapkan UTU akan terus berupaya untuk membuat kampus UTU sarat dengan lingkungan seperti dalam pengelolaan dan pengolahan limbah . Saat ini UTU sudah memiliki UTU Farm yang mana didalamnya terdapat berbagai jenis tumbuhan pisang, dan juga sudah melakukan penanaman pohon-pohon yang bermanfaat seperti pohon tin, pohon kurma, dll. UTU Farm juga merupakan bagian dari konservasi air.


Untuk meningkatkan peringkat ditahun selanjutnya, ke depannya UTU akan terus mengeluarkan inovasi baru untuk menghijaukan lingkungan kampus. Upaya-upaya penghijauan kampus seperti mengganti seluruh lampu di fakultas dengan lampu jenis LED, mengolah air limbah, membuat penampungan air hujan, dan membuat taman-taman. (Aduwina / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :