UTU Mengembangkan Sistim Pembayaran UKT-ONLINE
  • UPT_TIK
  • 06. 07. 2018
  • 0
  • 439

MEULABOH – Universitas Teuku Umar (UTU)  yang telah dinegerikan, 1 April 2014, harus diakui masih banyak tantangan serta kelemahan dalam pemberian pelayanan prima kepada stakeholder.

Tantangan utama yang dihadapi adalah masih rendahnya infrastruktur yang tersedia, baik infrastruktur fisik maupun non fisik. Pengelolaan universitas ke arah yang lebih profesional tentu bukan hal yang mudah, merubah mindset yang telah terbentuk pada era pra penegerian tentu membutuhkan usaha yang kuat dan komitmen yang nyata.

Kepala Bagian Keuangan Universitas Teuku Umar (UTU), Zulfirman, SE.,M.Si mnyebutkan,  untuk menjawab tantangan itu, pengelola UTU akan segera melakukan berbagai terobosan, kebijakan dan perubahan yang signifikan, misalnya   dalam hal Pengelolaan Penerimaan Bukan Pajak (PNBP) khususnya mekanisme pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Menurut Zulfirman, bagian keuangan yang melaksanakan fungsi pelaksanaan anggaran, urusan perbendaharaan dan urusan akuntansi dan pelaporan bertugas melakukan urusan pembiayaan penerimaan, penyimpanan, pembayaran dan pertanggungjawaban anggaran penerimaan Negara bukan pajak dan non penerimaan Negara bukan pajak.

Namun, hal yang terkait khusus pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) saat ini belum tersedia teknologi informasi yang memadai. Kondisi ini menyebabkan in-efisiensi dalam pemberian pelayanan, misalnya untuk menverifikasi mahasiswa yang telah membayar UKT (Uang Kuliah Tunggal) masih dilakukan secara manual. “Untuk memastikan apakah mahasiswa telah membayar UKT harus dibuktikan dengan slip pembayaran UKT yang telah divalidasi oleh pihak Bank penerima. Belum lagi setiap mahasiswa yang akan mengikuti ujian akhir harus melampirkan surat keterangan lunas UKT”, ujar Zulfirman.

Antrian di Bank, kata Zulfirman, menjadi pemandangan yang rutin terjadi pada periode pembayaran UKT, “Ini tentu tidak efisien bagi mahasiswa”. Karenanya, berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukan perubahan yang sangat penting dan berarti dalam hal pengelolaan penerimaan bukan pajak (PNBP) khususnya mekanisme pembayaran UKT. Perubahan dimaksud perlunya pengembangan  Sistim Informasi Akademik (SIAKAD) yang telah ada dan dapat terintegrasi langsung ke database Perbankkan.

Langkah yang diambil untuk menjalankan sistim tersebut diperlukan integrasi sistim SIAKAD dengan sistim yang ada di Perbankan atau yang dikenal dengan  Host to Hos t(H2H). H2H merupakan,  “sistim antar server yang terhubung satu sama lain secara langsung“. Lebih sederhananya:  Komunikasi atau hubungan di dalam suatu jaringan komputer yang terjadi antar host, yaitu komputer dengan perangkat lain yang terhubung satu sama lain”, ujar Zulfirman.

Menindaklanjuti rencana pengembangan SIAKAD, Kepala Bagian Keuangan UTU, Zulfirman, SE.,M.Si,  didampingi tenaga IT-UTU, Zulfitriyanto, ST, melakukan video conference dengan pihak Kanwil Bank BNI Medan, Sumatra Utara dan staf Kantor Pusat BNI yang bertempat di ruang conference room BNI Cabang Meulaboh, Selasa, 3 Juli 2018.

Dari hasil pertemuan melalui video conference itu, Tim IT Universitas Teuku Umar perlu melanjutkan pertemuan secara langsung dengan Tim IT Kanwil BNI Medan dan juga akan dilaksanakan brainstorming dengan beberapa universitas lain  yang telah melaksanakan kerjasama dengan BNI di Wilayah Kota Medan antara lain Politeknik Negeri Medan dan Poltekkes Medan, sebut Zulfirman.

Diharapkan, dengan terintegrasinya sistim SIAKAD dengan sistim pembayaran di Bank BNI maka terjadi peningkatan pelayanan kepada stakeholder Universitas Teuku Umar khususnya mahasiswa, sehingga penggunaan teknologi informasi yang ter-update tersebut dapat meningkatkan value universitas secara keseluruhan. (Muzakkir)

Lainnya :