UTU Kumpulkan Ilmuwan Sosial dua Negara, Bahas Isu-Isu Komuniti
  • UTU News
  • 22. 11. 2022
  • 0
  • 612

MEULABOH - UTU | Universitas Teuku Umar sebagai Kampus Sumber Inspirasi dan Referensi, yang memiliki Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, menyelenggarakan Seminar Serantau Isu-Isu Komuniti (SSIK) 2022. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 24-25 November 2022.

"Penyelenggaran SSIK 2022 fokus pada masalah aksi kolaborasi, mobilitas, perjumpaan budaya, dan saling koneksi sosial. Ini menjadi bagian penting dalam pola hubungan sosial, pembentukan institusi, dan nilai-nilai baru masyarakat,” kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UTU Basri, SH., MH ditemui di Gedung Kuliah Terintegrasi, Kampus UTU, Selasa (22/11/2022).

Forum yang melibatkan dua negera yaitu Indonesia dan Malaysia ini sebagai wadah bagi peneliti, akademisi, dan praktisi yang fokus pada kajian isu-isu sosial kemasyarakatan.

Konferensi ini menjadi bagian dari upaya bersama para peneliti Indonesia-Malaysia untuk menggali permasalahan sosial dan isu-isu masyarakat yang patut mendapat perhatian para pengambil kebijakan. SSIK sebagai platform akademis bagi para peneliti untuk mempresentasikan temuan riset terkini tentang isu-isu sosial kemasyarakatan.

“UTU terus berupaya untuk membuat langkah maju secara keilmuan untuk mengumpulkan sumber daya pengetahuan yang bernilai bagi kepentingan kemanusiaan. Misi ini dilanjutkan dalam bentuk seri konferensi ilmiah tahunan yang mengumpulkan ilmuwan hebat dari Indonesia dan luar negeri dengan tujuan untuk membagikan temuan baru dari masing-masing disiplin ilmu,” ungkap Basri

Sementara itu, Ketua Pelaksana SSIK 2022 Dr. Akmal Saputra, MA mengatakan penyelenggaraan konferensi tersebut bertujuan untuk mendapatkan wawasan tentang isu-isu sosial kemasyarakatan di dua Negara serumpun dan untuk membantu mencapai 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs) dan mendukung pemulihan ekonomi global.

“Hal tersebut juga sejalan dengan isu sentral G20, yaitu arsitektur kesehatan global, transisi energi berkelanjutan, dan transformasi digital dan ekonomi. Ketiga isu ini juga menjadi perhatian dari para peneliti kedua negara," jelas Dr. Akmal

Peneliti dan pembuat kebijakan di pendidikan tinggi harus mengidentifikasi dampak transformasi digital terhadap pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta mengeksplorasi pilihan tindakan untuk memastikan bahwa proses transformasi sosial mendorong pembangunan berkelanjutan dan keadilan sosial,” ujar Dr. Akmal menjelaskan.

Konferensi yang pertama sekali digelar di Universiti Putra Malaysia (UPM) Selangor pada November 2019 lalu ini akan kembali berkolaborasi dengan sejumlah akademisi terkemuka di dunia sebagai keynote speaker, yaitu YBhg. Dato' Prof. Dr. Roslan Bin Sulaiman (Universiti Putra Malaysia), Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si (Universitas Teuku Umar, Indonesia), Prof. Muhammad Zamrun Firihu  (Universitas Halu Oleo, Indonesia), Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU ( Universitas Syiah Kuala, Indonesia), Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, ST., MT., IPM., ASEAN.Eng (Universitas Malikussaleh, Indonesia) dan Ir. R. Agung Efrino Hadi, MSc, Ph.D, IPM. - (Universitas Abulyatama Aceh, Indonesia).

Inisiatif ini telah membentuk perkembangan jejaring ilmiah, meningkatkan keunggulan penulis Indonesia di kalangan pembaca global, dan mempertegas posisi UTU sebagai kampus sumber inspirasi dan referensi.

“Acara ini akan membawa dampak pada bidang ilmu sosial dan juga akan memengaruhi kemanusiaan beberapa tahun mendatang. Saya berharap konferensi ini juga akan memperkuat ikatan dan persahabatan kita antara Indonesia dan Malaysia,” pungkas Dr. Akmal (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

 

Komentar :

Lainnya :