• UTU News
  • 05. 04. 2021
  • 0
  • 245

MEULABOH - UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) terus mendorong para dosen untuk meneliti serta menciptakan inovasi untuk dapat dipatenkan melalui Sentra Kekayaan Intelektual (HKI). Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Ir. Alfizar, DAA pada kegiatan pembukaan kegiatan Workshop Pengelolaan Hasil Penelitian Berpotensi Paten serta Pelatihan Drafting Paten yang diikuti oleh puluhan dosen lingkup UTU di Aula Utama Gedung Terintegrasi UTU, Senin 06/04/2021.

Dr. Alfizar mengatakan bahwa UTU memfokuskan para dosennya untuk dapat meneliti pada sektor agro dan marine industri sesuai dengan core dari Universitas Teuku Umar. Ia juga menyampaikan bahwa UTU telah mendirikan lembaga berupa Koordinator Pusat Hak Kekayaan Intelektuan (HKI) yang siap memfasilitasi para dosen UTU untuk mengajukan permohonan patennya kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

“Penelitian kita fokuskan pada core-nya UTU, yakni industri berbasis pada agro dan marina berupa hilirisasi hasil-hasil pertanian misalya, seperti pala, cengkeh, nilam dan sejenisnya. Warek I berharap kepada dosen UTU untuk dapat menemukan inovasi baru di sektor agro dan marina yang begitu banyak potensinya di pantai barat selatan Aceh. Saya berharap kepada dosen kita agar bisa mendapatkan paten yang digunakan oleh industri minimal industri rumah tangga,”tutupnya.

Sementara itu, Korpus HKI UTU, Mirdha Fahlevi, SI, SE.,MSM mengatakan bahwa tujuan diadakan kegiatan tersebut adalah sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman tentang kekayaan intelektual secara umum dan khususnya tentang paten dan melakukan pendeteksian secara dini terhadap berbagai hasil penelitian yang berpotensi paten. Mirdha menambahkan bahwa tujuan lainnya adalah untuk meningkatnya kemampuan para civitas akademika dalam melakukan drafting paten terhadap berbagai karya yang mereka miliki.

Menurutnya kemampuan drafting paten sangat bermanfaat dalam upaya peningkatan jumlah paten yang dapat disubmit ke DJKI. Sehingga suatu saat nanti banyak paten dari UTU yang berstatus terdaftar maupun granted.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari berturut-turut tersebut, menghadirkan Ir. Syafrimai, Pemeriksa Paten Utama Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM (DJKI Kemenkumham) sebagai narasumber pada kegiatan tersebut.

Ir. Syafrimai dalam materinya, menyampaikan bahwa kekayaan intelektual merupakan penunjang pembangunan ekonomi dan penciptaan kreasi yang pada saat ini belum digunakan untuk memberikan hasil yang optimal di semua negara terutama di negara berkembang. Ia juga menyampaikan bahwa karya intelektual juga dilindungi, karena karya tersebut merupakan hak-hak alami berdasarkan ketentuan pasal 27 (2) Deklarasi Hak Asasi Manusia sedunia. (Ikhsan)

 

Komentar :

Lainnya :