• UTU News
  • 23. 09. 2022
  • 0
  • 306

MEULABOH - UTU | Setelah sempat tertunda  pelaksanaannya karena pandemi, tahun ini Universitas Teuku Umar akan menggelar konferensi "Seminar Serantau Isu-Isu Komuniti (SSIK)” pada 24-25 November 2022 mendatang secara luring. Forum yang melibatkan dua negera yaitu Indonesia dan Malaysia ini sebagai wadah bagi peneliti, akademisi, dan praktisi yang fokus pada kajian isu-isu sosial kemasyarakatan. Tema yang diusung pada konferensi ketiga kali ini adalah “Collaborative Action on The Fourth Industrial Rebolution in Achiebing Community Welfare,".

Konferensi yang pertama sekali digelar di Universiti Putra Malaysia (UPM) Selangor pada November 2019 lalu ini akan kembali berkolaborasi dengan sejumlah akademisi terkemuka di dunia sebagai keynote speaker, yaitu YBhg. Dato' Prof. Dr. Roslan Bin Sulaiman (Universiti Putra Malaysia), Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si (Universitas Teuku Umar, Indonesia), Prof. Muhammad Zamrun Firihu  (Universitas Halu Oleo, Indonesia), Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU ( Universitas Syiah Kuala, Indonesia), Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, ST., MT., IPM., ASEAN.Eng (Universitas Malikussaleh, Indonesia) dan Ir. R. Agung Efrino Hadi, MSc, Ph.D, IPM. - (Universitas Abulyatama Aceh, Indonesia).

Ketua Pelaksana SSIK 2022 Dr. Akmal Saputra, MA mengatakan penyelenggaraan konferensi tersebut bertujuan untuk mendapatkan wawasan tentang isu-isu sosial kemasyarakatan di dua Negara serumpun dan untuk membantu mencapai 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs) dan mendukung pemulihan ekonomi global.

“Hal tersebut juga sejalan dengan isu sentral G20, yaitu arsitektur kesehatan global, transisi energi berkelanjutan, dan transformasi digital dan ekonomi. Ketiga isu ini juga menjadi perhatian dari para peneliti kedua negara," jelas Dr. Akmal

Peneliti dan pembuat kebijakan di pendidikan tinggi harus mengidentifikasi dampak transformasi digital terhadap pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta mengeksplorasi pilihan tindakan untuk memastikan bahwa proses transformasi sosial mendorong pembangunan berkelanjutan dan keadilan sosial,” ujar Dr. Akmal menjelaskan.

Konferensi ini menjadi bagian dari upaya bersama para peneliti Indonesia-Malaysia untuk menggali permasalahan sosial dan isu-isu masyarakat yang patut mendapat perhatian para pengambil kebijakan. SSIK sebagai platform akademis bagi para peneliti untuk mempresentasikan temuan riset terkini tentang isu-isu sosial kemasyarakatan.

“UTU terus berupaya untuk membuat langkah maju secara keilmuan untuk mengumpulkan sumber daya pengetahuan yang bernilai bagi kepentingan kemanusiaan. Misi ini dilanjutkan dalam bentuk seri konferensi ilmiah tahunan yang mengumpulkan ilmuwan hebat dari Indonesia dan luar negeri dengan tujuan untuk membagikan temuan baru dari masing-masing disiplin ilmu,” ungkap Dr. Akmal Saputra saat ditemui diruang kerjanya, Lantai II, GKT, Alue Penyareng.

Inisiatif ini telah membentuk perkembangan jejaring ilmiah, meningkatkan keunggulan penulis Indonesia di kalangan pembaca global, dan mempertegas posisi UTU sebagai kampus sumber inspirasi dan referensi.

“Acara ini akan membawa dampak pada bidang ilmu sosial dan juga akan memengaruhi kemanusiaan beberapa tahun mendatang. Saya berharap konferensi ini juga akan memperkuat ikatan dan persahabatan kita antara Indonesia dan Malaysia,” kata Dr. Akmal

Terakhir, Dr. Akmal mengajak para akademisi, peneliti dan ilmuan dibidang sosial di dua Negara sahabat ini untuk berbagi pengalaman atau sharing knowledge di forum seminar internasional yang akan berlangsung di Universitas Teuku Umar ini.

Informasi Konferensi

Komentar :

Lainnya :