Tingkatkan Kapasitas Dosen, UTU adakan Bimtek Desain Pembelajaran Berbasis Metode Kasus
  • UTU News
  • 11. 09. 2021
  • 0
  • 334

MEULABOH, UTU – Dalam rangka meningkatkan kapasitas Dosen dalam menerapkan metode pembelajaran Case Method  berbasis Case Based Learning (CBL) dan Project Based Learning (PBL) yang merupakan indikator kinerja utama Perguruan Tinggi. Universitas Teuku Umar melalui Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan kegiatan Bimtek (Bimbingan Teknis) Desain Pembelajaran Berbasis Metode Kasus Dalam Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Mereka. Kegiatan yang merupakan bagian rangkaian program LIGA 2 Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tersebut dilaksanakan sebanyak tiga kali.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di Gedung Terintegrasi UTU, 9 - 10 September 2021. Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. drh. Darmawi, M.Si tersebut diikuti oleh 10 peserta yang terdiri dari Dosen lintas Fakultas lingkup Universitas Teuku Umar.

Dr. Syahrial, M.Si selaku narasumber pada kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Dosen harus mampu membuat RPS yang menggunakan metode studi kasus. Tentunya dalam pembelajaran case method ini para Dosen harus menerapkan prinsip HOTS (Higer Order Thinking Skill). Menurut Brookhart (2010), HOTS ini adalah bagaimana para Dosen mampu mentransfer ilmu kepada Mahasiswa sehingga Mahasiswa mampu memeahami apa yang mereka pelajari sebelumnya, berfikir kritis/pemikiran reflektif yang masuk akal (Critical thinking) dan mampu menyelesaikan masalah dengan menggunakan satu atau lebih kemampuan berfikir tingkat tinggi (problem solving). Tes HOTS harus berada dilevel kognitif berdasarkan taksonomi bloom revisi setiap aktivitas atau item pada level C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mengkreasi) dapat digolongkan kedalam kategori HOTS.

“Dosen harus mampu membuat Rencana Pembelajaran Semester yang menggunakan metode studi kasus. Hal ini tentunya dalam rangka menerapkan pembelajaran case method ini, para Dosen harus menerapkan prinsip HOTS (Higer Order Thinking Skill),” jelas Dr. Syahrial.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan BIMTEK Susy Sriwahyuni, SKM, M.Si mengatakan bahwa dasar hukum yang digunakan dalam metode pembelajaran mengacu pada PERMENDIKBUD No 3 Tahun 2020. Dimana metode pembelajaran dapat dipilih untuk pelaksanaan pembelajaran pada mata kuliah yang meliputi Diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran koperatif, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah yang dapat secara efektif memfasilitasi pemenuhan capaian pembelajaran lulusan (CPL).

“Perlu dipahami metode pembelajaran berbasis metode kasus bukan sebuah model pembelajaran, studi kasus sering digunakan sebagai metode belajar atau metode riset. Secara prinsip ada perbedaan teknik penerapannya. Diharapkan para dosen yang mengikuti BIMTEK ini nantinya mampu merancang RPS dengan metode kasus dan menerapkan pembelajaran case method pada matakuliah MBKM. Sehingga Indikator Kinerja Utama (IKU-7) Universitas Teuku Umar terus meingkat,” pungkasnya.

 

Lainnya :