Tim Jaminan Mutu FT-UTU Studi Banding  Ke Unsyiah
  • UTU News
  • 26. 07. 2019
  • 0
  • 451

MEULABOH-Tim jaminan mutu, Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar (FT-UTU) melakukan studi banding pada Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, 24-25 Juli 2019.

Ketua TPMJ Prodi Teknik Sipil Meylis Safriani, ST., MT mengatakan, studi banding yang dilakukan itu lebih khusus pada kegiatan serupa yaitu pada sasaran jaminan mutu Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. Kegiatan studi banding dipusatkan di Ruang Bale Musyarah Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. “Pertemuan studi banding ini disambut baik oleh tim jaminan mutu FT unsyiah. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Dekan dan Wakil Dekan 1 FT Unsyiah”.

Delegasi tim jaminan mutu FT UTU adalah ketua dan anggota SJMF, Cut Suciatina, ST., MT, Rita Hartati, SP.d., M.Pd. Ketua TPMJ Prodi Teknik Sipil Meylis Safriani, ST., MT, Ketua TPMJ Prodi Teknik Industri Yussi Hijrawan, SP.d., M.Pd., dan Ketua TPMJ Prodi Teknik Mesin Zakir Husin, ST., MT. Tim jaminan mutu didampingi oleh Wakil Dekan 1 FT UTU Samsunan, ST., MT.

Dekan FT Unsyiah Dr. Ir. Taufiq Saidi, M.Eng dalam sambutannya mengungkapkan rasa senang atas kehadiran tim jaminan mutu dari UTU. Taufik Saidi menyampaikan ucapan terima kasih kepada UTU atas kunjungannya ke Unsyiah.  “Semoga tim jaminan mutu UTU tidak segan-segan dan dapat bertanya dengan sepuasnya mengenai dokumen-dokumen mutu yang perlu dipersiapkan dan juga cara penyusunannya”, ujar Taufik Saidi berharap.

Sementara itu, Wakil Dekan 1 FT Teknik UTU, Samsunan, ST., MT menjelaskan tujuan studi banding tim jaminan mutu FT UTU ke FT Unsyiah yaitu untuk menambah wawasan dan pengetahuan terutama mengenai proses jaminan mutu yang perlu dilakukan baik di tingkat fakultas maupun tingkat prodi. Tim jaminan FT UTU ingin sama-sama belajar meningkatkan mutu. Mutu fakultas dan prodi tidak terlepas untuk meningkatkan nilai akreditasi yang lebih baik. Proses ini akan dipelajari oleh tim jaminan mutu dari FT UTU di FT Unsyiah mengingat prodi di FT Unsyiah sudah banyak yang mendapat nilai akreditasi A.

Dr. Ir. Iskandar, M.Eng Sc, Ketua SPMF FT Usyiah menyampaikan, saat ini penyusunan borang akreditasi sudah semakin kompleks yaitu mengacu pada borang APS 4.0 dimana sudah memuat Sembilan kriteria. Iskandar menyebutkan, sistem penjaminan mutu Fakultas mempunyai tugas melakukan monitoring dan evaluasi (monev) kegiatan jaminan mutu dalam bidang akademik, kemahasiswaan, keuangan dan pengembangan sumber daya manusia dan non akademik internal fakultas untuk mencapai sasaran fakultas.

Audit penilaian mutu prodi dilakukan oleh tingkat universitas yakni BJM dengan melakukan AMI (Audit Mutu Internal). Bagi prodi yang sudah ter-audit akan diberikan sertifikat AMI pada setiap tahunnya. Untuk SPMF FT Unsyiah mengevaluasi dan melakukan tindak lanjut dari hasil AMI prodi sehingga antara BJM universitas dan SPMF saling mendukung satu sama lainnya.

Dari hasil diskusi dengan tim jaminan mutu FT Unsyiah, Meylis Safriani, ST., MT menjelaskan, tugasnya SPMF bertanggung jawab lewat koordinasi kepada Dekan Fakultas dan Ketua Jurusan terkait dengan penjaminan mutu yang merupakan serangkaian proses dan sistem terkait untuk mengumpulkan, menganalisis, dan melaporkan data mengenai kinerja, mutu pendidik, tenaga kependidikan, program studi, dan lembaga. Proses penjaminan mutu tidak terlepas dari mengidentifikasi aspek pencapaian, prioritas peningkatan, menyediakan data sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan, serta membantu fakultas dalam membangun budaya peningkatan mutu secara berkelanjutan. Sistem penjaminan mutu ditujukan untuk membangun mutu layanan agar memenuhi kepuasan pemangku kepentingan (stakeholders) mahasiswa/orang tua atau wali mahasiswa, pengguna lulusan, serta pihak terkait lainnya untuk menghasilkan lulusan yang terampil. 

Sekretaris SPMF FT Unsyiah, Dr. Hesti, MT menjelaskan bahwa tugas SPMF mengevaluasi dan memonitoring kinerja prodi. SPMF berfungsi untuk mengelola, mengevaluasi, memonitor dan mengawal kinerja fakultas secara sistematis. Penjaminan Mutu memastikan/menjamin input, proses dan output sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan.

Beberapa saran dari Hesti yakni langkah awal yang harus dilakukan oleh Tim SPMF adalah membuat rencana kerja di setiap awal tahun agar sasaran mutu tercapai. Beberapa kegiatan yang dapat direncakanan oleh tim SPMF diantaranya membuat instrument evaluasi, melakukan evaluasi proses pembelajaran, evaluasi mutu layanan akademik, evaluasi pelatihan audit tim jaminan mutu, membuat POB baik untuk proses akademik dan non akademik. Dalam evaluasi tersebut harus dilengkapi dengan laporan kegiatan.

Pada tingkat program studi di FT Unsyiah, yang bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik adalah Tim Pengendali Mutu Akademik (TPMA) dimana berada dibawah koordinasi SPMF. Pada tingkat prodi, yang menjadi TPMA adalah Sekretaris Jurusan. Prodi menyiapkan data-data yang dibutuhkan oleh TPMA untuk dapat dianalisis dan dievaluasi apakah mutunya meningkat dari tahun sebelumnya atau bahkan menurun. Contohnya seperti mengevaluasi nilai IPK rata-rata lulusan, waktu lama studi. Dari hasil evaluasi tersebut, dapat diberikan saran tindak lanjut atau kegitaan apa yang perlu dibuat oleh prodi untuk meningkatkan nilai IPK mahasiswa. “Usai diskusi, rombongan tim jaminan UTUberkesempatan melihat dokumen-dokumen SPMF Unsyiah”, ujar Meylis Safriani. (***)

Lainnya :