Tim APT UTU Gelar Workshop Penyusunan & Penilaian Instrumen LKPT & LED APT 3.0
  • UTU News
  • 09. 11. 2019
  • 0
  • 173

MEULABOH, UTU - Tim inti Akreditasi Perguruan Tinggi Universitas Teuku Umar melaksanakan Workshop Penyusunan, Simulasi dan Penilaian Instrumen LKPT & LED Akreditasi Perguruan Tinggi 3.0 bertempat di Hotel Kuala Radja, Banda Aceh, 8-10 November 2019. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka persiapan Akreditasi Perguruan Tinggi UTU yang direncanakan akan mengusulkan pada akhir tahun 2019 ini.

Kegiatan ini diikuti 14 orang tim inti yang bertugas memgumpulkan, menyusun dan menganalisis data-data yang diperlukan sesuai dengan instrument LKPT & LED.   Pembukaan acara dipimpin oleh Wakil Rektor II, Dr. Ishak Hasan, SE., M.Si. Dalam kata sambutannya, beliau menghimbau agar tim yang sudah terbentuk berdasarkan inisiatif Rektor ini dapat menjaga kekompakan dan melaksanakan tugas penyusunan borang akreditasi perguruan tinggi dengan baik.

Selain itu, dalam menyusun borang, langkah-langkah atau roadmap yang dibuat haruslah teratur dan terarah. Dan yang pasti, kekompakan bukan hanya untuk tim inti ini saja, tapi pimpinan fakultas juga bisa turut serta dalam proses tersebut.

Kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut akan menghadirkan Dr. Ir. Suherdrayatna sebagai pemateri utama. Sekretaris LP3M Unsyiah itu dianggap mumpuni dalam bidang ini, beliau bersama tim worknya mampu meningkatkan APT Unsyiah dari C menjadi A.

Herdi Susanto, ST., MT, salah satu peserta yang juga Ketua P2M UTU menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan sebagai persiapan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) UTU yang direncanakan akan mengusulkan APT UTU pada akhir tahun 2019. Lebih lanjut Herdi menjelaskan Instrumen APT 3.0 berorientasi pada output dan outcome dan terdiri dari 2 bagian yaitu: 1) Laporan Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT) dan Laporan Evaluasi Diri Perguruan Tinggi (LED). LKPT berisi data kuantitatif yang secara bertahap akan diambil dari Pangakalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti) yang memuat capaian indikator kinerja perguruan tinggi. Indikator ini disusun BAN-PT secara khusus dengan mempertimbangkan kekhasan perguruan tinggi tersebut.

Sementara LED merupakan dokumen evaluasi yang disusun secara komprehensif sebagai bagian dari pengembangan institusi, yang tidak hanya menggambarkan status capaian masing-masing kriteria, tetapi juga memuat analisis atas ketercapaian atau ketidaktercapaian suatu kriteria. "Kita dituntut menemukenali kekuatan yang dimiliki serta aspek yang perlu mendapat perbaikan.

Pada bagian akhir dari LED, Perguruan Tinggi harus melakukan analisis dan menetapkan program pengembangan institusi yang akan digunakan sebagai basis penilaian pada siklus akreditasi berikutnya. Dengan demikian upaya peningkatan mutu secara berkelanjutan dalam upaya membangun budaya mutu perguruan tinggi, dapat segera terwujud". Tutup Herdi

Sembilan kriteria yang dinilai dalam APT 3.0 adalah (1). Visi, misi, tujuan dan sasaran; (2). Tata pamong, tata kelola dan kerjasama; (3). Mahasiswa; (4). Sumber daya manusia; (5). Keuangan, sarana dan prasarana; (6). Pendidikan; (7). Penelitian; (8). Pengabdian kepada masyarakat; dan (9). Luara dan Capaian Tridharma.

Adapun tim APT UTU yang mengikuti kegiatan ini antara lain adalah Dr. Ishak Hasan, M.Si, Dr. Mursyidin, MA; Herdi Susanto, MT; Nellis Mardhiah, M.Sc; Triyanto, MA; Aduwina, S.Sos., M.Sc; Mirdha Fahlevi, M.Sc; Nabil Zurba, M.Si; Teungku Nih Farisi, M.Kes; Herman Syahputra, M.Si; Husni Mubarak, SH dan Said Adla Fauzan, MP. (Aduwina).

Komentar :

Lainnya :