Tiga Hari Ikuti Program 'Merenung', Dosen UTU Hasilkan 295 Ide Kreatif
  • UTU News
  • 16. 09. 2019
  • 0
  • 333

MEULABOH, UTU - Program Kemah Kreatif SDM Universitas Teuku Umar tahun 2019 yang berlangsung 13-15 September 2019 di objek wisata alam Ajay Lhok Geulumpang Raya, Aceh Jaya berakhir dengan ending yang sangat memuaskan.

Tak tanggung-tanggung, para peserta program Kemah Kreatif yang berjumlah 120 orang Dosen muda UTU berhasil melahirkan ide dan gagasan kreatif dan futuristik sebanyak 295 judul.

Hal ini terungkap dalam presentasi kelompok oleh masing-masing fasilitator sebelum acara penutupan Kemah Kreatif, Minggu (15/09).

Kelompok pertama tentang PKM-Penelitian (PKM-P) yang di fasilitasi oleh Hilka Yuliani , S.TP., M.Si merupakan kelompok dengan jumlah gagasan terbanyak yakni 51 judul. PKM Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan sebab-akibat, aksi-reaksi, rancang bangun, perilaku sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan atau budaya baik dalam aspek eksperimental maupun deskriptif. Mengingat sifat dan metode program yang berbeda maka PKM-P dikelompokkan menjadi PKM-Penelitian Eksakta (PKM- PE) dan Sosial Humaniora (PKM-PSH).

Berikutnya kelompok 2 yaitu tentang PKM-Kewirausahaan (PKM-K). PKM-K bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam menghasilkan komoditas unik serta merintis kewirausahaan yang berorientasi pada profit. Namun, dalam hal ini, PKMK lebih mengutamakan keunikan dan kemanfaatan komoditas usaha (ada muatan intelektual) daripada profit. Pelaku utama PKMK adalah mahasiswa, sementara pihak lainnya hanya sebagai faktor pendukung. Kelompok yang difasilitasi oleh Nabila Ukhty, S.Pi, M.Si ini berhasil menggagas 24 judul ide kreatif.

Yang ketiga kelompok PKM-Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M), PKM ini memiliki tujuan untuk menumbuhkan empati mahasiswa kepada persoalan yang dihadapi masyarakat melalui penerapan iptek kampus yang menjadi solusi tepat bagi persoalan atau kebutuhan masyarakat yang tidak berorientasi pada profit. Peserta yang tergabung dalam kelompok yang difasilitasi oleh Mohamad Gazali, S.Pi., M.Si menghasilkan 30 judul gagasan kreatif dan inovatif.

Selanjutnya kelompok PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), Kelompok yang difasilitasi oleh Dosen muda dari FPIK, Yusran Ibrahim, S.Pi., M.Si ini bertujuan untuk membuka wawasan iptek mahasiswa terhadap persoalan yang dihadapi dunia usaha (usaha mikro sampai perusahaan besar) atau masyarakat yang berorientasi pada profit seperti bidan yang memiliki Klinik Bersalin, petani, nelayan, pedagang jamu gendong, tukang becak dan lain-lain. Solusi iptek yang diimplementasikan dalam PKM-T harus merupakan respon persoalan prioritas yang disampaikan calon mitra.

Kelompok 5 bertugas membahas dan menggali ide kreatif tentang PKM-Karya Cipta (PKM-KC), PKM ini bertujuan membentuk kemampuan mahasiswa mengkreasikan sesuatu yang baru dan fungsional atas dasar karsa dan nalarnya. Karya cipta tersebut bisa saja belum memberikan kemanfaatan langsung bagi pihak lain. PKM-KC tidak meniru produk eksisting baik di dalam maupun luar negeri, kecuali memodifikasi prinsip dan/atau fungsinya. Kelompok yang difasilitasi oleh Hafinuddin, S.Pi., M.Sc ini berhasil melahirkan 50 judul ide-ide kreatif. Kelompok ini difasilitasi oleh

Selanjutnya kelompok 6 dengan fasilitator Endah Silvia Putri, SKM., M. Kes bertanggungjawab membahas dan menggali ide kreatif tentang PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI). Mereka berhasil menggali dan menyepakati 32 ide dasar yang selanjutnya akan disempurnakan. PKM-AI bertujuan untuk memberi pengalaman mahasiswa menghasilkan karya tulis ilmiah. Merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari hasil kegiatan PKM-X pengusul (diutamakan) atau kegiatan akademik lainnya dalam bidang pendidikan, penelitian atau pengabdian kepada masyarakat (misalnya studi kasus, praktik lapang, KKN, PKM, magang).

Dua kelompok lainnya adalah PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT) dan PKM-Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK). Kelompok PKM GT yang difasilitasi oleh Fiandy Mauliansyah, M.I.Kom berhasil menelurkan 33 ide kreatifnya. PKM ini memiliki tujuan untuk meningkatkan daya imajinasi mahasiswa dalam merespon tantangan jaman. Oleh karena itu, PKM-GT umumnya berupa konsep perubahan dan/atau pengembangan dari berbagai aspek berbangsa. PKM-GT bersifat futuristik, jangka panjang, tetapi berpotensi untuk direalisasikan. Sedangkan PKM-GFK yang bertujuan untuk memotivasi partisipasi mahasiswa dalam mengelola imajinasi, persepsi dan nalarnya, memikirkan tatakelola yang futuristik namun konstruktif sebagai upaya pencapaian tujuan SDGs di Indonesia ataupun solusi keprihatinan bangsa Indonesia. Kelompok ini dipimpin oleh Amsal Irmalis, SE. M.Sc berhasil menggabungkan ide-ide kreatif dan futuristik sebanyak 50 Judul. (Aduwina).

Komentar :

Lainnya :