SIMBA 2020 : Dr. Alfizar Paparkan Konsep Kampus Merdeka & Merdeka Belajar
  • UTU News
  • 14. 09. 2020
  • 0
  • 369

MEULABOH - UTU | Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UTU, Dr. Alfizar, DAA menjadi pemateri pertama dalam kegiatan Silaturahmi Mahasiswa Baru (SIMBA) Tahun 2020. Pada kesempatan itu, Dr. Alfizar memaparkan konsep kampus merdeka dan merdeka belajar dihadapan 1800 maba peserta SIMBA 2020 melalui Zoom Meeting Cloud, Senin (14/9/2020).

Dr. Alfizar menjelaskan yang dimaksud dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka adalah program pembelajaran yang memfasilitasi mahasiswa untuk memperkuat kompetensi dengan memberi kesempatan menempuh pembelajaran di luar program studi pada perguruan tinggi yang sama dan/atau menempuh pembelajaran pada program studi yang sama di perguruan tinggi yang berbeda.

"Kampus memfasilitasi mahasiswa untuk menempuh pembelajaran pada program studi yang berbeda di Perguruan Tinggi yang berbeda, dan/atau pembelajaran di luar perguruan tinggi." Jelas Dr. Alfizar

Sehubungan dengan merdeka belajar, Alfizar mengatakan “Perguruan Tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela (dapat diambil atau tidak): Dapat mengambil sks di luar perguruan tinggi sebanyak 2 semester (setara dengan 40 sks). Ditambah lagi, dapat mengambil sks di prodi yang berbeda di PT yang sama sebanyak 1 semester (setara dengan 20 sks)”.

Sedangkan kegiatan mahasiswa yang dapat dilaksanakan di luar kampus ada 8 kegiatan yaitu 1) magang/praktek kerja, 2) proyek di desa, 3) mengajar di sekolah, 4) pertukaran pelajar, 5) penelitian/riset, 6) kegiatan wirausaha, 7) studi/proyek independen, dan 8) proyek kemanusiaan.

Lebih lanjut disampaikan Alfizar bahwa dalam konsep merdeka belajar setiap SKS diartikan sebagai “jam kegiatan”, bukan “jam belajar”. Definisi “kegiatan”: Belajar di kelas, praktik kerja (magang), pertukaran pelajar, proyek didesa, wirausaha, riset, studi independen, dan kegiatan mengajar di daerah terpencil. Kegiatan terpilih  dibimbing dosen yang ditentukan oleh program studi. Daftar “kegiatan” yang dapat diambil oleh mahasiswa dapat dipilih dari: (a) program yang ditentukan pemerintah, (b) program yang disetujui oleh rektor.

Dr. Alfizar juga menyinggung tentang proses merdeka belajar di tengah Pandemi Covid-19, yaitu pembelajaran dari rumah selama pandemic dapat diwujudkan dalam: Pembelajaran daring: dari kampus sendiri maupun dari kampus lain; Proyek mandiri yaitu pengembangan alat kesehatan, kajian pandemic, kajian responsesosial-ekonomi; Program relawan kemanusiaan (relawan kesehatan, teknik, social, KKN masa pandemic); atau Penelitian bersama dosen/peneliti.

Sementara tentang sistem perkuliahan dimasa Pandemi, Dr. Alfizar mengatakan kuliah dilaksanakan secara daring, sedangkan praktek boleh dilakukan secara daring atau langsung dalam jumlah mahasiswa terbatas dan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Beban SKS semester tahun pertama dapat diambil penuh, sedangkan tahun berikutnya beban SKS per semester sesuai dengan indek prestasi semester.

"Cuti Akademik/Non Aktif boleh diambil cuma 2 semester, namun tidak boleh diambil berturut-turut. Sementara non kktif 2 semester berturut2 tanpa surat resmi dari Prodi dianggap mengundurkan diri. Untuk mahasiswa pemegang kartu KIP-K tidak dibenarkan mengambil cuti akademik," demikian pungkas Dr. Alfizar, DAA. (Aduwina Pakeh / Humas UTU)

Komentar :

Lainnya :