Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi FISIP-UTU Ikut Kongres ASPIKOM di Solo
  • UTU News
  • 25. 07. 2019
  • 0
  • 322

MEULABOH – Sekretaris Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Teuku Umar (FISIP-UTU), Reni Juliani, M.I.Kom diundang sebagai peserta Kongres ke V- Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM), yang dilaksanakan di Syariah Hotel, Solo, 24 s/d 26 Juli 2019.

“Peserta Kongres adalah Ketua Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi dari Prodi Ilmu Komunikasi yang terdaftar sebagai anggota ASPIKOM. “Peserta kongres akan memberikan suara dalam pemilihan Ketua Umum ASPIKOM Periode 2019-2022”, sebut Reni Juliani.

Agenda Kongres ke-V itu,  memilih Ketua Umum ASPIKOM periode 2019-2022,  mengadakan Semiloka Komunikasi, Call For Paper dan Panel Discussion, dan Awarding Session.  Tema kegiatan Kongres, “Tantangan Pendidikan Komunikasi di Era Teknologi 4.0”. Sedangkan kegiatan sebagai pendukung Kongres adalah call for paper dan semiloka nasional yang bertema, “Pendidikan Komunikasi, Era Industri 4.0 dan Dinamika Masyarakat”, dan ,”Kajian Komunikasi Kontemporer”.

Ketua Umum ASPIKOM, Dr. Heri Budianto, M. Si menyebutkan, tujuan kegiatan adalah membangun silaturrahmi dan kerjasama antar institusi penyelenggara pendidikan tinggi ilmu komunikasi Indonesia, mengembangkan pokok-pokok pikiran untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi ilmu komunikasi di Indonesia, mengkaji dan mendiskusikan strategi serta cara meningkatkan mutu pendidikan tinggi ilmu komunikasi di Indonesia, mengembangkan wawasan SDM di bidang komunikasi di era teknologi 4.0, dan membentuk pengurus baru ASPIKOM periode 2019-2022.

Sasaran Kongres yang diikuti tidak kurang dari 200 Program Studi Ilmu Komunikasi di Indonesia adalah  pengelola pendidikan tinggi ilmu komunikasi, pengurus dan anggota ASPIKOM se-Indonesia.  Sedangkan sasaran call for paper  yakni akademisi mahasiswa, praktisi, masyarakat dan pihak-pihak lain yang meminati bidang komunikasi.

Heri Budianto mengatakan, tantangan bagi sektor komunikasi yang paling mungkin dihadapi di era global termasuk MEA adalah mutu lulusan dan SDM yang bekerja pada bidang komunikasi. “Tantangan itu harus dijawab oleh industry penyelenggara pendidikan tinggi komunikasi, terutama yang tergabung dalam Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)”, ujar Heri Budianto.

Selain itu, untuk mendukung itu diperlukan sistim organisasi yang tangguh dan berwibawa serta  mampu bergerak secara sehat dan normal sehingga dapat mendorong seluruh anggotanya menjadi penyelenggara pendidikan komunikasi yang berdaya saing. Untuk itu, agenda rutin organisasi dalam bentuk Kongres yang menjadi sarana melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap pelaksanaan program-program kerja organisasi serta penyegaran terhadap pelaksana program harus dilakukan.

“Kongres ke V-ASPIKOM 2019 akan disemarakkan dengan berbagai kegiatan lainnya yang dapat memberi manfaat bagi seluruh peserta yang ikut berpartisipasi. Kegiatan tambahan yang akan dilaksanakan pada Kongres ASPIKOM kali ini antara lain call for paper, semiloka nasional dan pernak-pernik kegiatan menarik lainnya”, ujar Heri Budianto. (***)

Lainnya :