Sambangi Kemah Kreatif SDM UTU, Ini Harapan Bupati Aceh Jaya
  • UTU News
  • 15. 09. 2019
  • 0
  • 303

MEULABOH, UTU - Bupati Aceh Jaya, Drs. H. T. Irfan TB, mengunjungi Kemah Kreatif SDM Universitas Teuku Umar di lokasi wisata Ajay Lhok Geulumpang untuk melihat aktivitas para Dosen muda yang sedang mendapatkan tugas "Merenung" untuk melahirkan ide dan gagasan kreatif dari Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA. Sabtu (14/09).

Dalam kunjungannya, Bupati mengatakan bahwa ini adalah untuk mendukung pelaksanaan perkemahan kreatif SDM UTU sekaligus meninjau keadaan para peserta yang sedang berkemah.

Berdasarkan pantauan, Bupati Irfan menyapa para peserta Kemah Kreatif sambil berbincang dengan para peserta serta berfoto bersama.

Ditemui media utu.news usai mengunjungi peserta kemah tersebut, Irfan menyampaikan apresiasi kepada UTU yang telah memilih Aceh Jaya sebagai tempat penyelenggaraan program yang sangat bermanfaat ini, ia pun mengatakan "UTU menjadi kampus yang pertama melaksanakan kegiatan seperti ini, kami meminta ini dapat menjadi pilot project bagi kampus yang lain untuk dapat bisa mengembangkan kegiatan yang sama sehingga potensi objek wisata Aceh Jaya dapat terpromosikan secara meluas ke masyarakat."

Bupati Irfan pun tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan kehadiran ratusan Akademisi muda Universitas Teuku Umar ke Aceh Jaya, Irfan menitipkan harapan kepada para kaum "Intelektual" itu untuk mendukung gagasan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya agar dijadikan sebagai salah satu Kawasan Industri Terpadu (KIT) atau kawasan ekonomi khusus (KEK) Calang.

Dihadapan Rektor UTU, Prof. Jasman J. Ma'ruf yang didampingi pimpinan UTU lainnya, Tengku Irfan memaparkan sejumlah potensi yang dimiliki Kabupaten Aceh Jaya dan layak untuk dikembangkan. Aceh Jaya merupakan satu-satunya kabupaten di Barat Selatan Aceh yang secara inplisit disebutkan dalam RTRW Aceh memiliki kawasan industri, tepatnya di halaman 23 disebutkan. Selaku Bupati yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah di daerah, kami memiliki tanggungjawab untuk menjalankan RTRW tersebut.

Selain itu, Aceh Jaya memiliki potensi alam yang beragam, salah satunya pelabuhan alam terbaik di Sumatera, tanpa dikeruk bisa digunakan sampai kapanpun, pelabuhan kita bebas dari ancaman gelombang dan pendangkalan sehingga kita tidak perlu melakukan pengerukan secara berulang. Apalagi pelabuhan ini memiliki historis yang gemilang, dari semenjak dulu kapal-kapal besar pedagang yang disebut pecalang sudah di berlabuh di pelabuhan calang tersebut.

Irfan sangat antusias memperjuangkan kawasan ekonomi untuk masyarakat daerahnya. Selain memiliki pelabuhan yang strategis, kita juga telah menyiapkan lahan sebagai syarat yang harus dipenuhi.

Kami telah menyediakan lahan seluas 500 Hektar untuk program industri minyak nilam, juga ada kopi rabusta dan pabrik kelapa sawit, sehingga sangat tepat Pemerintah Aceh menetapkan Aceh Jaya sebagai Kawasan Industri Terpadu. Harapnya

Untuk memperkuat alasan tersebut, kelompok kopi dan nilam kita saat ini sudah dilakukan pendampingan oleh Bank Indonesia dan Pemkab Aceh Jaya siap memberi dukungan dalam bentuk apapun.

“Kami berharap bisa mewujudkan kawasan industri, sehingga Aceh Jaya bisa lebih cepat berkembang dan ekonomi rakyat bisa meningkat dari tahun ke tahun. Secara legal formal, segala syarat administratif telah kami ajukan kepada pemerintah Aceh." Tutup Bupati Irfan.

Menyambut harapan Bupati Irfan, Akademi Universitas Teuku Umar yang juga penanggungjawab kegiatan Kemah Kreatif SDM UTU, Dr. Mursyidin, MA didampingi Kabiro Akademik, Perencanaan dan Kerjasama UTU, Drs. Muslim Raden, M.Si mendukung penuh usulan pemkab Aceh Jaya ini, yang menurutnya dapat menjadi solusi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten tetangga Aceh Barat ini.

"Memang benar, Aceh Jaya ini memiliki potensi sumber daya alam yang sangat mendukung untuk dijadikan Kawasan Industri Terpadu. Kami mendukung penuh gagasan itu, dan siap bekerjasama dengan Pemkab Aceh Jaya untuk mewujudkannya." Ucap Wakil Rektor III UTU yang juga pengamat sosial dan Pemerintahan ini.

Apalagi UTU yang merupakan kampus kebanggaan masyarakat pantai barat selatan Aceh ini sudah memiliki Inkubator Bisnis Teknologi (IBT). IBT merupakan lembaga intermediasi yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan wirausaha pemula berbasis teknologi selama periode waktu tertentu. Peran IBT meliputi pendampingan dan pelayanan dengan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2013 tentang Inkubator Wirausaha dan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 24 Tahun 2015 tentang Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) Inkubator Wirausaha.

"IBT UTU yang diperkuat sumber daya yang berkompeten siap memberi dukungan seperti yang diharapkan oleh Bapak Bupati. Tujuan hadirnya perguruan tinggi, salah satunya adalah untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian serta mengoptimalkan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat." Tutup Doktor jebolan University Kebangsaan Malaysia ini. (Aduwina).

Komentar :

Lainnya :