Rektor UTU, Prof. Jasman Bahani Strategi Magang Bagi Mahasiswa dan Dosen
  • UPT_TIK
  • 15. 01. 2021
  • 0
  • 649

MEULABOH, UTU – Dalam usaha mewujudkan merdeka belajar kampus merdeka, Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Prof. Dr. Jasman J. Ma`ruf, SE.,MBA dengan serius dan penuh semangat membekali dan membahani mahasiswa dan dosen UTU tentang ilmu/strategi magang. Sistem dan strategi magang, disampaikan Prof. Jasman pada kegiatan Sosialisasi Magang via zoom meeting, Jumat, 15 Januari 2021. 

Prof. Jasman antara lain mengatakan, bagi mahasiswa UTU yang melampaui SKS sampai pada semester ganjil diberi peluang untuk mengikuti magang karena magang itu lama sampai enam bulan waktunya. Magang itu bisa dilakukan di tempat domisili mahasiswa masing-masing, agar mahasiswa bisa belajar berinteraksi dengan masyarakat yang ada dilingkungannya.

“Magang ini sifatnya pilihan, bukan wajib. Boleh ikut dan boleh tidak ikut. Bagi yang tidak ikut magang, harus ikut mata kuliah dan boleh ikut mata kuliah diluar program studi. Kita memberikan ruang gerak dan kemerdekaan seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk memilih.  Syarat magang, minimal lima orang mahasiswa dalam satu kecamatan, supaya mudah mengatur bagaimana menghasilkan karya-karya terbaik”, ujar Prof. Jasman.

Prof. Jasman menegaskan, magang profesional misalnya.  Magang jenis ini adalah magang yang lenier dengan bidang ilmu yang diambil sebelumnya. Misalnya, mahasiswa teknik mesin magangnya di pabrik-pabrik PKS, mahasiswa pertanian magangnya di kebun-kebun sawit. Mahasiswa ilmu komunikasi magangnya di bidang jurnalistik menjadi jurnalis (wartawan) seperti pada Harian Serambi Indonesia, dan seterusnya.

Prof. Jasman juga menjelaskan, kurikulum UTU harus menjamin mahasiswa dapat dinyatakan lulus setelah memenuhi program pendidikan minimal sebanyak 144 SKS yang terdiri dari minimal 110 SKS mata kuliah wajib yang harus diselesaikan di program studi masing-masing, dan maksimal 34 SKS dapat diselesaikan diluar program studi dan atau diluar perguruan tinggi.

Sebanyak 34 SKS di luar program studi atau di luar perguruan tinggi itu, dapat berupa program kegiatan seperti pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wurausaha, studi/proyek independen dan membangun desa/kuliah.

Dalam kesempatan itu, Prof. Jasman juga menyampaikan bahwa kampus merdeka itu bertujuan untuk membuka wawasan terhadap perubahan lingkungan yang komplek, membuka pola pikir dan melatih berpikir kreatif, dapat bekerja sama,  melatih kemampuan berkomunikasi, dan melatih kemampuan menjadi pemimpin.(***) 

 

 

Lainnya :