Rektor : Mutu Penelitian & Pengabdian Jadi Kunci Keberhasilan Kampus
  • UTU News
  • 15. 09. 2019
  • 0
  • 240

MEULABOH, UTU - Universitas Teuku Umar terus memacu mewujudkan Visi sebagai kampus sumber inspirasi dan referensi, namun sebagai perguruan tinggi tentunya memiliki tantangan kedepan. Salah satunya adalah bagaimana meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat, termasuk publikasinya pada jurnal berskala internasional dan bereputasi.

Hal ini mengemuka dalam kegiatan Kemah Kreatif SDM Universitas Teuku Umar yang diselenggarakan oleh UTU dalam rangka peningkatan kompetensi serta memberikan kesempatan kepada dosen muda Universitas Teuku Umar untuk berfikir kreatif dan inovatif terkait ide dan gagasan untuk kemajuan kampus, pada hari ke-2 dengan pembicara Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA yang merupakan Rektor Universitas Teuku Umar. Sabtu (15/9).

Pada kesempatan tersebut, Rektor memaparkan secara mendetail Visi dan misi Universitas Teuku Umar dan strategi mewujudkannya, salah satunya lewat kebijakan Universitas dalam upaya meningkatkan mutu penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat.

Peenelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan perwujudan dari tridarma perguruan tinggi selain daripada pendidikan. Banyak sekali hal yang dapat dilakukan oleh Dosen UTU yang dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam hal penelitian dan pengabdian. Begitu banyak fenomena yang didapati dalam kehidupan masyarakat. Menurut Rektor, ada tiga isu utama permasalahan yang menjadi perhatian dunia saat ini yaitu mengenai stunting, kemiskinan, dan sampah plastik. Di Aceh, angka stuntingnya tinggi, selain itu Aceh juga merupakan Provinsi termiskin di Sumatera.

"Bagaimana tingkat kebenaran data kemiskinan di Aceh? Mengapa di Aceh ditemukan banyak masyarakat miskin, bukankah anggaran APBA kita banyak? Bagaimana korelasi indeks kebahagiaan masyarakat Aceh dengan kemiskinan?." Gugat Rektor dihadapan 120 orang dosen peserta kemah kreatif.

Pertanyaan-pertanyaan itu dapat diuji di lapangan melalui penelitian dan beragam persoalan rakyat lainnya yang dapat dilakukan kajian oleh insan kampus, untuk mendapatkan jawaban secara akademis.

Berdasarkan data WHO, di seluruh dunia, diperkirakan ada 178 juta anak di bawah usia lima tahun pertumbuhannya terhambat karena stunting. Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

Banyak sekali ditemukan kasus kematian ibu dan anak akibat kekurangan gizi. Berarti ada yang salah disini, silahkan dikaji dimana letak permasalahannya. Apakah di kebijakannya, anggaran dan lain-lain. UTU harus hadir kepada masyarakat dengan menawarkan solusi lewat penelitian dan pengabdian masyarakat. Lanjut Prof. Jasman

Kemudian masalah sampah, terutama sampah plastik yang sudah sangat mengkhawatirkan ini. "Ini harus dicari solusinya". UTU sangat tegas dan konsisten terhadap kebijakan kampus bebas sampah plastik. Lewat program diet sampah plastik dan beragam kegiatan yang sudah kita lakukan bagian dari kampanye anti penggunaan plastik. Lanjutnya

Ketiga hal diatas harus menjadi perhatian kita kedepan, memperbanyak melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama terkait Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Dosen UTU didorong harus mampu menjadi pendongkrak semangat bagi mahasiswa untuk menyusun proposal PKM dengan landasan ide kreativ dan inovatif. "Seluruh dosen harus melakukan bimbingan kepada mahasiswa dalam menyusun proposal PKM. Kita sangat jauh tertinggal dengan kampus lain, namun saya yakin, kehadiran bapak/ibu Dosen muda ke Universitas Teuku Umar akan mampu mengejar ketertinggalan itu." Katanya penuh yakin.

Pada kesempatan itu, Rektor memberi kesempatan kepada para fasilitator dari masing-masing kategori kelompok PKM, untuk memaparkan mekanisme penyusunan gagasan/ide proposal PKM yang akan dirancang sesuai bidang, juga berbagi pengalaman bagi dosen yang pernah berhasil dalam membimbing mahasiswa di pentas PIMNAS.

Untuk diketahui, peserta Kemah Kreatif dibagi ke dalam 8 kelompok kecil, setiap kelompok dipimpin oleh seorang fasilitator, masing-masing kelompok diberi tugas untuk menggali ide dan gagasan untuk dijadikan judul penelitian sesuai dengan bidang yang ada dalam PKM, yaitu PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Karya Cipta (PKM-KC), PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI), PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT) dan PKM-Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK). (Aduwina).

Lainnya :