Prof. Yusrizal,  “UTU Perlu Upayakan Tambah Profesor”
  • UTU News
  • 29. 05. 2018
  • 0
  • 502

MEULABOH – Universitas Teuku Umar (UTU) kalau mau maju harus mengikuti masterplan,  seperti yang pernah disampaikan oleh Rektor UTU, Prof. jasman itu sendiri. Karena dalam masterplan tersebut terdapat  makna-makna yang sangat penting  untuk pengembangan lembaga pendidikan UTU ke depan.

Prof. Dr. Yusrizal, M.Pd, mengatakan hal itu ketika diwawancarai Tim UTU News baru-baru ini di Unsyiah Banda Aceh. “Yang paling penting,  saran saya kepada Pak Rektor UTU, Prof. Jasman, mulai sekarang perlu memikirkan dan berusaha penambahan guru besar (Profesor) di UTU, sehingga tidak sendiri profesor di UTU yaitu Profesor. Jasman semata ”, tegas Prof. Yusrizal.

Prof. Yusrizal melanjutkan, mengapa hal ini sangat penting diupayakan penambahan guru besar, karena penilaian Pemerintah Pusat untuk kemajuan sebuah Perguruan Tinggi (PT) juga sangat tergantung adanya jumlah guru besar (profesor). “Usulkan saja untuk memperoleh gelar Professor dari UTU seperti Dr. Ir. Komala Pontas (Dekan Teknik UTU), Dr. Ishak Hasan, Wakil Rektor II UTU. Kedua mereka ini sudah pantas menyandang gelar profesor”, sebut Prof. Yusrizal menyarankan.

Prof. Yusrizal mengatakan, pembangunan UTU memang harus dilaksanakan sesuai dengan program jangka panjang dan program jangka pendek. “Yang lebih penting menurut saya, penambahan guru besar (professor) demi untuk kemajuan UTU, termasuk program jangka pendek yang harus segera diusahakan, supaya nama dan level UTU meningkat”, tegasnya.

Selain itu, kata Prof. Yusrizal, proses pengembangan kurikulum di Universitas Teuku Umar (UTU) harus merujuk dan sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Kemenristekdikti, agar bisa cepat berkembang.

Prof. Yusrizal yang juga Guru Besar Evaluasi Pendidikan Universitas Syiah Kuala menjelaskan, untuk peningkatan pendidikan itu, sesuai dengan level KKNI melalui berbagai alur seperti penataan dan strata pendidikan, penyetaraan mutu lulusan, pengembangan sistem penjaminan mutu, pengembangan kurikulum, memfasilitasi pendidikan sepanjang hayat. Termasuk juga unsur deskripsi KKNI mencakup sikap dan tata nilai (deskripsi umum), kemampuan manajerial, kemampuan kerja, dan penguasaan pengetahuan. (Muzakkir)

Lainnya :