Prof. Jasman, “Riset dan Pengabdian Dosen Aspek Penting Tercapainya Visi UTU”
  • UPT_TIK
  • 20. 09. 2021
  • 0
  • 453

MEULABOH, UTU – Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Prof. Dr. Jasman J. Ma`ruf, SE.,MBA menegaskan, proses penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus dipatuhi oleh dosen peneliti dan pengabdi sesuai skedul yang ditentukan. “Seminar kemajuan yang dilakukan hari ini, tujuannya untuk mengevaluasi apakah sudah sesuai target 70 persen atau belum”.

Penegasan Prof. Jasman itu, disampaikan ketika membuka, “Seminar Kemajuan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat”, di Gedung Terintegrasi UTU, Senin, 20 September 2021. Hadir dalam acara tersebut, Wakil Rektor I, Dr. Alfizar, DAA, Wakil Rektor II, Dr. Ishak Hasan, M.Si, para dekan, para dosen, peneliti dan pengabdi dalam lingkup UTU. Seminar kemajuan yang menggunakan sumber dana hibah internal (PNBP UTU) Tahun anggaran 2021, berlangsung selama 3 hari, 20-22 September 2021.

Prof. Jasman antara lain mengatakan, salah satu aspek penting untuk mendukung proses pencapaian visi UTU, menjadi sumber inspirasi dan referensi adalah dimulai dengan riset dan pengabdian kepada masyarakat. “Untuk itu, ke depan dana untuk riset dan pengabdian akan kita tingkatkan”

Prof. Jasman mengakui, tidak semua dosen UTU aktif melakukan tridharma perguruan tinggi menurut yang dibayangkan. Dari cacatan yang ada, hanya sekitar 120 orang dosen UTU aktif, yang betul-betul menjalankan tridharma perguruan tinggi. Sementara, dosen UTU saat mencapai 300 orang lebih.

Untuk itu, dosen UTU harus dievaluasi. Dalam menilai kompetensi sebuah kampus yang dilihat adalah jumlah karya dosen dibagi dengan jumlah dosen. “Dosen yang tidak berkarya harus diselesaikan secara adat, Maaf, memang harus begitu sebenarnya, jangan menghambat  kemajuan sebuah kampus atau harus memperbaiki diri seorang dosen”, tegas Prof. Jasman.

Prof. Jasman mengharapkan, semua dosen UTU harus aktif menjalankan tridharma perguruan tinggi. Seorang tenaga pengajar di kampus yang tidak menjalankan tridharma perguruan tinggi berarti tenaga pengajar tersebut bukan seorang dosen. Unsur Tridharma Perguruan Tinggi (PT) wajib dilakukan oleh seorang dosen yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Tidak ada alasan tidak melakukan riset dan pengabdian, karena sumber dana untuk penelitian dan pengabdian banyak tersedia, tidak hanya menggunakan dana kampus tetapi juga banyak dana yang tersedia diluar kampus”

Sekretaris LPPM Universitas Teuku Umar (UTU), Herdi Susanto, ST.,MT, dalam laporannya mengatakan, dalam melaksanakan kemajuan hibah internal UTU, tahun ini pihak LPPM telah mengundang dua orang reviewer dari Universitas Sumatera Utara (USU). Sementara dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh dan Universitas Andalas sudah pernah menjadi reviewer tahun-tahun sebelumnya. Dua reviewer yang diperbantukan di UTU untuk mensukseskan kegiatan seminar kemajuan hibah internal adalah Prof. Dr. Badaruddin, M.Si, Guru Besar pada Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Sumatera Utara (FISIP-USU) dengan kompetensi keilmuannya adalah Sosial Humaniora. Dan Dr. Apri Heri Iswanto, S.Hut.,M.Si, dosen Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara (USU), dengan kompetensinya Teknologi Hasil Hutan, ujar Herdi Susanto.

Dalam kesempatan itu, Herdi Susanto menjelaskan, tahapan yang sudah dilakukan, pada 15 s.d 18 September 2021 adalah Monitoring dan Evaluasi (Monev) lapangan terhadap Skema Pengabdian Berbasis Riset (PBR), untuk memastikan bahwa bahwa kegiatan PBR tersebut telah terlaksana dengan baik bersama mitra.

Tahapan berikutnya, sebelum pencairan dana 30 persen terakhir, sesuai aturan yang tertuang dalam buku panduan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat hibah internal UTU, diwajibkan melaksanakan seminar kemajuan 70 persen untuk mengevaluasi apakah capaian 70 persen tersebut sudah memenuhi atau belum seperti yang pernah dijanjikan. “Kalau sudah tercapai 70 persen, seminggu setelah seminar kemajuan, kita akan ajukan pencairan dana 30 persen sisa penelitian dan pengabdian tahun ini”.

Herdi Susanto menyebutkan, sebelumnya juga telah dilakukan seminar penyamaan persepsi dengan tujuan agar LPPM UTU dan Lemlit USU serta reviewer memiliki pemahaman yang sama tentang teknis penilaian, mekanisme pelaksanaan kegiatan, luaran penelitian dan pengabdian serta pelaporan kegiatan dengan target yang diharapkan oleh LPPM UTU. Jumlah penelitian dan pengabdian, Asisten Ahli 31 orang, Lektor 23 orang, Lektor Kepala (LK) dan Guru Besar (GB) 9 orang, Pengabdian Berbasis Riset (PBR) sebanyak 22 orang. Totalnya mencapai 85 orang.

Pelaksanaan seminar laporan kemajuan dilakukan secara hybrid. Dosen peneliti UTU diminta hadir tatap muka di ruang rapat LPPM UTU dengan mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes), sedang reviewernya secara daring. (***)

Lainnya :