Prof. Azman,
  • UTU News
  • 03. 12. 2018
  • 0
  • 81

MEULABOH - “Bangunlah jiwanya dan bangunlah raganya . Artinya, membangun pendidikan itu, mulai-lah dengan jiwanya lebih dahulu baru kemudian dengan raganya”, begitu Prof. Azman mengawali komentarnya  kepada Tim UTU News, ketika dimintai pendapat dan masukannya bagaimana seharusnya membangun Universitas Teuku Umar (UTU) sekarang dan ke depan.

Prof. Dr. H. Azman Ismail, MA adalah Ketua Senat Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, dan Ketua Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman-Banda Aceh. Menurut Prof. Azman, membangun Jiwa itu sekarang sudah ada Peraturan Presiden (Perpres) yaitu tentang pendidikan karakter. Presiden juga melihat bagaimana sekarang, baik anak-anak SMA maupun mahasiswa di universitas, mereka lebih sibuk dengan dirinya sendiri seperti sibuk dengan handphone (HP)nya, sehingga silaturrahmi antara sesama sudah semakin pudar.

Sepuluh tahun yang lalu, orang duduk di kedai kopi itu saling berkomunikasi sesama teman-temannya, banyak bicaranya tetapi sekarang tidak lagi, “saya sibuk dengan HP saya, orang lain sibuk dengan HP-nya sendiri”, sehingga komunikasinya sudah mulai kurang, akibatnya hubungan antara si A dengan B sudah kurang sekali. Sementara dalam Islam hubungan silaturrahmi sangat dianjurkan.

Prof. Azman dalam nada filosofi mengatakan, kalau universitas letaknya  dibagian timur tentu juga berbeda dengan dibagian barat. Artinya, tempatnya itu sangat menentukan, sehingga penekanan universitas di barat dengan yang di timur itu berbeda. Demikian juga, hasil bumi yang ada di barat tentu berbada sangat dengan hasil bumi yang ada  dibagian  timur. Untuk itu,  universitas harus mengikuti penekenan dalam memajukan pendidikan. “Harus hati-hati sekali, visi misi universitas  yang ada di barat jangan disamakan dengan yang ada di timur, sehingga tidak tepat”.

“Harapan saya, Universitas Teuku Umar (UTU) harus maju sesuai dengan model daerahnya sendiri, namun saling melengkapi.  Yang perlu ditanamkan kepada mahasiswa bagaimana melihat relevansi  kebutuhan  dunia kerja, dunia kehidupan, dunia usaha, dan dunia industry  (link and match). Mahasiswa dan lulusan harus mampu memahami link ad match dalam menyikapi kemajuan, menghadapi perubahan. Link and match mengisyaratkan agar lulusan perguruan tinggi memiliki wawasan, inovatif, dan bersikap kompetitif. (Zakir)

Lainnya :