Prodi Akuakultur UTU Selenggarakan Workshop Metode Penelitian dan Publikasi Ilmiah
  • UTU News
  • 28. 07. 2019
  • 0
  • 288

Meulaboh || Tolok ukur status suatu Universitas di masa kini bukan lagi pada kegiatan pengajaran tetapi pada pelaksanaaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang semakin berimbang antara Pendidikan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Sehubungan dengan itu, kualifikasi dosen makin hari makin ditingkatkan standarisasinya oleh Kemenristekdikti RI yaitu dengan kewajiban untuk memasukkan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat sebagai syarat sertifikasi dosen maupun kenaikan jenjang jabatan akademik. Dengan demikian, budaya riset dan aplikasi riset harus ditingkatkan baik dilingkungan dosen maupun Univeritas secara keseluruhan.

Oleh karena itu, diperlukan suatu langkah nyata untuk memperkenalkan kepada tenaga pengajar di Universitas Teuku Umar mengenai strategi untuk mengembangkan diri secara cepat sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan di lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia. Juga untuk membekalkan para tenaga pengajar dengan kemampuan untuk melaksanakan penelitian dengan baik dan mempublikasikan hasilnya secara tepat sehingga memberikan imbas yang baik bagi UTU dari segi status akreditasi maupun visibility di tingkat nasional maupun internasional.

Untuk mencapai harapan tersebut, Program Studi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar (UTU) pada Jumat, 26 Juli 2019 mengadakan kegiatan Workshop Peningkatan Kualitas Metode Penelitian dan Publikasi Ilmiah Bagi Dosen. Kegiatan yang melibatkan 30 orang Dosen FPIK itu dipusatkan di ruang Rapat FPIK UTU dengan menghadirkan Prof. Dr. Muchlisin ZA, M.Sc (Guru Besar dan Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh).

Dekan FPIK UTU, Prof. Dr. M. Ali Sarong dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam menulis artikel ilmiah, ini adalah kesempatan baik bagi kita sehingga diharapkan kedepan semakin banyak publikasi dosen FPIK UTU yang terpublikasi pada Jurnal Bereputasi (Scopus dan Thomson).

Ketua Program Studi Akuakultur Farah Diana, S.Pi., M.Si juga menambahkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka persiapan pengusulan program hibah penelitian dan pengabdian dari Kemristekdikti.

Prof. Dr. Muchlisin dalam materinya menyampaikan bahwa publikasi sangat penting untuk meningkatkan grade kampus, semakin banyak publikasi yang dihasilkan oleh Dosen, maka semakin tinggi pula grade kampus tersebut. Seharusnya seorang Dosen mampu menghasilkan minimal 1 publikasi terindeks scopus, bagaimana caranya? Tentu harus fokus dan memiliki kemauan yang kuat. Kemudian Beliau juga mengatakan bahwa kampus juga harus memberi perhatian khusus terkait publikasi Dosen, misalnya pemberian reward bagi yang mampu publikasi pada jurnal bereputasi.

Prof. Muchlisin juga menjelaskan tips agar artikel berpeluang diterima di jurnal bereputasi, diantaranya seorang dosen harus merancang suatu penelitian yang baik dengan targetnya submit di jurnal internasional, tentunya memilih jurnal yang sesuai, penulis harus mengecek trend judul dalam 5 tahun terakhir, pastikan jurnal yang dipilih terindeks scopus.

Beliau juga banyak memberikan motivasi kepada para peserta untuk meningkatkan jumlah publikasi artikel di jurnal bereputasi, bagi penerima hibah publikasi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari suatu kegiatan penelitian, penelitian dianggap belum selesai sebelum hasilnya dipublikasikan, tanamkan cita-cita untuk menghasilkan artikel yang dimuat dijurnal bereputasi, perlu diingat bahwa semua artikel dapat dipublikasikan, bahasa dalam penulisan artikel bukanlah kendala yang berarti, kekurangannya dapat ditingkatkan dengan seringnya menulis. (Aduwina).

Lainnya :