Pimpinan FPIK-UTU
  • UTU News
  • 15. 07. 2019
  • 0
  • 355

MEULABOH – Pimpinan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-Universitas Teuku Umar (FPIK-UTU) telah berusaha menyelamatkan 11 mahasiswa-nya yang terancam DO (Drop Out). Mereka yang terancam DO itu, angkatan 2012, yang harus menyelesaikan studi mereka sampai batas akhir hingga 31 Juli 2019 ini. “Angkatan  2012 ini UTU masih berstatus swasta. Sedangkan UTU Dinegerikan April 2014”

Dekan FPIK UTU, Prof. Dr. M. Ali Sarong, M. Si mengatakan,  FPIK hingga saat ini masih memiliki  mahasiswa angkatan 2012. “Kami akan berusaha supaya mereka yang sudah sekian lama menempuh pendidikan di UTU, bisa selesai sebelum 31 Juli 2019 ini, sehingga memperoleh dapat sarjana”, ujar Prof. Ali Sarong yang memiliki niat baik membantu mahasiswa  yang terancam DO itu.

Prof. Ali Sarong telah melakukan upaya penyelesaian studi mahasiswa terancam DO itu, dengan menghadirkan mereka bersama pembimbing di ruang rapat Pimpinan FPIK UTU Lantai 2 FPIK, pada 8 Juli 2019.  Rapat dimoderatori  oleh Wakil Dekan 1 FPIK Dr. Muhammad Rijal, M. Si.

Rapat pada Senin 8 Juli 2019 itu, merupakan rapat lanjutan yang sudah dua kali sebelumnya dilakukan pada  Bulan April 2019 dan Awal Juli 2019. Rapat  dihadiri oleh Ketua Prodi Perikanan, Syarifah Zuraida, M. Si, Ketua Prodi Sumberdaya Akuatik, Neneng Marlian, M. Si., Sekretaris Prodi Akuakultur Sufal Diansyah, M. Si., dan Sekretaris Prodi IKL Ika Kusumawati, M. Sc. “Selanjutnya, Wakil Dekan 1 FPIK menyerahkan kepada Dekan FPIK, Prof. Ali Sarong untuk memimpin rapat”.

“Mahasiswa yang terancam DO itu harus kita selamatkan. Kita harus mencari jalan terbaik menyelesaikan studi mereka ini. Prof. Ali Sarong meminta absen hadir mahasiswa dan dosen pembimbingnya, lalu menanyakan satu persatu tentang kemajuan tugas akhir pada masing-masing mahasiswa yang harus menyelesaikan studinya hingga 31 Juli 2019, sesuai surat pemberitahuan dari Bagian Kemahasiswaan UTU”, ujar Prof. Ali Sarong.

Hasilnya, dari 12 mahasiswa yang hadir, ternyata 11 mahasiswa dapat diselesaikan dalam waktu yang tersedia karena mereka telah melakukan pengambilan data untuk mengadakan seminar hasil dan ada yang telah seminar hasil untuk sidang skripsi. Sedangkan satu orang mahasiswa FPIK disarankan pindah ke universitas lain karena sampai saat ini mahasiswa tersebut belum menyiapkan proposal skripsi, hingga diadakannya rapat, pada  8 Juli 2019.  Hasil kesepakatan antara Pimpinan fakultas dengan mahasiswa, pembimbing, dan dengan peserta rapat, maka ditetapkan hari seminar hasil dan hari sidang skripsi.

Ke- 11 mahasiswa yang terancam DO itu dengan inisial SB , RA, AF, AH, AL, WU, RL, FH, MH, IS, dan  MK. Sedangkan mahasiswa ES,  yang belum  ada proposal skripsi, disarankan mereka pindah ke salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang memiliki fakultas perikanan di Banda Aceh sekitarnya. “Keberhasilan mereka dalam studi merupakan tanggung jawab bersama dan perlu kerja sama yang baik sesama kita. Jadikan waktu yang tersisa ini untuk benar-benar  membimbing mereka  dan mengarahkan mereka untuk menyelesaikan studi di FPIK UTU ini”, ujar Prof. Ali Sarong mengingatkan.(***)

Lainnya :