Pertama di Aceh, Rektor UTU Launching WiCo Moringa Cafe
  • UTU News
  • 13. 10. 2021
  • 0
  • 460

MEULABOH - UTU | Sebagai Perguruan Tinggi yang memiliki visi sebagai kampus sumber Inspirasi dan referensi, Universitas Teuku Umar terus menciptakan inovasi dan kreativitas dalam beragam produk.

Selasa (12/10), Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA meresmikan pemakaian WiCo Moringa Cafe (WMC) atau Cafe yang menyediakan teh celup herbal daun kelor. WMC terletak di taman wifi, komplek gedung Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) Universitas Teuku Umar.

Peresmian Cafe yang memadukan konsep minuman sehat Moringa (daun kelor) dan edukasi ini turut dihadiri unsur pimpinan Universitas seperti, Wakil Rektor, Dekan, Ketua LPPM PMP, Kepala Biro dan sejumlah pejabat fungsional lingkup UTU. Selain itu hadir dari unsur pemerintah daerah, BUMN, BUMD dan pihak swasta, diantaranya adalah Kadis DPMG Aceh Barat, Kadis Koperasi UMKM Aceh Barat, Pimpinan Telkom Aceh Barat, Pimpinan Bank Aceh Syariah Aceh Barat, Pimpinan pos Indonesia Aceh Barat, Pimpinan PT karya Tanah Subur dan pimpinan PT ASN Aceh Barat.

Prof. Jasman dalam sambutannya mengatakan kegiatan Ini sebagai momentum untuk berani berkreasi dan berinovasi sebagai implementasi merdeka belajar. UTU sebagai kampus sumber inspirasi dan referensi harus mampu menawarkan  beragam inspirasi terutama peluang usaha atau kewirausahaan kepada mahasiswa dan masyarakat.
wirausahawan merupakan profesi yang dapat merubah dunia lantaran pelakunya selalu dipenuhi dengan ide dan inovasi. Lebih jauh, profesi ini membawa manfaat untuk orang lain.

"Melalui cafe ini, kita ingin memberikan contoh nyata dan mendorong para mahasiswa untuk berwirausaha". Terangnya

Cafe ini, lanjutnya merupakan bakal unit bisnis yang bermanfaat untuk membangun nuansa enterpreneurship kampus. Termasuk menghadirkan layanan cafe representatif untuk para sivitas akademika maupun pihak eksternal.

Cafe ini menyiapkan tempat dan layanan yang eksklusif serta terjangkau bagi sivitas akademika bertemu, bercengkrama bersama dalam mendiskusikan pengembangan universitas.

"Kita mengharapkan ini akan menjadi cikal bakal unit bisnis intra-universitas yang bagus dan mendatangkan revenue. Mudah-mudahan bisa menjadi percontohan dan awal mula membangun business sense di lingkungan Universitas Teuku Umar," terangnya.

Lebih lanjut, Prof Jasman berpesan bahwa yang berproses di WMC adalah mahasiswa dan dosen UTU. Pengalaman sangat penting dalam membekali mahasiswa sebelum terjun dimasyarakat. SDM UTU tidak boleh ragu-ragu dan harus berani dalam memberikan peluang seluas-luasnya untuk mahasiswa.

Lebih lanjut, Prof Jasman lebih banyak menjelaskan dan mengupas tuntas tentang manfaat daun kelor.

Disini kita mencoba menawarkan satu produk dari daun kelor yang memiliki 14 manfaat untuk kesehatan. "Silahkan dicari referensi dari berbagai sumber, jika daun kelor itu memiliki manfaat yang sangat banyak, untuk itu kita akan menanam pohon kelor di area UTU sebagai bentuk kampanye agar masyarakat terinspirasi untuk menanam pohon kelor." Kata Prof Jasman.

"Setangkai kelor mengandung 7 kali vitamin C dalam jeruk, 4 kali vitamin D dalam wortel, 4 kali kalsium dalam susu, 3 kali potsasium dalam pisang dan 2 kali protein dalam yogurt." Terangnya.

Ini merupakan peluang bisnis yang sangat besar, apalagi di daerah kita masih banyak ditemukan lahan-lahan kosong. Lahan kosong itu dapat dimanfaatkan untuk menanam daun kelor sebagaimana yang telah diterapkan di kampus UTU.

Rektor mengajak mahasiswa dan undangan yang berhadir untuk mengkampanyekan gerakan tanam kelor dan minum teh daun kelor, sebagai minuman sehat di masa pandemi ini.

“Kami akan membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada masyarakat yang berminat usaha berbasis tanaman kelor, kami juga ingin mengajak teman-teman ukm untuk menjadikan tanaman kelor ini sebagai salah satu bidang usaha kecil menengah yang akan mengangkat tingkat kesejahteraan masyarakat Aceh,” demikian disampaikan Prof Jasman. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :