Mursyidin Zakaria Pimpin Fisip UTU
  • UPT_TIK
  • 02. 08. 2018
  • 0
  • 533

MEULABOH –  Dr. Mursyidin Zakaria, MA dipercaya menjadi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Teuku Umar (Fisip-UTU), menggantikan Dr. T. Ahmad Yani, M.Hum yang sudah empat tahun memimpin Fisip. Penunjukan Mursyidin sebagai Pimpinan Lembaga Fisip sesuai SK Rektor UTU, Nomor: 480/UN59/KP.I/2018. 

Penyerahan SK Rektor UTU kepada Mursyidin untuk menjalankan tugas sebagai Dekan Fisip dilakukan Wakil Rektor II UTU, Dr. Ishak Hasan, M.Si, di Aula Utama UTU, Rabu, 1 Agustus 2018. Prosesi penyerahan SK disaksikan dan dihadiri para dekan, para wakil dekan, para ketua program studi, para dosen Universitas Teuku Umar, serta undangan lainnya.

Mursyidin jebolan University Kebangsaan Malaysia (UKM) konsentrasi keilmuan Sosiologi dan Antropolgi adalah putra kelahiran Kebupatan Aceh Barat. Sebelumnya, Mursyidin pernah menjadi Dekan Fisip   pertama selama 4 tahun (2006 sampai 2009)  ketika Universitas Teuku Umar (UTU) masih swasta. “Pak Mursyidin mamang pemain lama sekarang muncul lagi. Melihat latar belakang beliau, termasuk kelimuan yang beliau tekuni selama kuliah S2 dan S3 sangat pantas menjadi Dekan Fisip”, ujar sejumlah sivitas akademika Fisip.

Dr. Ishak Hasan sebagai Wakil Rektor II, menyampaikan penghargaan dan selamat bertugas kepada Mursyidin, dengan harapan semoga Mursyidin betul-betul fokus menjalankan amanah mengendalikan lembaga Fisip agar terus maju dan lebih berkembang sesuai tuntutan akademik dan bisa menjawab harapan dan keinganan dari masyarakat.

Harapan Rektor UTU Prof. Dr. Jasman J. Ma`ruf, SE.,MBA yang disampaikan  Dr. Ishak Hasan , ke depan lembaga Fisip dapat membuka program studi baru yang sesuai dengan visi misi dari kelembagaan pendidikan Fisip itu sendiri. “Fakultas ilmu sosial dan Ilmu politik, tapi ilmu politiknya saat ini belum ada. Untuk itu, Mursyidini bersama jajarannya di Fisip dapat memikirkan lahirnya ilmu politik”.

Demikian halnya, saat ini Fisip sudah menambah satu program studi (prodi) baru yaitu Prodi Ilmu Hukum (sudah berjalan dua semester). Ilmu hukum ini secara perlahan-lahan juga harus dikembangkan menjadi Fakultas Hukum. “Demi mencapai kemajuan, langkah melahirkan Fakultas Hukum itu harus menjadi perhatian serius untuk merealisasikannya”, ujar Dr. Ishak mengharapkan.(Muzakkir)

Lainnya :