Meraih Akreditasi Menuju Budaya yang Bermutu
  • Pusat Penjaminan Mutu
  • 13. 08. 2018
  • 0
  • 311

P2M - Universitas Teuku Umar yang baru dua tahun dinegerikan, ibarat bayi yang baru lahir dan mulai belajar untuk melangkah. Hadirnya Seorang Rektor yang berjiwa Teuku Umar diawal penegrian, mengharuskan bayi yang sedang belajar melangkah ini, harus berlari sekencang-kencangnya menuju sebuah visi. Visi yang selalu Beliau kemukakan tiap waktu dan kesempatan, tiada ucapan pembukaan dan sambutan tanpa terlukiskan uraian kata-kata “Menjadi sumber inspirasi dan referensi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan bisnis sektor agro dan marine industry diperingkat Regional (2025), Nasional (2040) dan Internasional (2060) melalui riset yang inovatif, kreatif dan berdaya saing tinggi”.

Secara tidak langsung Universitas Teuku Umar telah terjual dengan Visi-nya, pintu gerbang yang megah, rancangan gedung dengan ruang kuliah teritegrasi merupakan nilai jual tersendiri yang sangat menjanjikan. Seperti yang pernah disampaikan oleh Prof. Jasman J Ma’ruf  dalam  kegiatan  Sosialisasi  dan  Workshop  SPMI tanggal  30  Maret  2016,  Beliau mengatakan mutu itu identik dengan bagaimana usaha kita menjual sebuah produk, produk tersebut akan terjual dengan baik apabila mutu produk tersebut terjaga dengan baik, artinya pembeli merasa terpuaskan dengan produk tersebut.

Berpijak dari hal tersebut di atas Badan Penjaminan Mutu Universitas Teuku Umar (BJM-UTU) dibawah kendali Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat dan Penjaminan Mutu (LPPM&PM) yang diberi tugas dan wewenang untuk menjaga nilai-nilai jual Universitas Teuku Umar senantiasa mengawal, mengontrol dan mengendalikan nilai-nilai mutu tersebut, sehingga diharapkan terjadinya peningkatan mutu yang berkelanjutan dan tentu saja terarah pada visi dan misi yang telah diimpikan.

BJM-UTU menyadari bahwa ucapan belaka tidak akan mampu mengerakkan roda PDCA (Plan Do Check Action) menuju tangga mutu yang lebih tinggi, untuk itu Tim BJM dibawah arahan Dr. Ir. Alfizar, DAA Plt. Kepala LPPM&PM menyusun program kerja yang terjadwal pada tiap tahunnya, dalam setiap rapat internal meminjamkan prinsip “do more talk less”. Tersusunnya 19 program kerja tahunan diawal tahun 2016, mengharuskan BJM yang didampingi oleh bidang peningkatan mutu dan audit internal mutu akademik harus berlari untuk mencapai target yang telah ditentukan, 15 program kerja telah telaksana dengan baik ditahun 2016 diantaranya: Pembentukan Satuan Penjaminan Mutu Fakultas (SPMF), Penyusunan buku kebijakan, manual, standar dan instrumen SPMI Universitas Teuku Umar, sosialisasi dan workshop SPMI, pelatihan dan bimbingan teknik pengisian dan review borang akreditasi, pelatihan dan sertifikasi auditor internal mutu akademik kerjasama dengan Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Syiah Kuala, penerapan standar SPMI UTU, pendampingan akreditasi prodi, audit internal mutu akademik siklus 2, benchmarking SPMI ke Universitas Gajah Mada dan rapat koordinasi tahunan BAN-PT. Sekitar 80% program kerja BJM-UTU telah terlaksana dengan baik, apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim BJM UTU atas kesuksesan ini.

Tantangan lebih besar akan dihadapi BJM-UTU di tahun 2017, akreditasi tiga prodi Teknik Sipil, Teknik Mesin dan Sosiologi merupakan harga mati yang harus diperjuangkan, dibenahi dan diutamakan. Pergerakan menuju akreditasi minimal “B” harus dipertimbangkan dengan sangat matang dan teliti sesuai dengan instruksi Rektor Universitas Teuku Umar, disamping itu pendampingan terhadap persiapan akreditasi prodi Teknik Industri juga harus dipikirkan lebih awal ditahun 2017, sehingga target-target yang telah kita rencanakan dapat tercapai dengan baik. Serta persiapan akreditasi institusi merupakan isu strategis yang tidak kalah pentingnya dan harus dipikirkan dengan sebaik-baiknya.

Rencana   pembangunan   jangka   menengah   (RPJM)   BJM   UTU,   Standardisasi Perpustakaan  berdasarkan  ISO  11620:2014  dan  Laboratorium  berlebelkan  SNI  ISO/IEC 17025:2008 patut didukung dan diperjuangkan. Penjaminan mutu di tingkat Fakultas, Lembaga, UPT, dan Biro lingkup UTU dibenahi melalui audit sistem dan audit kepatuhan. Sehingga terwujudnya budaya mutu yang berkelanjutan, seperti yang diamanahkan dalam UU 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Menghadapi tantangan tersebut BJM-UTU dengan 29 Auditor internal bersertifikasi berkomitmen memberikan pelayanan prima di Universitas Kebanggaan Masyarakat Barat Selatan  Aceh.  Penambahan  struktur  organisasi  di bidang Akreditasi  &  Prodi  Baru  serta peningkatan mutu bidang penelitian dan pengabdian masyarakat semestinya menjadi harapan BJM UTU untuk mewujudkan Good University Governance.

Lainnya :