Mahasiswa UTU Raih Juara 2 Debat Ekonomi Syariah
  • UTU News
  • 08. 11. 2019
  • 0
  • 250

MEULABOH, UTU - Universitas Teuku Umar (UTU) kembali menorehkan sebuah prestasi di tingkat Provinsi. Kali ini dalam kegiatan HES FAIR & EXPO Competition 2019 yang diselenggarakan oleh UIN Ar-Raniry Banda Aceh, pada 01-02 November 2019 lalu.

Di putaran final, tim debat UTU bertarung melawan tim terbaik dari seluruh PTN-PTS Se-Aceh, diantaranya Universitas Syiah Kuala dan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

Team debat Universitas Teuku Umar (UTU) yang terdiri dari Ibnu Maja & M. Satrijal (Fakultas Pertanian) dan Ali Mahyu K (Fakultas Ilmu sosial dan ilmu Politik) berhasil meraih juara II Lomba Debat Ekonomi Syariah.

Selayaknya lomba debat pada umumnya, peserta lomba diberikan berbagai mosi yang dibahas pada perlombaan. “Banyak mosi-mosi yang menarik, apalagi pembahasan acara ini bertema ekonomi syariah, sesuai dengan kebijakan pemerintah yang diterapkan di Aceh. tutur Ibnu Maja.

Ibnu Maja selaku ketua tim debat UTU kepada media UTU.News mengatakan syukur Alhamdulillah dapat mempersembahkan Juara 2 Debat Ekonomi Syariah Se-Aceh. Rasa bangga tersendiri dapat mengharumkan nama baik Almamater Universitas Teuku Umar. Lebih lagi kita mampu mengungguli team debat dari kampus tertua dan terbesar di Aceh, Unsyiah. Best untuk team Ali Mahyu dan M. Satrijal.

"Untuk meraih prestasi ini butuh proses, perjuangan dan pengorbanan, ikuti saja alurnya dan terus nikmati prosesnya dan jangan lupa terus berdoa untuk yang terbaik. Jika semua itu telah kita lalui maka yakinlah kita akan merasakan hasil yang memuaskan. Nikmati prosesnya rasakan hasilnya". Kata Ibnu Maja penuh motivasi

Dan kami berharap dapat memotivasi adik-adik dan teman-teman yang ada di Universitas Teuku Umar agar selalu berkarya dan berprestasi.

Lebih lanjut kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa musyawarah dalam setiap mahasiswa dalam menyelesaikan perkara apapun. Selain bisa menambah pengetahuan dan memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan diri. “Selain sebagai wujud konkret sosialisasi dakwah dan perhatian terhadap ekonomi syariah, melalui penerapan riil sistem ekonomi yang sebenarnya. Ke depan, perlu ada perbaikan sistem ekonomi Indonesia dengan mengadakan pengkajian terhadap Sistem Ekonomi Islam,” bebernya.

Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam. Ekonomi syariah atau sistem ekonomi koperasi berbeda dari kapitalisme, sosialisme, maupun negara kesejahteraan (Welfare State). Berbeda dari sistem kapitalisme, sistem Ekonomi Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin, dan melarang penumpukan kekayaan. Selain itu, ekonomi dalam kacamata Islam merupakan tuntutan kehidupan sekaligus anjuran yang memiliki dimensi ibadah yang teraplikasi dalam etika dan moral syariah islam. (Aduwina).

Komentar :

Lainnya :