Langka & Mahal dipasaran, Dosen UTU Produksi Sendiri Hand Sanitizer
  • UTU News
  • 20. 03. 2020
  • 0
  • 988

MEULABOH - UTU | Merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia telah menimbulkan berbagai kecemasan dan keresahan. Masyarakat pun dihimbau untuk menjaga kesehatan dan mebersihan agar tidak terpapar virus ini. Diantaranya dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer serta cairan antiseptik atau disifektan.

Namun seiring dengan terus bertambahnya kasus positif Covid-19 pada tiap harinya membuat sebagian masyarakat menjadi panik. Alhasil cairan antiseptik dan disifektan yang diyakini mampu mencegah penularan Covid-19 dan efektif membunuh kuman menjadi langka dan mahal dipasaran.

Langkanya produk hand sanitizer dan harganya melonjak tinggi di pasaran saat ini, mendorong salah seorang Dosen Universitas Teuku Umar (UTU) berinisiatif untuk memproduksi sendiri cairan yang biasa digunakan sebagai pembersih tangan ini. Keberadaan hand sanitizer yang saat ini langka diakibatkan tingginya permintaan terhadap barang tersebut dikarenakan praktisnya cara pakai dan dapat digunakan dimana saja.

Adalah Khairunnisa, SP., MP, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar (UTU) yang menjadi inisiator dalam pengolahan cairan antiseptik ini. Kepada media UTU.News Khairunnisa mengisahkan awalnya pembuatan Hand Sanitizer itu untuk kebutuhan pribadi dan keluarga karena kesulitan mendapatkan barang tersebut dipasaran.

Pengolahan Hand Sanitizer ini sudah dilakukan sejak Selasa (17/3/2020) dan sudah menghasilkan 50 liter. "Untuk sementara ini kami baru mampu memproduksi sebanyak 50 liter hand sanitizer, karena memang keterbatasan bahan yang sudah mulai langka, ke depan kami akan terus melakukan produksi kembali," kata Khairunnisa Jum'at (20/3/2020).

Khairunnisa yang saat ini sedang menempuh pendidikan Doktoral di Fakultas Pertanian Unsyiah mengatakan, Agar efektif membasmi kuman maupun virus, cairan pencuci tangan yang dibuatnya menggunakan formula yang dianjurkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan BPOM RI.

Bahan-bahan yang digunakan yaitu Etanol 96 persen yang diencerkan atau sebanyak 833,33 ml, H2O2 3 persen yang telah diencerkan atau sebanyak 41,67 ml, Gliserol 14,5 ml, essential oil sebagai pewangi dan Aquadest secukupnya hingga volume total akhir menjadi 1.000 ml. "Ini untuk 1 liter cairan antiseptik pembersih tangan," kata Khairunnisa

"Sementara, produksi ini untuk memastikan tetap tersedianya hand sanitizer untuk keluarga, kalangan dosen UTU dan beberapa koleganya di Aceh yang telah memesan," kata Nisa, Sapaan akrabnya.

Nisa menambahkan, langkah ini menjadi upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus, setelah Senin(16/3/2020) Rektor UTU mengeluarkan edaran pencegahan Covid-19 di lingkungan kampus.

Sementara itu Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf,S , MBA mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan salah satu Dosennya dalam merespon permasalahan global yang sedang dihadapi ini. "Pembuatan hand sanitizer ini termasuk satu diantara langkah awal yang dilakukan untuk meminimalisir dampak penyebaran virus Covid-19 (Corona).S itu, ada beberapa langkah lainnya yang akan dilakukan untuk mencegah penyebaran virus ini dilingkungan kampus UTU.

“Hand sanitizer ini sangat diperlukan saat ini, dan keberadaanya sangat langka di pasaran. Semoga hand sanitizer yang diproduksi ini dan kedepan bisa mencukupi kebutuhan di UTU dan dimanfaatkan masyarakat nantinya untuk sementara waktu”, harap Prof. Jasman. (Aduwina / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :