Kembangkan Inovasi Teknologi Pertanian, FP UTU Teken MoU dengan BPTP Sumut
  • UTU News
  • 29. 11. 2019
  • 0
  • 248

MEULABOH, UTU - Hasil Pertanian berbasis tekbologi belum sepenuhnya sampai ke masyarakat. Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, antara lain pengabdian masyarakat, diharapkan teknologi ini akan dengan mudah sampai ke masyarakat dan dapat diadopsi dengan baik. Untuk itu, Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar melakukan kerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). Kali ini dengan BPTP Sumatera Utara, sehingga nantinya hasil-hasil pertanian dapat disebarluaskan kepada masyarakat.

Untuk mempercepat realisasi hal tersebut, Kamis, 28 November 2019, Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara. Penandatanganan MoU itu dilakukan Dekan FP UTU Ir. Yuliatul Muslimah, MP dan Kepala BPTP Sumut Dr. Khadijah El Ramija, S.Pi,. MP. 

Turut hadir mendampingi Dekan FP UTU yaitu Wakil Dekan I, Chairudin, SP., M.Si, Kaprodi Agroteknologi, Wira Hadiyanto, SP., M.Si dan beberapa dosen Fakultas Pertanian. Sedangkan dari BPTP sendiri, selain kepala juga didampingi oleh beberapa kepala bidang diantaranya Kepala Kerja Sama Pelayanan dan Pengadaan (KSPP) Ir. Mustafa Hutagalung, MP, dan Penanggung Jawab Kerja Sama Listiawati SP, serta beberapa orang pejabat lainnya.

Dekan FP UTU menyebutkan, kerja sama yang dijalin antara FP UTU dan BPTP Sumut akan sangat banyak manfaatnya bagi kedua belah pihak. “Kerja sama ini bertujuan untuk menjalin hubungan kelembagaan antara FP UTU dan BPTP Sumut dalam mendukung Tridharma Perguruan Tinggi, pengembangan inovasi teknologi dan rekomendasi kebijakan pembangunan di bidang pertanian,” kata Ir. Yuliatul

Kerja sama itu, lanjut Ir. Yuliatul Muslimah terkait penelitian, pengkajian, pengembangan, pendidikan, pelatihan, penyuluhan, dan penerapan mendukung pembangunan pertanian spesifik lokasi di Barat Selatan Aceh. 

Dekan juga mengakui kerja sama tersebut memberi nilai tambah dalam skoring akreditasi prodi lingkup Fakultas Pertanian dan juga menunjang Akreditasi Perguruan Tinggi. Namun hal itu harus ada implementasinya. 

Peluang

Dengan kerja sama tersebut, Dekan FP UTU juga melihat banyak peluang untuk memperkuat daya tahan pertanian agar tidak tergantung impor. Ini lantaran menurutnya Indonesia, khususnya Aceh layak untuk ketahanan pangan.

Yulatul Muslimah juga menuturkan selain Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik juga bisa berperan dalam teknologi tepat guna dengan membuat alat-alat pertanian baru untuk mengembangkan produksi pertanian di Aceh.

BPTP menurutnya, satu lembaga yang penting untuk diajak bekerja sama dengan Perguruan Tinggi. Pasalnya, balai ini konsentrasi ke penelitian, sementara tugas perguruan tinggi itu adalah penelitian dari salah satu tridharmanya. Apalagi, saat ini dosen didorong keras untuk melakukan penelitian yang kadang terhalang oleh dana, fasilitas, lahan jika untuk pertanian, dan sebagainya. 

Wakil Dekan I FP UTU, Chairudin, SP., M.Si menambahkan, penandatanganan MoU ini sangat sesuai dilakukan oleh Fakultas Pertanian, mengingat perkembangan pertanian indonesia khususnya Aceh mulai menerapkan teknologi-teknologi canggih sehingga langkah kerjasama ini sangat bearti untuk pengembangan SDM bidang pertanian pada Universitas Teuku Umar.

Chairuddin juga menyatakan FP UTU mempunyai peran dalam ketahanan pangan, sebab banyak hal yang bisa dikerjakan secara bersama dengan BPTP. Dia meyakini Aceh bisa menjadi pengekspor pisang karena FP UTU sendiri memiliki kebun koleksi pisang dunia yang dikelola oleh UTU Farm.

Sebelumnya, Kepala BPTP Sumut Dr. Khadijah El Ramija, SPi, MP menuturkan misi lembaganya di antaranya mengembangkan jaringan kerja sama nasional dan internasional dalam rangka penguasaan iptek untuk pengembangan agribisnis dan pembangunan pertanian. 

Dia menyebutkan kerja sama yang dilakukan antara BPTP Sumut dan FP UTU diharapkan dapat membantu petani meningkatkan hasil produksi pertanian melalui teknologi. Ditambahkannya, BPTP ada di 33 provinsi di Indonesia, dan hadir sejak 1994 untuk kemajuan pertanian. (Aduwina / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :