Kedua Kali, Dikti Lakukan Visitasi Inkubator Bisnis UTU
  • UTU News
  • 25. 05. 2019
  • 0
  • 239

MEULABOH – Untuk kedua kalinya, Tim Pendamping Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan Teknologi Dan Pendidikan Tinggi  Kemenristekdikti, Sigit Asmara Santa dan Haitan Rahman, melakukan visitasi terhadap Inkubator Bisnis Teknologi –Universitas Teuku Umar (IBT-UTU), Jumat, 24 Mei 2019.

Ketua Inkubator Bisnis UTU, Hafinuddin, M.Sc menjelaskan, kegiatan pendampingan dan Focus Group Discussion (FGD) kedua yang dilakukan oleh Tim IBT Kemenristekdikti ini dipusatkan diruang rapat IBT UTU. “Kegiatan ini tujuannya untuk pendampingan penyusunan Business Plan (BP), Business Model Canvas (BMC) dan studi kelayakan”, ujar Hafinuddin yang juga Wakil Dekan II FPIK.

Visitasi kali ini turut dihadiri oleh TIM IBT Universitas Jambi dan Tim IBT Universitas Malikussaleh, Lhoksemawe. “Kedua IBT itu sudah memasuki tahapan pengembangan. Tim IBT UTU yang tergabung dalam IBT Wilayah Sumatera, menargetkan IBT UTU memiliki sistim organisasi yang sehat, sehingga tahun 2020, IBT UTU siap untuk memasuki fase pengembangan”, ujar Hafinuddin.

Sebelumnya, Tim pendamping Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan Teknologi Dan Pendidikan Tinggi  Kemenristekdikti, Sigit Asmara Santa dan Haitan Rahman, juga telah melakukan visitasi terhadap Inkubator Bisnis Teknologi –Universitas Teuku Umar (IBT-UTU), 23 April 2019.

Hafinuddin menjelaskan, IBT merupakan lembaga pengembangan kewirausahaan serta dirancang untuk mendampingi suatu gagasan atau wirausaha pemula melalui program pendukung bisnis yang komprehensif dalam membangun dan mempercepat pertumbuhan keberhasilan wirausaha pemula.

Sebagaimana yang pernah diberitakan, kegiatan visitasi dilanjutkan dengan meninjau ketersediaan fasilitas pendukung pendirian IBT-UTU serta melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Konsep Pendirian Kelembagaan Inkubator Bisnis Teknologi Universitas Teuku Umar (IBT-UTU) di ruang rapat IBT-UTU. Kegiatan FGD juga dihadiri oleh calon tenant (wirausaha pemula binaan) IBT-UTU”.

Diharapkan, dengan pendirian IBT-UTU dapat membantu mengembangkan start up hasil riset dan kreatifitas mahasiswa menjadi bisnis yang berkembang, berskala nasional dan internasional. Harapan ini juga sejalan dengan tagline UTU yaitu mengembangkan agro and marine industry.

Setelah UTU ditetapkan menjadi Pusat Pengembangan Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) Tingkat Nasional, untuk tahap awal telah disosialisasikan dalam kegiatan workshop dengan yang bertema, “Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 4.0 dan SPMF”, yang dilaksanakan  di Takengon, Kebupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, 19 April 2019.

Inkubator adalah lembaga intermediasi yang bertugas melakukan inkubasi, pembinaan, pendampingan terhadap wirausaha baru berbasis inovasi di pergurun tinggi. Mahasiswa yang terlibat dalam penelitian dosen adalah mahasiswa yang tercatat aktif dalam penelitian dosen di perguruan tinggi. “Ini juga proyek kewirausahaan bagi mahasiswa,  yang diperoleh melalui kegiatan perkuliahan atau proyek binaan lainnya yang berpotensi untuk dikomersialisasikan.

Universitas Teuku Umar (UTU) yang berada di Barat Selatan Aceh, tepatnya di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, terpilih menjadi Perguruan Tinggi (PT) pendiri Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) baru dari 19 Perguruan Tinggi se-Indonesia. Atas pilihan tersebut, UTU mendapatkan bantuan pendirian IBT dari Kemenristekdikti sebesar Rp 150 juta dalam tahun 2019 ini. Penetapan IBT itu, dihadiri 28 Kampus yang lolos sebagai pendirian dan pengembangan lembaga Inkubator Bisnis Teknologi dibawah Kemenristekdikti.

“UTU satu-satunya Perguruan Tinggi Wilayah Sumatera sebagai Kampus yang lolos sebagai program pendirian IBT dalam lingkup Kemenristekdikti”, ujar  Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UTU, Dr. Mursyidin, MA, yang ikut menghadiri acara Kick Off Meeting program pengembangan kelembagaan IBT, dan  Penandatangan Perjanjian Kerjasama Swakelola Fasilitasi Pendirian IBT di Hotel JW. Marriott Surabaya, 12 April 2019 lalu. Acara Kick Off Meeting juga dihadiri Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Prof. Dr. H. Jasman J. Ma'ruf, SE.,MBA.

Dengan terpilihnya UTU sebagai pendiri IBT, maka UTU akan menjadi Kampus Pusat Bisnis dan Teknologi di Pantai Barat Selatan Aceh. Mursyidin yang ditunjuk sebagai Ketua Tim Pendirian IBT UTU, menyampaikan, dengan telah ditetapkan-nya UTU menjadi bagian dari Ikatan Inkubator Bisnis Indonesia (IABI), UTU akan menjadi sebagai Kampus Source of Inspiration,  sudah seharusnya menumbuh kembangkan sebagai kampus pusat inovatif dan kewirausahaan kepada lulusan dan masyarakat pengguna, sehingga UTU memberikan manfaat kepada stakeholder yang relevan dan pembuat kebijakan, ujar Mursyidin.

Mursyidin mengatakan, dalam perjanjian tersebut, UTU mendapat bantuan pendirian Rp.150 juta. Bantuan ini digunakan untuk biaya operasional persiapan pendirian IBT UTU tahun 2019. Dirjen Kelembagaan Riset dan Dikti dalam pengarahannya mengatakan, program ini adalah satu program unggulan Dikti karena lingkungan inkubasi bisnis yang lebih luas yang kondusif terhadap pengembangan UKM secara berkelanjutan dan pembinaan pertumbuhan bisnis dikalangan kampus.

Perguruan tinggi adalah institusi sebagai proses pengembangan kewirausahaan, ekonomik, dan sosial yang dilakukan baik oleh masyarakat atau sektor swasta, dan dirancang untuk mendampingi suatu gagasan, atau wirausaha pemula melalui program pendukung bisnis yang komprehensif dalam membangun dan mempercepat pertumbuhan dan keberhasilan pelaku bisnis khususnya pengusaha pemula. Acara ini dilanjutkan dengan program pelatihan selama 3 hari yang diikuti seluruh anggota inkubator masing masing perguruan tinggi. (***)

 

Lainnya :