Kawasan Ekosistem Mangrove Barsela Lokasi Praktik Bagi Dosen dan Mahasiswa
  • UTU News
  • 09. 08. 2019
  • 0
  • 243

MEULABOH – Prof. Ali Sarong mengatakan, kawasan ekosistem mangrove yang terdapat di Sepanjang Pesisir Pantai Barat Selatan (Barsela)  Aceh, terutama di Kabupaten Aceh Barat dapat dijadikan sebagai lokasi praktik dan penelitian bagi dosen dan mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU).

Kepedulian Civitas Akademika FPIK-UTU terhadap ekosistem mangrove disepanjang Pesisir Pantai Barat Selatan, Provinsi Aceh, menjadi penting,  sehingga keberadaan ekosistem mangrove ini dapat dikelola secara berkesinambungan, ujar Prof. Ali Sarong.

Prof. Dr. M. Ali Sarong, M.Si, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK-UTU)  mengatakan hal itu ketika membentuk kelompok peduli ekosistem di Kawasan Pesisir Pantai Barat Selatan. Kelompok peduli ekosistem itu diberinama, "Konservasi Mangrove Dalam Mendukung Program Ekowisata di Wilayah Pantai Barat Provinsi Aceh"

Pembentukan kelompok peduli ekosistem itu, berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan FPIK, Senin  5 Agustus 2019. Kelompok ini diketui oleh T. Amrullah, M. Si., Sekretaris Syarifah Zuraidah, M. Si,  dan Bendahara Citra Dina Febrina, M. Si. Kelompok tersebut dilengkapi dengan 6 (enam) divisi. Ketua Divisi Pembibitan dan Informasi,  Samsol, M. Sc. Ketua Divisi Lokasi dan Perizinan,  Nurul, M. Si. Ketua Divisi Publikasi dan Dokumentasi, Yusran, M. Si, Ketua Divisi Acara dan Penanaman, Mira, M. Si, Ketua Divisi Konsumsi dan Logistik, Dini Islama, M. Si, dan Ketua Divisi Monitoring dan Komponen Lingkungan, Mohamad Ghazali, M. Si. Hadir dalam rapat pembentukan kelompok peduli ekosistem tersebut  Wakil Dekan, Ketua Prodi, Dosen, dan Mahasiswa.

Prof. Ali Sarong menjelaskan, pembentukan kelompok peduli ekosistem ini bertujuan untuk  menangani masalah ekosistem mangrove yang terdapat di kawasan pesisir Barat Selatan Aceh terutama di Kabupaten Aceh Barat. Disamping itu kelompok ini dapat menjadi modal dan dukungan akademisi  untuk menjadikan kawasan Aceh Barat, sebagai kawasan tujuan  wisata dimasa mendatang.  Program utama dari kelompok peduli ekosistem pesisir ini antara lain adalah penanaman spesies mangrove di kawasan yang masih rusak akibat  tsunami 26 Desember 2004.       

Dalam ekosistem mangrove Kawasan Pesisir Barat Selatan Aceh, terdapat kehidupan berbagai fauna daratan, dan fauna perairan. Fauna daratan yang sering ditemukan di kawasan ini diantaranya babi (Sus sp), biawak (faranus sp), ular (ophidia), dan burung kuntul  (egretta sp). Sementara Fauna perairan diantaranya kerang nipah (geloina sp), kepiting bakau (scylla sp), tiram (cracostrea sp), dan udang galah (macrobrachium sp). “Kedua hewan ini ditemukan di kawasan mangrove, terutama di Kabupaten Aceh Barat”.

Banyak objek pembelajaran dan objek penelitian ýang ada di kawasan pesir, dapat dijadikan bahan kajian dalam pebelajaran di FPIK UT. Matakuliah Avertebrata Air yang mengkaji tentang hewan tidak beruas tulang belakang mencakup crustacea, moluska, dan annelida. Sementara ekologi perairan, ichtiologi, dan lainnya sangat banyak menggunakan biota perairan ekosistem mangrove. (***)

Lainnya :