Kampus Bersiap Hadapi New Normal, Ini Kata Rektor UTU
  • UTU News
  • 27. 05. 2020
  • 0
  • 3215

MEULABOH - UTU | Menghadapi era new normal atau sesuatu yang tidak biasa dihadapi karena adanya pandemi COVID-19, dunia pendidikan menghadapi dilema sistem pembelajaran, dari tradisional menjadi digital.

Untuk diketahui, semenjak Presiden Joko Widodo mengumumkan untuk melakukan segala kegiatan di rumah seperti Work From Home (WFH) dan Study From Home (SFH), kebijakan pendidikan dalam masa pandemi membuat instansi pendidikan baik dari tingkat dasar hingga perkuliahan harus bergerak cepat dalam memulai pembelajaran digital.

Kondisi tersebut mengubah kebiasaan mahasiswa yang biasanya produktif sesuai dengan target perkuliahan menjadi ‘kaum rebahan’ yang cenderung menghabiskan waktu berselancar di internet.

Namun demikian, perguruan tinggi negeri (PTN) di Aceh masih menunggu panduan regulasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Salah satunya Universitas Teuku Umar (UTU).

“Kita masih menunggu panduan dari Kemendikbud terkait pola tata kehidupan baru (new normal) dalam pendidikan,” kata Rektor UTU Prof Dr Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA kepada UTUnews, Selasa (26/5/2020) pagi.

“Pada prinsipnya kita taat azas pada kebijakan Pemerintah sembari menyiapkan variabel yang diperlukan,” ungkapnya.

Dia menyebutkan variabel tersebut diantaranya, sistem layanan akademik online, e-office, sarana cuci tangan, masker. “Dan yang penting adalah literasi dan kesiapan SDM dosen dan tenaga pendidik untuk menyambut new normal,” tegasnya.

Rektor Prof. Jasman menuturkan, bahwa mau tidak mau kita harus mengadaptasikan diri menghadapi era baru yang disebut-sebut sebagai new normal life.

Menurutnya, setiap individu harus mempersiapkan fisik dan mental dalam menghadapi pandemi virus Corona (Covid-19) yang menghantam peradaban umat manusia. Banyak pola hidup dan kebiasaan berubah seketika. Salah satunya disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Mulai dari kita masing-masing dan pada akhirnya masyarakat kita sebagai kumpulan dari individu-individu," terang Prof. Jasman saat dikonfirmasi melalui pesan WA.

Setelah masing-masing individu menyesuaikan dengan new normal life, secara otomatis kumpulan individu atau masyarakat ikut terbawa menyesuaikan dengan tuntutan-tuntutan new normal life tersebut. Seperti hidup yang lebih bersih dan hidup yang terbiasa menggunakan masker.

"Jadi harus adaptif. Karena manusia sebenarnya adalah makhluk sosial yang adaptif. Sangat adaptif," pungkasnya. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :