Halal Bi Halal dan Peusijuek Jamaah Calon Haji UTU
  • UTU News
  • 11. 06. 2019
  • 0
  • 542

MEULABOH – Sivitas Akademika dan pengurus Dharma Wanita Persatuan-Universitas Teuku Umar (UTU) kembali malaksanakan halal bi halal dan peusijuek (menepung tawari) jamaah calon haji dari UTU yang akan berangkat ke tanah suci tahun 2019 ini serta peusijuek terhadap dosen yang telah menyelesaikan program sarjana S3 bergelar doktor.   

Halal bi halal yang bertema, “Dengan Halal Bi Halal Kita Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah” dilaksanakan di Aula Utama UTU, Selasa, 11 Juni 2019. Yang menyampaikan tausiyah halal bi halal adalah  Tgk. H. Khairul Azhar, S. Ag.,MA (dari Kecamatan Meureubo, Aceh Barat).

Dalam pengantar singkat, Rektor UTU, Prof. Dr. H. Jasman J. Ma`ruf, SE.,MBA antara lain mengatakan untuk mencapai visi misi agro and marine industry sebagai sumber inspirasi dan referensi, kita perlu meningkatkan kekompakan dan ukhuwah kita sesama. Melalui pelaksanaan halal bi halal ini, tentu kekompakan kita semakin kuat, semakin solid dalam mewujudkan visi misi UTU kita ke depan. “Insya Allah, dengan kita bersama-sama bekerja dan berjuang, maka visi misi  akan terwujud sesuai harapan kita, dan harapan masyarakat kita, dan sesuai harapan yang diimpikan oleh pendiri UTU ini. Mari kita jaga, kita rawat dan sama-sama bertanggungjawab untuk mewujudkan visi misi kita ini”. 

Ustaz Khairul Azhar dalam tausiyahnya antara lain mengatakan, substantif halal bi halal yang kita laksanakan ini kita bisa bertatap muka, kita bisa bersua dan pada intinya setelah kita satu bulan penuh melaksanakan ibadah puasa ramadhan tentu hari ini kita sudah harus mendapatkan proses hijrah. Kalau tidak bisa kita mendaptkan proses hijrah diluar bulan ramadhan, seolah-olah  tidak punya makna puasa itu yang sudah kita lakukan satu bulan penuh, artinya kalau seseorang tidak pernah mendapatkan hikmah, fadhilah, keuntungan, dan nilai-nilai postif dalam puasa itu, tetapi yang dia dapatkan hanya haus dan lapar semata.    

Prosesi Peusjuek

Yang dipeusijuek  adalah Kepala LPPM UTU, Ir. Rusdi Faizin, M. Si bersama isteri yang akan berangkat ke tanah suci tahun 2019 ini. Dan dua orang dosen yang telah meraih gelar doktor yaitu Syahril (Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi) dan Afriani Maifizar (Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik). Sementara  yang melakukan peusijuek adalah Rektor UTU, Prof. Jasman, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) UTU, Ardawalis Binti Abdurrahman (isteri Prof. Jasman), Wakil Rektor I, Dr. Ir. Alfizar, DAA, Wakil Rektor II, Dr. Ishak Hasan, M.Si bersama ibu, Wakil Rektor III, Dr. Mursyidin, MA, bersama ibu dan Tgk. H. Khairul Azhar, S. Ag, MA (pencaramah halal bi halal).

Rektor, Prof. Jasman dalam kesempatan itu mengatakan, patut kita berbangga, saat ini UTU sudah bertambah sarjana jenjang S3 bergelar doctor. ”Ini perlu kita beri apresiasi karena untuk meraih gelar doktor itu beban lebih berat”. Dalam menempuh gelar master dan doktor itu bukan hanya mengedenkan kecerdasan, tetapi diperlukan semangat, diperlukan daya tahan, daya tarik dan harus tahan banting dalam meraih gelar sarjana tersebut, serta diperlukan kesabaran.

Dalam menuntut ilmu itu, musti ada dukungan yang kuat dari segi finansial dan dukungan dari keluarga juga sangat menentukan. “Sukses seorang suami itu karena ada dorongan dari isteri. Dibalik kesuksesan seorang suami karena ada perempuan (isteri) yang hebat dibelakang-nya”, ujar Prof. Jasman.

Prof. Jasman menyebutkan, di Indonesia ini baru ada sekitar 4500 orang yang bergelar Profesor dari jumlah 264 juta lebih penduduk indonesia. Bahkan yang benar-benar Profesor itu mungkin lebih kecil lagi, artinya Profesor yang aktif menulis buku, membuat penelitian dan mengajar lebih sedikit . Dan gelar Profesor itu lebih kepada apresiasi atas karya-karya-nya dan prestasi. (***)

 

Lainnya :