Cegah Penyebaran Corona, UTU Bentuk Satgas Covid-19
  • UTU News
  • 20. 03. 2020
  • 0
  • 663

MEULABOH - UTU | Menyikapi mewabahnya Corona Virus Disease 19 (Covid-19), Universitas Teuku Umar (UTU) terus mengambil langkah-langkah strategis untuk mencegah penyebarannya. Kali ini, UTU membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menangani Corona di lingkungan kampus.

Satgas bentukan Rektor UTU Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA ini diharapkan mampu menjadi garda terdepan UTU dalam menghadapi bahaya Covid-19. 

Rektor Prof. Jasman mengatakan UTU serius dalam menangani pencegahan penyebaran COVID-19, langkah awal adalah mengeluarkan surat edaran tentang kewaspadaan COVID-19 yaitu Surat Edaran Rektor Nomor 04/UN59/KP.11.00/2020 tertanggal 16 Maret 2020 Surat edaran tersebut berisi sejumlah kebijakan yang mengarah pada pengurangan kegiatan semaksimal mungkin seperti pergantian kuliah tatap muka dengan daring, serta menunda kegiatan akademik seperti konferensi, kuliah umum, kuliah lapangan, dan lain-lain.

Langkah lainnya yang dilakukan misalnya pembuatan rencana aksi pencegahan dan penanganan penyebaran COVID-19 di lingkungan kampus dengan melìbatkan banyak pihak. Untuk itu, Rektor meminta keluarga besar UTU untuk melakukan perilaku hidup sehat dengan lebih sering mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi makanan sehat agar lebih meningkatkan daya tahan tubuh, meminimalkan kegiatan di keramaian serta memakai masker dan mengurangi interaksi dengan orang lain maupun anggota keluarga atau rumah tangga bagi yang mengalami gejala-gejala influenza.

Selanjutnya, meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala influenza termasuk SARS dan COVID-I9 di unit kerja masing-masing dengan melakukan pembaruan informasi tentang penyebaran COVID-l9.

"Kami juga meminta pengelola gedung untuk menugaskan petugas kebersihan untuk lebih sering membersihkan tempat-tempat yang sering terpegang tangan seperti meja, gagang pintu, gagang jendela, pegangan atau rel tangga, dan lain-lain dengan disinfektan," Harap Rektor.

Ketua Tim Satgas Covid-19 UTU, Dr. Mursyidin, MA menerangkan, satgas ini dibentuk untuk menyiapkan dan menyiagakan UTU dalam menghadapi Corona. Menurutnya, satgas akan berperan sebagai edukator bagi sivitas akademika dan masyarakat serta menciptakan lingkungan UTU yang anti terhadap penyebaran Corona.

Mursyidin melanjutkan, UTU sangat meminimalisasi potensi penyebaran Corona di lingkungan kampus. Jika di kemudian hari ada orang yang diperkirakan telah berinteraksi dengan pasien positif Covid-19 dan menunjukkan gejala virus tersebut (suspect) di lingkungan kampus, maka tim satgas ini akan segera menangani orang tersebut.

“Sehingga penyebaran virus (Corona) tidak menjadi lebih parah,” tandasnya penuh harap. Mengingat virus ini sangat mengancam keselamatan, lanjut Mursyidin, UTU sangat serius dalam melakukan antisipasi penyebaran virus dan memperlambatnya.

Bahkan, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ini optimistis bahwa UTU dapat menjadikan lingkungannya steril dari tanda-tanda Covid-19. Sejauh ini, selain membentuk satgas, UTU juga akan menyiapkan layanan terpadu untuk menghadapi Corona. Di antaranya ialah Medical Center UTU yang akan siaga, sejak tim satgas ini terbentuk untuk memberikan tindakan pertama bagi sivitas akademikanya yang memiliki gejala terkait. “Karena concern (perhatian, red) utama kami ialah menangani internal seperti dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta mahasiswanya,” tuturnya.

Selanjutnya, jika sivitas akademika UTU hendak memastikan kondisi fisiknya atau bahkan merasa pernah bersinggungan dengan suspect, prosedurnya terbilang cukup sederhana. Sivitas akademika UTU dapat memeriksanya di Medical Center UTU. Jika gejala menjurus ke Corona, petugas medis terkait akan memberikan rujukan agar pasien dapat langsung ditindak ke Rumah Sakit Rujukan yaitu Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Diungkapkan Mursyidin, tim satgas ini juga mensterilkan lingkungan kampus. Mulai ruang kuliah, laboratorium, hingga kantor administrasi di lingkungan UTU akan disterilkan sesuai urgensi masing-masing.

Menurut Mursyidin, terdapat delapan langkah yang ditekankan tim satgas ketika menghadapi Corona. Pertama, berdoa kepada Allah SWT sebagai upaya untuk mendekatkan diri dengan-Nya di masa krisis ini. Selanjutnya, anjuran tetap belajar dan bekerja di rumah. Menurut lelaki yang juga ahli Antropologi ini, hal tersebut termasuk langkah tepat dalam masa karantina mandiri dan membatasi interaksi fisik. Ketiga, terdapat ajakan untuk melakukan pembatasan sosial (social distancing) dengan jarak terdekat ialah 1,5 meter.

Keempat, ada seruan mengonsumsi makanan bergizi yang mampu meningkatkan imunitas. Selain itu pula, kelima, penting untuk menjaga fisik agar higienis dengan rutin mencuci tangan dan wajah dengan bersih. Keenam, ditekankan lulusan University Kebangsaan Malaysia ini untuk tidak melakukan mudik atau liburan sedikit pun. Belajar dari banyak negara tetangga yang mengabaikan soal ini sampai akhirnya sudah terlanjur fatal akibatnya. Setelah itu, pertemuan apapun, khususnya dalam skala besar, juga harus dibatalkan hingga setidaknya kurun waktu 14 hari rampung.

Terakhir, Satgas Covid-19 juga melarang sivitas akademika untuk mengunjungi kerumunan massa seperti kafe, pusat perbelanjaan, dan semacamnya. Langkah-langkah di atas merupakan fokus utama tim satgas dalam memproteksi lingkungan kampus dan melindungi sivitas akademika UTU. Karena penyebaran virus ini mudah dan cepat. Meskipun sudah menjaga jarak saja, tetap memiliki potensi tertular Corona. Oleh karena itu, Mursyidin berpesan agar setiap insan melakukan kesadaran karantina mandiri agar virus ini dapat tereliminasi dengan sendirinya. (Aduwina / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :