GenBI UTU Gelar Sosialisasi dan Seminar Kebanksentralan Bagi Siswa SMKN
  • UTU News
  • 25. 08. 2019
  • 0
  • 224

MEULABOH - Komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Universitas Teuku Umar (GenBI UTU) melaksanakan kegiatan Roadshow GenBI dan Sosialisasi Uang Rupiah serta  Seminar Kebanksentralan bagi kalangan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1-Meulaboh,  Sabtu 24 Agustus 2019.

Syamsul Fahri, selaku Ketua Panitia menjelaskan, kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung satu hari dengan mengusung tema, “ Meningkatkan Pengetahuan Pelajar Terhadap Kebanksentralan dan Uang Rupiah Guna Mengenal Bank Indonesia Dalam Perekonomian Indonesia”. “Kegiatan ini berlangsung di Aula Utama Sekolah setempat dan diikuti 30 siswa/siswi SMKN 1 Meulaboh”.

Syamsul Fahri menyebutkan, kegiatan sosialisasi  sangat penting dilakukan, mengingat maraknya terjadinya peredaran uang palsu. Selain itu juga pelajar perlu mengetahui bagaimana seharusnya cara menjaga dan merawat uang, agar tindakan-tindakan yang kita lakukan tidak merugikan negara dalam jumlah yang besar. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan seminar Kebanksentralan yang  bertujuan untuk memberi edukasi kepada siswa/siswi bagaimana jalannya sistim dari lembaga Kebanksentralan itu sendiri.

“Seraplah dan ambil-lah ilmu sebanyak banyaknya agar bermanfaat bagi masyarakat dan diri sendiri dan diharapkan kepada remaja khususnya siswa/siswi SMKN 1 Meulaboh-Aceh Barat ini setelah mendapatkan ilmu dari kegiatan ini, dapat mensosialisasikan kembali kepada khalayak ramai, baik kepada lingkungan sekitarnya maupun kepada  masyarakat umum, sehingga semakin banyak masyarakat yang paham akan ciri uang palsu dan cara merawat uang”, ujar Syamsul Fahri.

Pemateri dalam kegiatan sosialisasi tersebut  adalah Irma Elviana dan Rifki Hariontoni.  Irma mengatakan, sebagai warga masyarakat harus bisa mengenali ciri keaslian uang rupiah kita, dengan cara 3 D yaitu dilihat,  diraba , diterawan.  Sedangkan Rifki mengharapkan kepada siswa dan siswi agar dapat menyampaikan kepada masyarakat lingkungan sekitar agar tidak terjadi hal yang dapat merusak uang dengan cara  tips 5 jangan yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan dibasahin dan jangan distapler. “Tujuannya, agar uang tersebut dapat digunakan sebagai alat tukar yang sah", ujar Rifki.

Sementara itu,  Ketua GenBI Komisariat UTU Djulia Safitri mengatakan, kegiatan sosialisasi ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa akan minimnya pengetahuan masyarakat terhadap perbedaan uang palsu dan uang asli serta bagaimana menjaga dan merawat uang rupiah.

Djulia Safitri menjelaskan, GenBI sebagai wadah pembelajaran terutama dalam pembentuan karakter memberikan kontribusi terhadap lingkungan sosial masyarakat. Bukan hanya sekedar agent of change (agen perubahan) tetapi juga sebagai future leader (pemimpin dimasa depan). Selain itu,  GenBI juga memberikan pemahaman mengenai uang rupiah serta Kebanksentralan dalam perekonomian indonesia. Karena Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi sebagai generasi mellenial harus mampu mengikuti perubahan dan bersaing di era revolusi industri 4.0 utk terbentuk SDM unggul demi tercipta perekonomian indonesia yang berkelanjutan. 

Selesai sosialisasi dilanjutkan dengan seminar Kebanksentralan dan yang menjadi narasumber adalah Meryani. Dalam materinya,  meryani menjelaskan apa itu Bank Indonesia dan sejarahnya. Di Indonesia, fungsi Bank Central diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Dimana Bank Indonesia adalah lembaga negara yg independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Tujuan dari Bank Indonesia adalah untuk mencapai dan memelihara kestabilan rupiah. Dimana kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa yang dapat diukur dengan perkembangan laju inflasi, dan kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang negara lain.

Djulia Safitri juga menguraikan tugas dari Bank Indonesia itu sendiri. Pertama, menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. Kedua,  mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Ketiga, mengatur dan mengawasi perbankan. “Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi dan pemberian hadiah kepada siswa/siswi yang memiliki antusias yang tinggi terhadap kegiatan ini”. (***)

Lainnya :