Formadiksi UTU Gelar Temu Ramah Mahasiswa Bidikmisi
  • UPT_TIK
  • 12. 09. 2018
  • 0
  • 165

MEULABOH - Forum Mahasiswa Bidikmisi (Formadiksi) Universitas Teuku umar (UTU) mengadakan Temu Ramah Mahasiswa (Terasik)  bagi penerima Bantuan Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi), di Aula Utama UTU, Sabtu, 8 September 2018.

Tema ramah mahasiswa Bidikmisi bertema, ”Membangun Integritas dan Solidaritas Dalam Forum Bidikmisi 2018”. Penerima Bantuan Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi) UTU sekarang ini mencapai 1.256 orang. Hadir dalam kesempatan itu, mewakili Rektor UTU Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Teuku Umar (Fisip-UTU) Dr.mursyidin, MA,  pembina Formadiksi, pengurus Formadiksi dan mahasiswa baru penerima Bidikmisi tahun 2018, yang berjumlah mencapai  225 orang.

“Kepada mahasiswa baru Bidikmisi 2018, semoga menjadi mahasiswa yang aktif dalam kuliah dan dalam organisasi kemahasiswaan”, harap Eriyanto, Wakil Ketua Umum Formadiksi UTU.

Ketua Panitia Pelaksana, Hidayatullah menyampaikan, semua mahasiswa diminta turut aktif dalam organisasi-organisasi yang ada di kampus. ”Mahasiswa tidak  hanya mengejar IP-nya saja, terus belajar dan mengejar ilmu dalam ruang belajar semata, tetapi perlu juga aktif dalam forum-forum organisasi kemahasiswaan agar lebih terbuka wawasan serta cakrawala berpikir, dan banyak pengalaman yang kita dapatkan dalam berorganisasi”, ujar Hidayatullah.

Menurut Hidayatullah, saat ini prestasi tertinggi rata-rata dikuasai oleh mahasiswa Bidikmisi. Untuk itu, kepada mahasiswa Bidikmisi dapat mempertahankan prestasi terbaik yang telah diraihnya. Dan kepada mahasiswa Bidikmisi yang ternyata memiliki nilai IPK-nya yang hanya cukup atau pas-pasan dapat  terus ditingkatkan, agar perolehan bantuan Bidikmisi bisa bertahan.

Sementara itu, pembina Formadiksi Muhammad Idris M.Pd menjelaskan, jika temu ramah mahasiswa dapat  dilaksanakan dengan baik  kepada mahasiswa sebagai proses mengenal orang lain dan mengenal pengurus. “Kepada mahasiswa baru untuk lebih selektif dan paham apa yang dimaksud dengan senior. “Senior itu mahasiswa yang berilmu bukan mahasiswa yang tidak berilmu”, ujar Idris. (Muzakkir)

Komentar :

Lainnya :