FKM UTU Lakukan Konsultasi Penyusunan Prodi Gizi ke Universitas Andalas
  • Fakultas Kesehatan Masyarakat
  • 29. 10. 2019
  • 0
  • 613
  • AKADEMIK

Padang – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar (FKM UTU) yang diwakili oleh Khairunnas, DCN, M.Kes selaku ketua panitia pembentukan program studi (prodi) Gizi melakukan konsultasi pembentukan prodi Gizi ke Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (FKM Unand) Padang pada hari Senin-Selasa tanggal 21-22 Oktober 2019.

Kegiatan ini merupakan langkah awal dari FKM UTU  dalam menyusun instrumen pemenuhan sayarat minimal untuk membentuk prodi baru yakni prodi gizi yang sudah disetujui oleh Senat Universitas Teuku Umar. Dalam konsultasi Khairunnas disambut oleh Dekan FKM Unand Defriman  Djafri, SKM, MKM, Ph.D,  Ketua Prodi Gizi Dr. Indra Purnama, SKM, MKM, Sekretaris Prodi Gizi Firdaus, SP, M.Si, Kepala Tata Usaha Daswendi, S.Sos, Dr. Denas Symond, MCN Kaprodi Gizi Periode sebelumnya dan jajaran dosen dan tendik lainnya di lingkup FKM Unand.

Khairunnas menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dirinya datang ke FKM Unand adalah “untuk mengkonsultasikan instrumen yang sudah di rancang, dimana terdapat 3  kriteria diantaranya Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana, serta kurikulum” ungkapnya.

Dekan FKM Unand Defriman menyampaikan “Rasa terimakasih atas kepercayaan dari FKM UTU yang sudah mempercayai FKM Unand khususnya prodi gizi dalam berkonsultasi untuk memenuhi syarat minimun pembentukan prodi Gizi ini” ungkapnya.

Dr. Indra menambahkan “Bahwa prodi gizi FKM Unand ini merupakan salah satu prodi yang sangat diminati di Universitas Andalas, bahkan bisa menyaingi prodi Kedokteran, sehingga hal itu membuktikan kualitas prodi gizi Unand sudah sangat di pertimbangkan di mata masyarakat”, selain itu Indra berharap “dapat membantu semaksimal mungkin dalam pembentukan prodi gizi di FKM UTU”.

Sebelumnya landasan dibentuknya prodi gizi di FKM UTU ini adalah karena tingginya angka kasus gizi baik itu gizi kurang maupun gizi lebih, terutama stunting, dimana Aceh merupakan Provinsi tertinggi dengan angka kasus stunting, sehingga atas dasar hal tersebut  perlu kiranya Universitas Teuku Umar menghasilkan SDM yang mampu meyelesaikan permasalahan tersebut terutama di wilayah barat selatan Aceh yang merupakan wilayah kerja Universitas Teuku Umar.

Lainnya :