Dosen UTU Gerakkan World Cleanup Day (WCD) Aceh 2019
  • UTU News
  • 12. 09. 2019
  • 0
  • 128

MEULABOH, UTU - Sejumlah Dosen Universitas Teuku Umar terlibat aktif dalam menggerakkan World Cleanup Day (WCD) di Provinsi Aceh. WCD 2019 akan berlangsung pada 21 September 2019 dilakukan secara serentak dengan melibatkan sebanyak 13 juta relawan di Indonesia. Khususnya di Provinsi Aceh, event World Cleanup Day (WCD) 2019 akan dipusatkan di lapangan Teuku Umar, Meulaboh, Aceh Barat.

Mereka itu adalah Ishalyadi, SKM., M.Kes yang dipercayakan sebagai Leader WCD Aceh 2019 selanjutnya Arfah Husna, SKM., MKM (Co. Leader); Azwar, SKM., MPH ( Koord. Volunteer); Siti Maisyaroh Fitri Siregar, SKM., M.Kes ( Koord. Knowledge Team); Sukma Elida, SKM.,M.Kes (Koord. Marketing & PR); Enda Silvia putri, SKM., M.Kes (anggota) dan Arif Iskandar, SKM., MKM (anggota). Ketujuh orang Dosen yang menempati posisi strategis dalam WCD Aceh tersebut semuanya berasal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar.

WCD atau Aksi Gotong Royong Sedunia menurut Ishalyadi sebagai momentum dan bentuk kepedulian bersama terkait dengan permasalahan lingkungan dan sampah.

“Momentum ini untuk menyatukan misi agar tercipta lingkungan yang lebih baik dan masyarakat peduli sampah,” kata Ishalyadi, Leader WCD Aceh, Kamis (12/9).

Gerakan WCD mulai menggema di Provinsi Aceh sejak tahun 2018 silam lewat beberapa kegiatan yang dilakukan sejumlah Dosen Universitas Teuku Umar yang tergabung dalam Komunitas Timoeh. Timoeh merupakan sebuah komunitas yang didirikan oleh sejumlah anak muda Kota Meulaboh yang memiliki kesamaan visi dan misi dalam melihat persoalan sosial di tengah masyarakat. Persoalan sosial itu seperti masalah kemiskinan, kesehatan, lingkungan dan lain-lain. Mereka telah berkontribusi nyata dalam hal pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil lewat program donasinya.

Beberapa gerakan aksi sosial peduli lingkungan khususnya permasalahan sampah yang diinisiasi oleh Ishalyadi dkk telah berhasil sukses dilaksanakan, sebut saja program aksi bersih pantai bekerjasama dengan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat bersama Komunitas Timoeh dengan ribuan pemilih millenial. Selanjutnya deklarasi kampus bebas sampah yang dipusatkan di Universitas Teuku Umar, lewat program Diet Sampah. Bahkan kegiatan yang diprakasai oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Teuku Umar dibawah kepemimpinan Ibu Rektor, Ardawalis binti Abdurrahman berhasil mendapatkan penghargaan dari Let`s Do It Indonesia (LDI). LDI didirikan untuk mendukung gerakan pembersihan lingkungan yang sebelumnya telah diinisiasi oleh Let`s Do It World. Pada tahun 2019 Komunitas Timoeh di tunjuk oleh tim Nasional untuk mengkoordinasi WCD di Provinsi Aceh.

World Cleanup Day adalah gerakan yang diinisiasi oleh Let’s Do It World (www.letsdoitworld.org), sebuah NGO (Non Government Organization) internasional, pada 2008 lalu di Estonia. Saat ini, terdapat hampir 150 negara yang sudah bergabung dalam gerakan Lets Do It ini, termasuk Indonesia. Gerakan di Indonesia didaftarkan tahun 2014.

Koordinator gerakan WCD 2019 wilayah Aceh, Ishalyadi mengatakan World Cleanup Day tahun ini diharapkan dapat melibatkan 380 juta penduduk atau sekitar 5 persen populasi di dunia dan 13 juta penduduk Indonesia bisa terlibat dalam gerakan ini. Di Provinsi Aceh, kegiatan akbarnya akan dipusatkan di Kabupaten Aceh Barat. Dengan menyasar seluruh lapisan masyarakat dan stakeholders.

"Tujuannya jelas agar lahirnya suatu momentum yang mempersatukan masyarakat Indonesia khususnya di Provinsi Aceh sebagai bagian masyarakat dunia dari berbagai latar belakang lewat gerakan WCD. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak sampah terhadap lingkungan dan menjadi sebuah gerakan masif agar Indonesia bersih dan bebas sampah dengan mengedepankan nilai-nilai perdamaian dan cinta lingkungan yang berkelanjutan. Ini kesadaran dan tanggungjawab bersama,” kunci Ishal sapaan akrabnya.

Menurut Ishalyadi, Gerakan WCD 2019 mulai di sosialisasikan kegiatannya melalui beberapa koordinasi dengan stakeholder pejabat pemerintahan, pejabat instansi vertikal, Pimpinan Perguruan Tinggi, OKP, Ormas dan Komunitas Kepemudaan bahkan parpol yang ada di kabupaten Aceh Barat.

"Kegiatan dalam rangka World Cleanup Day (WCD) 2019 tim melakukan audiens dan perekaman dukungan dari beberapa Tokoh kunci di Aceh Barat, sebut saja Bupati, Dandim 0105, Kapolres, Rektor UTU dll. Ini merupakan bagian dari persiapan untuk mengulangi kesuksesan Indonesia pada pelaksanaan Aksi CleanUp terbesar di dunia, sebagai jumlah relawan terbanyak tahun lalu." Lanjutnya

Sementara Itu Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA saat menerima Tim World Cleanup Day 2019 Aceh mengapresiasi dan mendukung penuh gerakan world cleanup day 2019.

"Sebagai Rektor, saya sangat mengapresiasi atas kesadaran dan keterlibatan aktif Dosen UTU dalam gerakan World Cleanup Day (WCD) 2019 di Provinsi Aceh, khususnya di kabupaten Aceh Barat karena sangat berkaitan dengan kepentingan masyarakat bahkan bumi, kami sangat apresiasi terkait kegiatan yang melibatkan beberapa unsur Komunitas dan organisasi hingga ke tingkatan Desa," tuturnya.

“Semoga semakin hari pengelolaan sampah di daerah semakin baik dan kesadaran masyarakat terhadap sampahnya sendiri semakin meningkat,” Lanjut Prof. Jasman

UTU sendiri terus mengkampanyekan gerakan bersih dan bebas sampah plastik lewat beberapa kebijakan Rektor.

"Mulai awal tahun 2019, UTU menggagas program zero waste dan penggunaan Tumbler sebagai pengganti botol plastik kemasan air mineral. Setiap Dosen, tendik dan mahasiswa diwajibkan menggunakan Tumbler, sehingga tidak ada lagi beredar sampah plastik kemasan air mineral dilingkungan Kampus. Kita menyediakan air isi ulang untuk mereka minum. Selain lingkungan bersih, juga hemat bagi mahasiswa." Pungkasnya. (Aduwina).

Lainnya :