Dosen UTU Gelar Pelatihan Keuangan Desa Bagi Aparatur Gampong dalam Kecamatan Meureubo
  • Humas
  • 09. 07. 2018
  • 0
  • 351

MEULABOH – Tim hibah pengabdian Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang terdiri dari Zainal Putra, SE MM (Ketua Tim), serta anggota tim Budianto SE MSi dan Cut Devi Maulidasari MM, melaksanakan program pelatihan “Pengelolaan Keuangan Desa Secara Professional, Menuju yang Kuat dan Mandiri” dengan sasaran program aparatur pemerintah gampong dalam Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan yang digelar di aula SMA Negeri 1 Meureubo, Kamis (31/05/18) tersebut, diikuti dengan antusias oleh aparatur gampong di lingkup kecamatan setempat.

Ketua tim pengabdian, Zainal Putra SE MM, yang juga merupakan Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Ekonomi UTU, mengatakan tujuan diadakan pelatihan ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan keahlian aparatur gampong dalam 5 aspek pengelolaan keuangan desa, yakni perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan desa.

Zainal Putra SE MM menambahkan bahwa kegiatan tersebut terselenggara atas dukungan penuh dari Kemenristekdikti, Universitas Teuku Umar dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Berdasarkan daftar hadir, diperoleh informasi kegiatan ini dihadiri oleh 78 orang peserta dari 26 gampong dalam Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, masing-masing gampong terdiri Keuchik, Bendahara Gampong dan  Ketua Tim Pelaksana Kegiatan.


Sementara itu, Rektor UTU Prof Dr Jasman J Ma’ruf SE MBA yang membuka kegiatan pelatihan tersebut mengatakan, sesungguhnya UTU yang berada di kawasan Barsela ini, memiliki 3 tugas pokok yang disebut tri dharma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Jadi kegiatan semacam ini yang dilakukan oleh dosen UTU adalah bentuk implementasi dari dharma ketiga, yakni pengabdian kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Rektor UTU, menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdian yang diketuai Zainal Putra SE MM, yang telah berupaya memberikan solusi terkait persoalan keuangan desa yang selama ini dialami aparatur gampong.

“Kesalahan selama ini dalam proses pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan desa yang dialami oleh beberapa Keuchik seperti yang diberitakan di media massa, disebabkan karena ketidaktahuan cara pengelolaan keuangan desa oleh aparatur gampong, oleh sebab itu kami dari perguruan tinggi hadir di sini untuk membina aparatur gampong dalam rangka memberikan pemahaman dan keterampilan terkait tata cara pengelolaan keuangan desa secara baik dan benar, sehingga seluruh aparatur gampong dapat terhindar dari masalah hukum dikemudian hari”, jelas Prof. Jasman.

Prof. Jasman juga mengatakan bahwa sebanyak Rp80 triliun uang APBN dialokasikan untuk dana desa di seluruh Indonesia. “Tujuannya adalah pemerintah menginginkan agar desa lebih maju dan mandiri, karena jika desa maju maka kabupaten juga maju, bahkan provinsi pun ikut maju”, ungkap Prof Jasman.

Prof Jasman mengharapkan dengan adanya pelatihan pengelolaan keuangan desa tersebut,  desa-desa di Aceh Barat bisa lebih baik dalam proses pengelolaan dana desa mulai dari penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, pertanggungjawaban, hingga pelaporannya harus sesuai dengan ketentuan.

Wadi Abdullah, Keuchik Gampong Ranub Dong yang merupakan salah seorang peserta, mengucapkan rasa terima kasih kepada tim pengabdian dari UTU, yang telah memberikan pelatihan ini. “Pelatihan semacam ini sangat penting diikuti oleh aparatur gampong untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam hal pengelolaan keuangan desa”, kata Wadi Abdullah. Diharapkannya di masa yang akan datang, tim pengabdian UTU dapat turun langsung ke gampong-gampong untuk membina aparatur gampng terkait tata cara pengelolaan keuangan desa sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. [Muzakkir]

Lainnya :